Bunga

Alkisah ada seorang petualang sedang berjalan-jalan menikmati indahnya sore. Senja jingga yang menyejukkan. Indahnya suasana mengobarkan jiwa yang penuh sukacita. Tibalah ia pada suatu kebun. Sejenak ia menikmati warna warni bunga yang tumbuh di atasnya. Lalu pandangannya tertuju kepada sesuatu. Ia tertarik kepada sebuah bunga yang cantik. Sungguh dalam hatinya ia berkata , betapa eloknya bunga ini, ingin aku menaruhnya di gelas kamarku.

Iapun terlena, terbawa suasana senja jingga itu. Terbayang indahnya kamar dihiasi bunga yang cantik itu. Sesaat, dua saat, tiga saat sampai ia tersadar. Bukankah ia sudah memiliki bunga yang serupa. Lebih indah malah. Bukankah bunga di kamarnya yang selama ini menemani dirinya. Di saat ia butuh tempat berbagi. Di saat ia butuh kasih sayang. Ah sungguh bunga ini tak akan bisa menggantikan apa yang telah ia miliki.

Namun hasratnya yang menggebu mendorongnya untuk memetik bunga itu. Dengan bahagianya ia bawa pulang. Dan dengan kasihnya ia berikan kepada istrinya. Dan ia mulai memahami bahwa cinta itu akan diwarnai dengan ujian. Bukan cinta bila kita tak pernah berusaha memilikinya. Bukan cinta bila tak ada riak di lautan. Bukan cinta bila ia hanya dituliskan. Cinta butuh pembuktian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s