Hening

hening
tanpa suara
hanya binatang malam
mengerik sesekali
malas
pada gelap dini hari
dalam dingin yang mencekat
membungkam

aku
dalam jagaku
menerawang jauh
menyelam di kedalaman
hatiku yang rapuh
menelisik
menelusuri
setiap kepingan
yang terserak
tercecer
di pelataran waktu

ah
kiranya waktu tak berpihak
padaku
bisikku
bukankah tlah kulakukan semua
atas nama cinta
tapi naif yang kurasakan

hening
tiba-tiba berbisik
lembut
menusuk
menghunjam dalam-dalam
hanya satu tanya
sarkastik
atas nama cinta yang mana?

ah
lihatlah kini heningpun
melepas keberpihakannya
padaku
menyebrang seperti waktu
kalian memang sehati

aku
menyelam sekali lagi
menuju gelapnya lautan hatiku
mencari atas nama cinta
kepingan-kepingan
yang tercecer

astaga!!!
luruhku dalam
tercekat
kucari-cari atas nama cinta
dan
kemana atas nama cinta-Nya
oh Tuhan
inikah jawaban
dari segala dukaku
inikah bentuk cinta-Mu
aku
yang selama ini khilaf
naif

(dalam gelapnya hatiku,kurindui cahaya-Mu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s