Merapuh

Dan semua yg terjadi;
membuatku mengerti;
bahwa kita manusia sejatinya rapuh;
serapuh pohon yang lapuk;
hanya dengan cinta-Nya lah kita menghijau;
menjadi kokoh;
tiada yang lain.
Ingat;
ketika jauh dari-Nya;
saat itulah jiwa kita merapuh;
mudah meratap;
menangis;
menyesali;
dan kosong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s