Dialog (gak jadi) Romantis

Pada suatu waktu di suatu tempat terjadilah dialog antara dua insan beriman (eh.. biarkan saja deh…)
A: Adik
M: Mas

A: “Menurut Mas aku cantik gak?”
M: “Cantik.”
A: “Kok cuma pendek jawabnya?” (merasa tidak serius jawabannya)
M: “Iya Diiik kamu cantik.” (si Adik tersenyum..lhah padahal intinya kan sama saja.. )

A: “Masak sih?” (menguji jawaban si eMas)
M:” Iya masak, eh iya cantik.. emang Adik merasa cantik gak?
A: ” Engga’..aku mah merasa biasa aja, kayak yang lain..”   (merendah, padahal dalam hati merasa cantik juga..hehehehe..)
M: ” Hmmmmm bagus itu Dik..”
A: “Kok bagus Mas?”
M: ” Iya bagus kalo kamu merasa gak cantik dan gak bilang sendiri kamu cantik. ”

A: ” Kok bisa Mas? ”
M: “Iya kalo mereka yang suka bilang dirinya cantik, imut, lucu, itu sebenernya cuma untuk membesarkan hati mereka sendiri..Aslinya mereka kebalikan dari pengakuannya..” (sok analitis..)
A: ” Kalo Adik cantik kayak artis siapa Mas?” (coba nyari perbandingan..)
M: ” Mmmm… gak kayak siapa-siapa Dik..”
A: ” Kok gak kayak siapa-siapa sih Mas?” (khawatir kalah saing sama artis.. aslinya sih iya juga kali.. hehehe..)
M: “Iya gak kayak siapa-siapa.. Mereka jauh di bawah kamu Dik..”
A: “Ah Mas bisa aja… Kalo sama bidadari cantikan mana?” (si Adik tersipu bahagia, tapi masih  pengen nyari pembanding yang lebih lagi.. haduh…)
M: ” Wah Mas gak tau Dik…”
A: ” Kok gak tau sih Mas?” (rada sedikit kecewa)
M: “Yaaa…Kan Mas belum pernah jumpa bidadari. Sekalinya jumpa ya cuma KAMU…🙂 ”

Si Adik pun semakin tersipu malu, namun dalam hatinya bahagia. ( Para pembaca, skor 1-0  untuk si eMas)

Karena merasa telah dibahagiakan maka si Adik pun mencoba membalik pertanyaan. Ya biar satu sama lah.. Kita simak yuk…

A: ” Kalo Mas merasa ganteng gak? ” (si Adik berharap si eMas menjawab tidak, nanti dia yang akan meyakinkan si eMas kalo dia ganteng.)
M: ” Iya.”
A: ” Apa Mas? Pendek amat…” (agak terkejut dengan jawaban si eMas)
M: ” Iya Mas merasa ganteng…”
A: ” Kok bisa gitu sih Mas? ” (si Adik gak siap dengan jawaban si eMas rupanya…ada nada kecewa, alamat gagal menggombal balik.. :( )
M: ” Iya lah Dik..mas merasa ganteng..gak merasa cantik. Kan yang cantik KAMU Dik… ”
A: ” (specchless…. rona merah dipipinya semakin jelas…)

(Dan pembaca yang budiman, skor pun menjadi 2-0 untuk kemenangan si eMas. Tapi bagi si eMas bukan masalah siapa yang menang siapa yang kalah. Toh ini cuma akal-akalan penulis saja untuk bikin skor. hehehehe…Yang pasti keduanya menang. Si Adik memenangkan hati si eMas, karena berhasil mendapat perhatian dan lisensi cantik, sementara si eMas sudah pasti memenangkan hati si Adik )

Emang bukan dialog romantis sih..karena ada kalimat yang dicetak italic. Mungkin kalo italic-nya dihapus jadi romantis. Kali aja..lagian yang nulis gak romantis kok.. Asli.. dijamin.. :D 

Eit tapi tunggu dulu… Jangan percaya kalo belum nyoba eh kenal…😀

Dalam cinta tidak peduli siapa yang memulai keromantisan. Si eMas atau si Adik punya peranan yang sama. Asal bahagia dua-duanya, kenapa tidak. Ya toooooo….

-Salam dari si eMas-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s