JANGAN PILIH PARTAI YANG BEGINI !!!!

Musim kampanye telah bergulir hampir seminggu yang lalu. Jamaknya, musim kampanye menyajikan berbagai macam hal yang tidak akan kita jumpai selain di masa kampanye saja. Mulai dari atribut parpol, alat peraga kampanye sampai kampanye massal. Demi menyukseskan agenda kampanye ini tak jarang parpol jor-joran menggelontorkan sejumlah dana yang susah untuk dibilang sedikit. Dan semua itu tujuannya adalah menggaet simpati masyarakat agar memilih dirinya dan partainya.

Kita sebagai pemilih yang cerdas hendaknya bisa menilai kualitas caleg dan partai politik dari apa yang dilakukan selama masa kampanye tersebut. Harapannya kita bisa menghindari untuk memilih caleg dan partai politik yang salah. Dan di sini kita akan membahas mengenai partai-partai yang bagaimana yang sebaiknya tidak kita pilih.

1. Partai yang melakukan kampanye dan mengundang musik (biasanya dangdut) di mana ditampilkan goyangan-goyangan erotis yang mengarah kepada pornoaksi.

Jelas partai yang begini sudah tidak memikirkan moral generasi penerus bangsa. Sesuatu yang tidak pantas ditonton dan bahkan akan merusak pikiran generasi muda justru malah digunakan sebagai sarana menggaet simpati masyarakat. Apapun alasannya sangat tidak dibenarkan kampanye menggunakan hal-hal berbau pornoaksi ( maupun pornografi ).

Akan lebih simpatik bila kampanye dilakukan dengan cara yang lebih santun dan bermanfaat seperti melakukan kerja bakti, bakti sosial dan terjun langsung ke masyarakat. Selain visi dan misinya tersampaikan juga akan lebih memberi manfaat kepada masyarakat langsung.

2. Partai yang memasang APK dengan memaku di pohon.

Kita tentu sering melihat pohon dijadikan tempat memasang APK (alat peraga kampanye). Khusus mengenai memasang APK dengan dipaku di pohon setidaknya memberi gambaran kepada kita bahwa sang caleg dan partainya tidak mencintai lingkungan. Apalagi setelah selesai masa kampanye bekas APK tersebut hanya dibiarkan saja sampai rusak sendiri. Mungkin bagi sebagian kita  hal itu tidak menjadikan perhatian. Tetapi hal itu memberikan gambaran bahwa sang caleg dan partainya tidak cinta lingkungan ( termasuk tanaman ). Caleg yang baik maka dia akan peduli dengan masyarakat dan juga lingkungan sekitarnya. Dia tidak memandang remeh terhadap kelestarian tanaman di sekitarnya.

Pilihlah partai yang tidak memaku APK di pohon, yang menempatkan APK dengan baik sehingga tidak memberi kesan kumuh.

3. Partai yang bagi bagi uang.

Politik uang kiranya bukan suatu hal yang baru lagi. Caleg dan partai akan bagi-bagi uang demi membeli suara dari masyarakat. Dan parahnya, bak gayung bersambut masyarakatpun cukup memaklumi hal tersebut. “ Ya kalau mau mendapat suara ya harus berani keluar biaya… “ Begitu kira-kira alasan sebagian kita. Tetapi tahukah kita bahwa politik uang ibaratnya seperti memancing. Tahu kan memancing? Dengan umpan yang kecil berharap ikan yang besar. Demikian juga politik uang. Dengan uang paling banter 50.000 bisa mendapatkan suara. Dan nantinya setelah jadi pasti akan mencari uang untuk balik modal. Uang darimana? Tentu uang yang dimiliki Negara, uang yang merupakan kumpulan dari masyarakat melalui pajak. Semakin besar uang yang dibagi-bagi maka akan semakin besar pula nanti uang Negara yang akan dikorupsi. Marilah kita cerdas untuk bisa menghargai suara kita. Kita memilih memang karena pilihan bukan karena uang.

4. Partai yang banyak koruptornya

“Partai mana sih yang tidak korupsi? “ demikian pertanyaan yang dilontarkan ketika diminta memilih partai yang tidak korupsi. Memang perlu diakui bahwa – menurut data- tidak ada partai yang anggotanya tidak terjerat kasus korupsi. Dan ini merupakan sebuah ironi bagi bangsa kita. Betapa korupsi sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh para pejabat publik. Dengan demikian jangan pilih partai yang paling banyak koruptornya. Semakin banyak koruptornya menandakan bahwa partai tersebut tidak punya kontrol yang baik terhadap anggotanya. Seakan korupsi menjadi sebuah budaya dalam partai tersebut. Apalagi jika ternyata hasil korupsi dinikmati bersama-sama bahkan digunakan untuk membiayai konvensi ataupun kampanye. Maka jelaslah bagi kita untuk tidak memilih tersebut.

Pilihlah partai yang bersih. Atau kalaupun memang tidak ada, maka pilihlah yang tingkat korupsinya paling kecil. Sekali lagi bukan bermaksud memaafkan perilaku korupsi partai, tetapi partai yang korupsinya kecil menandakan bahwa budaya bersih masih menjadi poin utama perjuangan partai tersebut. Ibaratnya memilih rumah tentu kita memilih yang bangunannya masih bersih dan kokoh.

5. Partai yang mendekati rakyat hanya ketika menjelang pemilu

Masa kampanye merupakan masa di mana banyak sekali aleg dan caleg yang terjun ke masyarakat. Mereka begitu sangat pedulinya dengan rakyat. Memberi bantuan, melayani masyarakat bawah, mendengarkan aspirasi rakyat. Intinya agar terkesan merakyat. Tetapi sebelum itu dan juga setelah itu mereka bagai hilang ditelan bumi, pergi entah kemana. Bahkan mungkin merekapun sudah lupa pernah berkunjung ke daerah tersebut. Jangan pilih caleg dan partai yang hanya merakyat ketika menjelang pemilu. Sementara di waktu yang lain tidak pernah muncul.

Pilihlah partai yang senantiasa berbuat bagi masyarakat tidak hanya menjelang pemilu tetapi ketika masyarakat membutuhkan. Pilih partai yang kadernya setia mendampingi warga ketika terjadi bencana, memberi bantuan tanpa diminta dan selalu berusaha menolong warga yang kesulitan.

Itulah sebagian gambaran tentang ciri-ciri partai yang sebaiknya kita hindari dalam pemilu nanti. Di sini saya tidak berkepentingan terhadap partai tertentu. Tetapi jika ternyata ada partai yang tidak melakukan ke-lima hal di atas atau setidaknya lebih banyak tidak melakukan hal-hal di atas, menurut penafsiran teman-teman, maka kenapa tidak kita pilih saja partai itu.

Tanggal 09 April 2014… Nyoblos ya….. JANGAN GOLPUT !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s