Apa iya Ta’aruf namanya?

Sebenernya tulisan ini sudah lama ingin saya posting. Tapi sejak tragedi lupanya user dan password blog yang satunya, keinginan itupun tertunda. Dan baru kali ini sempat mempostingkan di blog baru saya. Kali ini kita akan membahas tentang Ta’aruf.

Ta’aruf. Siapa sih yang gak tahu apa itu ta’aruf?  Saya kira hampir semua masyarakat kita tahu apa itu maksud ta’aruf. Secara, sekarang kan banyak sinetron yang berlatar dunia pesantren, meskipun jalan cerita dan tata cara kelakuan tokohnya gak beda dengan sinetron pada umumnya. Beda casing doang. Yang perempuan berjilbab, yang laki-laki ber-koko. Tapi karakter tetep sama saja. Lebih banyak menampilkan kejutekan, kejudesan, marah, pertengkaran, cinta-cintaan. Miris jadinya kalau mengingat kenyataan seperti itu. Efek dari sinetron semacam ini adalah mendistorsi keagungan Islam itu sendiri, yang dimungkinkan memang tujuannya seperti itu. Maklumlah paham liberal lebih seksi untuk ditampilkan daripada pemahaman Islam yang baik dan benar.

Kembali ke pembahasan tentang ta’aruf. Apa sih bedanya ta’aruf dan pacaran? Apakah bisa disebut ta’aruf itu pacaran islami? Sebelum kita bicara perbedaannya kita bicara dulu kesamaannya.

Ta’aruf dan pacaran- yang benar-, bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain dengan tujuan serius yang harapannya hingga mencapai kata sepakat untuk menikah. Sayang seribu satu sayang, pacaran sudah melenceng jauh dari tujuan mulia tersebut. Pacaran kalau boleh dikata, saat ini, hanya sebagai pelampiasan hawa nafsu, memenuhi kebutuhan akan pasangan lain jenis yang mana tidak ada tujuan jelasnya. Lihat saja anak-anak sekolah yang pacaran, mmemang tujuannya apa? Kalau dibilang untuk menikah kok rasanya masih jauh deh.. lebih jauh dari Belanda. Hehehe…

Kalau ternyata tujuan ta’aruf dan pacaran sama, lalu ngapain juga dibahas perbedaannya. Bukankah kita dianjurkan mencari persamaan daripada memperbesar perbedaan? Iya sih, memang benar itu. Tapi kalau gak ditulis perbedaannya, gak jadi nulis dong aku.. jadi sampah dong di pikiranku. Ah mending tulis aja deh.. hehehe…

Penggunaan kata ta’aruf dan pacaran memang beda tempat dan orang. Ta’aruf lebih bermakna agung dan digunakan oleh mereka yang memiliki pemahaman agama yang baik. Sementara pacaran lebih terkesan umum dan dijalani oleh orang-orang umum.

“Eh ngapain juga membeda-bedakan orang seperti itu? Gak baik… bukannya kita sama?… “

>>“Eh iya kah? Samakah kita?”

Setiap orang kan beda, beda karakter, beda kepribadian. Setuju? Kalau setuju berarti boleh dong jika saya katakan setiap orang punya pemahaman yang beda tentang agamanya. Dan dari sini akan muncul dua kelompok. Yang pemahaman agamanya baik dan yang pemahaman agamanya pas-pasan. Tapi ada juga yang pemahaman agamanya baik tapi memilih jalur pemahaman yang pas-pasan. Inilah orang tengah-tengah. Moderat katanya. Ah apa iya sih?

“Duh ribet ah..memang apa sih yang mau dibahas sebenarnya? “

Saya itu hanya mau mempertanyakan beberapa hal kok. Cuma pengen share aja. Saya itu masih bertanya-tanya ketika ada temen ikhwan atau akhwat yang menjalin kedekatan, lalu mereka bilang ta’aruf. Sementara cara mereka seperti orang pacaran. Ngeh gak?

Gini kronologisnya. Ada ikhwan-akhwat menjalin kedekatan. Mereka sering sms-an, sering teleponan, janjian ketemuan, saling memberi perhatian entah lewat sms, socmed, WA ?. Bahkan smsnya pun mesra. Padahal ‘gak ada’ ikatan apa-apa, mending kalau cuma ‘belum’, tapi kan tetep aja gak halal. Lalu apa bedanya sih dengan mereka yang pacaran?

Tapi mereka gak mau disebut pacaran. Kalau mereka dibilang pacaran pasti mengelak,” Ih kami gak pacaran yaaa… kami tuh ta’aruf”. Atau kalau pembicaraan mereka berdua salah satu ada yang bilang,” Kita gak pacaran ukhti, kita tuh lagi njalanin ta’aruf.”

Bukankah hal-hal yang mereka lakukan adalah hal-hal yang dilakukan oleh mereka yang pacaran. Sms-an, teleponan, facebook-an, twitteran, WA-an dan lain-lain. Ya mungkin ada bedanya sih. Kalau mereka yang konon katanya (versi mereka lho ya…) ta’aruf memulai sms dengan salam, syukur pake kirim hadits dulu. Teleponan juga dengan diawali salam, diakhiri dengan istighfar dan doa kafarotul talifun  :D . Lalu kalau ketemuan bukan di kafe atau restoran apalagi taman bermain, tapi di masjid, mushola, acara Islamic (book) Fair, aksi peduli, konser nasyid atau walimahan mutual friend. Tapi dari segi  isi sama saja. Mesra-mesraan, saling curhat (katanya sih itu bagian dari mengenal kepribadian masing-masing sih…). Tapi apa iya ta’aruf sampai se-dalam itu? Apalagi kalau tak terbatas waktu. Siang bisa, malam oke pula. Saya kok malah merasa kasihan dengan kata ta’aruf itu. Dipersepsikan dan dijalani seperti itu.

Setahu saya, yang namanya ta’aruf itu perkenalan yang mana tujuannya untuk mencari persamaan visi hidup, tujuan hidup dan harapannya mencapai kata sepakat untuk menikah, yang dalam pelaksanaannya diawasi oleh orang-orang yang bisa dipercaya. Jadi tidak bedua saja. Dan yang dibahas adalah hal-hal prinsip dan hal-hal yang memang ingin diketahui. Tanpa ada curhat yang kebablasan, tanpa intonasi suara yang mendayu-dayu dan waktunya terikat. Biasanya tidak malam-malam. Dan pertemuan biasanya juga di rumah atau tempat yang aman dari fitnah, semisal masjid. Bukan di taman, kafe, resto apalagi bar.😀 . Dan tidak dalam keadaan berduaan, pasti didampingi. Dan komunikasi juga sebatas hal-hal yang penting saja. Sms hanya jika ada hal yang kelupaan ditanyakan saat pertemuan tetapi harus segera dijawab.Teleponan juga sebatas untuk hal yang penting dan mendesak, tanpa suara yang mendayu-dayu apalagi sampai berjam-jam. Eh…😀

Terus bagaimana dengan mereka yang tetep keukeuh gak mau disebut pacaran? Ya sudah lah.. Itu pilihan mereka, saya hanya ingin mengingatkan , menasehati saja. Selebihnya monggo saja dijalani jika memang itu sudah terbaik menurut mereka. Hanya saja saya gak rela kalau kata ta’aruf yang agung itu terdistorsi akibat perilaku orang-orang yang menggunakan kata ta’aruf dengan tidak bertanggung jawab. Lagi pula apakah pacaran itu harus ada akadnya? Ijab – Qabulnya. Yang mana akadnya cukup simpel, gak ribet, gak pake wali, gak pake saksi, cukup berdua. “Mau gak jadi pacarku?”. Apakah harus begitu? Saya kok malah lebih setuju dengan perkataan teman saya semasa kuliah dulu bahwa PACARAN itu lebih dilihat dari AKTIFITASnya, bukan dari pengakuan pelaku.

Meskipun para pelaku bilang gak pacaran, tapi kalau melakukan aktifitas orang pacaran yaaaa tetep saja mereka itu pacaran.. Duh nohok banget sih..

Semoga cukup jelaslah..Oya satu pertanyaan diatas yang belum dijawab. Apakah ta’aruf itu sama dengan pacaran islami. Saya akan membahasnya lain kali. Tapi saya berpendapat bahwa gak ada tuh pacaran islami. Batasnya apa sih pacaran islami itu? Apakah kalau dilabeli islami, jalan berduaan jadi tidak berdosa, bermesraan jadi berpahala? Ah gak juga kaleeee.. Lain waktu ya kita bahas..Insya Allah😉

Semoga Allah senantiasa menjaga kita, menjaga hati-hati kita, sehingga kita dijauhkan dari hal-hal yang dilarang-Nya. Bagi yang sudah terlanjur, semoga dengan taubat yang sungguh-sungguh, dosa kita akan di-maaf-kan oleh-Nya. Yuk kita senantiasa perbaiki diri..:)

Saya ada pantun sebagai penutup tulisan ini. Burung Beo makan sirih, chaiyyo dan terimakasih J

2 thoughts on “Apa iya Ta’aruf namanya?

  1. jadi inget ‘taaruf’nya si ust solmed ama april jasmin. suap2an di depan infotemen. jih… pake istilah taaruf lagi, jelek2in aja. bilang aja pacaran jijay banget laah.

  2. taaruf agaknya mulai mengalami perubahan makna.. karena mulai banyak orang yang anti dengan pacaran maka kemudian pelaku pacaran menggunakan istilah taaruf. tetapi isinya tidak jauh beda dengan pacaran, hanya terkesan lebih islami. Ya kita berusaha untuk tetap kritis dengan apa yang disuguhkan media. tidak semua yang ada di sana adalah kebaikan, pun juga tidak selamanya yang disebut ustadz oleh media boleh kita ikuti jejaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s