Senyap dan Cahaya

Kurindui senyap
Dalam tubuhnya kubersimpuh
Senyapnya menampung segala kesah
Menghadapkanku pada-Nya

Kurindui sunyi
Sunyi memenjarakan perih
Sepinya menyerap jeritan
Menggenggamnya dalam kesunyian

Kurindui gulita
Ketiadaan cahaya memelukku
Mendekap hangat dalam sujudku
Meranggas helai hati yang mengering

Jika waktunya tiba
Kurindui cahaya
Pikatannya sungguh mempesona

Antara Cinta dan Benci

Cintailah Kekasihmu Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Nanti Akan Jadi Musuhmu. Dan Bencilah Musuhmu Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Nanti Akan Jadi Kekasihmu. (Ali Bin Abi Thalib)

Mencintai dan Membenci merupakan fitrah manusia. Adakalanya kita begitu mencintai sesuatu. Seakan kita tidak ingin kehilangannya, ingin selalu bersamanya. Di saat lain adakalanya pula kita membenci sesuatu. Saking bencinya kita tak ingin bertemu, bahkan mendengar namanya disebut saja sudah bikin panas kuping.

Continue reading

Bunga

Alkisah ada seorang petualang sedang berjalan-jalan menikmati indahnya sore. Senja jingga yang menyejukkan. Indahnya suasana mengobarkan jiwa yang penuh sukacita. Tibalah ia pada suatu kebun. Sejenak ia menikmati warna warni bunga yang tumbuh di atasnya. Lalu pandangannya tertuju kepada sesuatu. Ia tertarik kepada sebuah bunga yang cantik. Sungguh dalam hatinya ia berkata , betapa eloknya bunga ini, ingin aku menaruhnya di gelas kamarku.

Iapun terlena, terbawa suasana senja jingga itu. Terbayang indahnya kamar dihiasi bunga yang cantik itu. Sesaat, dua saat, tiga saat sampai ia tersadar. Bukankah ia sudah memiliki bunga yang serupa. Lebih indah malah. Bukankah bunga di kamarnya yang selama ini menemani dirinya. Di saat ia butuh tempat berbagi. Di saat ia butuh kasih sayang. Ah sungguh bunga ini tak akan bisa menggantikan apa yang telah ia miliki.

Namun hasratnya yang menggebu mendorongnya untuk memetik bunga itu. Dengan bahagianya ia bawa pulang. Dan dengan kasihnya ia berikan kepada istrinya. Dan ia mulai memahami bahwa cinta itu akan diwarnai dengan ujian. Bukan cinta bila kita tak pernah berusaha memilikinya. Bukan cinta bila tak ada riak di lautan. Bukan cinta bila ia hanya dituliskan. Cinta butuh pembuktian.