Pria Agustus

Hari ini putaran waktu berhenti sejenak menunjuk angka tiga dalam bilangan bulan Agustus. Tertera jelas angka tahun menunjukkan 2013. Membentang waktu yang bisa dikatakan tidak sebentar bagi sebuah perjalanan seorang anak manusia. Seseorang  yang terwujud ke dunia 28 tahun silam. Tepatnya hari ketiga bulan Agustus tahun 1985.

Berawal dari jerit tangis bayi yang memecah kesunyian malam. Selepas isya’ hari Sabtu Pahing di sebuah desa nan jauh dari hiruk pikuk dunia, kalau oleh dikatakan terasing. Dalam gubuk sederhana yang jauh dari kata mewah. Lahirlah seorang bayi laki-laki, kecil, hitam dan hidup. Dengan berat yang hanya 30 ons itu ternyata sudah cukup membuat kedua orangtuanya berucap syukur atas karunia yang Allah berikan. Sebuah tanda dari kolaborasi cinta antara dua anak manusia, yang kemudian aku sebut ibu dan bapak.

Tak ayal, gelaran njagong bayi tujuh hari tujuh malam menjadi bukti betapa bersyukurnya mereka (ibu-bapak). Mengenalkan bayi kecil itu kepada tetangga, kepada sanak familiy, memohon doa untuk kebaikan sang bayi. Rangkaian tradisi yang diakhiri dengan kenduren, berharap semoga berkah terlimpah kepada sang bayi. Dan pada hari ke-tujuh itu pula snag bayi diberi nama. Nama yang bagus menurut pandangan kedua orang tuanya. Nama yang mengandung permohonan doa. Dan demi sang anak itulah diberikan nama Arif Masthori.

Dalam perjalanan sang waktu, sungguh sangat panjang bila harus diceritakan dalam tulisan sebuah blog, semoga lain waktu bisa menulis biografiku sendiri, tumbuhlah anak ini dalam kasih sayang orang tua yang senantiasa tercurah. Sepenuh cinta. Cinta tulus seorang ibu dan cinta penuh seorang ayah mengiringi perkembangan sang bayi menjadi anak laki-laki yang gendut, item dan nggemesin. Serius, dulu aku gendut, item dan suka di-cubitin pipinya. Ada pula saking gemesnya sampai peluk-peluk. Entahlah waktu itu tak pernah tahu kenapa sebabnya. Tapi sekarang aku tahu kenapa mereka dahulu suka nyubitin pipiku dna meluk-meluk diriku. Itulah The power of Chubby. Dan sayangny itu masih terbawa sampai sekarang. Aura mempesona itu tak lekang oleh waktu. Meski sekarang sudah tumbuh menjadi seorang laiki-laki, yang gak lagi begitu gendut, masih tetep item dan masih tetep nggemesin.😀

Putaran waktu yang terus berjalan, menggerus usia manusia, membawanya ke titik pertemuan akhir dengan Tuhannya. Dan putaran itu kini bebrilang 28. Bukan waktu yang singkat seperti kukatakan tadi. Banyak hal terjadi dalam hidupku, banyak romansa yang mewarnai hari-hariku, banyak tawa yang menghiasi perjalananku. Meski juga tak sedikit pula sedih, luka dan tangis. Semua membentukku menjadi seorang pria yang aneh. Ya aneh, setidaknya itu yang pernah oranglain sampaikan tentangku. Tapi apalah artinya aneh jika aku tak menyetujuinya. Ah sayangnya akupun setuju dengan kosakata aneh saat menggambarkan diriku itu. Aneh adalah sebuah kondisi yang lain daripada yang lain. Dan itulah aku.

Bilangan 28, apa yang sudah aku perbuat selama itu. Yang pasti banyak hal. Puaskah aku? Yang pasti belum. Aku merasa belum memaksimalkan potensi yang aku miliki. Dan kini saatnya yang tepat dalam usia 3,5 windu ini melejitkan kembali potensi yang aku miliki. Aku tidak mau momen penting ini, bagiku saja sih, menjadi semacam sampah dalam bilangan usiaku. Aku ingin ia menjadi semacam milestone bagi perbaikan diriku ke depan. Untuk menjadi seseorang yang lebih baik, sebagai hamba Allah, sebagai pribadi manusia, sebagai Suami, sebagai Ayah, sebagai pemimpin, sebagai bagian dari koloni bernama manusia yang bermilyaran bertebaran di muka bumi dan posisi-posisi lainnya diriku.

Dalam usiaku yang sudah tidak lagi remaja, tapi juga masih terhitung muda kok, aku berharap semoga usiaku barokah, bahagia dunia-akhirat. Harapan yang aku rasa cukup mewakili kebutuhan manusia di dunia ini. Dan aku memohon kepada Allah semoga doaku dikabulkan. Juga doa dari orang-orang tersayangku.

Aku hanyalah manusia
Penuh khilaf dan dosa
Berlumur setiap hari
Dalam waktu-waktu

Kuberdoa padaMu ya Tuhanku
Maafkanlah segala dosaku
Bersihkan diriku dari segala noda
Kembalikanku dalam suciku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s