My Milad on Hijri Calendar

Setiap kita pasti ingat dengan tanggal lahir kita. Tapi kebanyakan kita yang diingat adalah tanggal lahir kalender Masehi.  Jarang atau hampir sebagian besar kita lupa atau bahkan tidak tahu tanggal lahir kita dalam kalender Hijriyah. Ya memang tidak masalah sih kita gak tahu atau lupa. Tapi jika kita bisa ingat tanggal lahir Masehi kita, seharusnya kita mudah juga mengingat tanggal lahir Hijriyah kita. Ya bisa jadi ketidaktahuan atau kealpaan kita disebabkan kita jarang memperhatikan kalender Hijriyah. Kalaupun ingat biasanya pas momen Ramadhan dan tanggal 1 Syawal ditambah saat Idul Adha. 😀

Memang perhitungan tanggal Masehi dan Hijriyah ada perbedaan. Kalau Masehi  pergantian tanggal dihitung mulai jam 00:00, sementara Hijriyah dihitung mulai terbenamnya matahari sehingga setelah Maghrib sudah dihitung tanggal baru.

Sebagai contoh saya lahir tanggal 03 Agustus setelah Isya’. Siang hari tanggal 03 Agustus bertepatan tanggal 16 Dzulqo’dah, tetapi setelah maghrib tanggal Hijriyah telah berganti menjadi 17 dzulqo’dah. Secara tanggal Masehi status saya lahir tanggal 03 Agustus, tetapi tanggal Hijriyah saya lahir tanggal 17 dzulqo’dah.  Tetapi semisal saya lahirnya pagi, siang atau sampai sebelum maghrib statusnya lahir tanggal 16 dzulqo’dah. Tapi karena setelah maghrib mau gak mau harus diakui lahir tanggal 17 dzulqo’dah. Tanggal yang saya suka. Hehehe…

Apapun itu, bukan tanggal yang menjadi poin pentingnya. Dan bahkan momen ulangtahun itupun tidak perlu dirayakan. Tetapi kita boleh menyikapi momen ulang tahun ini sebagai salah satu titik perubahan kita atau titik melompat menuju pribadi yang lebih baik lagi, lebih super, lebih bermartabat dan semakin menambah kedekatan kita kepada Sang Pencipta. Bukankah setiap detik usia kita berkurang? Seyogyanya pulalah bertambah amal ibadah kita.

Pada kesempatan kali ini saya juga sampaikan met milad bagi yang berulangtahun tanggal 17 dzulqo’dah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah dan rahmat-Nya kepada kita. J

Catatan kaki :Bagi yang lahir pada tanggal-tanggal berikut dan lahir setelah maghrib maka saya ucapkan selamat karena sama dengan tanggal lahirku 😀

26 September 1980, 15 September 1981, 05 September 1982, 25 Agustus 1983, 13 Agustus 1984, 03 Agustus 1985, 23 Juli 1986, 13 Juli 1987, 01 Juli 1988 dan 20 Juni 1989.

( ditulis pada tanggal 21 september 2013 sekira selepas isya’ J )

Paket APBN vs APBD : Bedanya apa sih?

Banyak calon siswa pelatihan di BLK Sleman yang masih belum paham apa itu paket APBN dan APBD serta apa saja persamaan dan perbedaannya.  Bagi yang sudah tahu biasanya sebelum mendaftar akan bertanya dahulu “ Ini pelatihan APBN atau APBD pak?”. Saya tentu tahu apa maksud dibalik pertanyaan tersebut.  Yang mereka cari tentunya paket APBD yang mana akan mendapat barang penghargaan atau toolkit di akhir pelatihan. Bagi yang belum tahu tentu tidak akan mempermasalahkan apakah itu APBN atau APBD. Nah untuk itu saya akan menjelaskan apa saja persamaan dan perbedaan paket pelatihan APBN dan APBD melalui tabel berikut .

NO

Uraian

APBN

APBD

1

Pembiayaan Pusat Daerah

2

Lama pelatihan 240 JP ( 30 hari ) Antara 160 JP (24 hari) – 240 JP (36 hari) tergantung  paketnya.

3

Snack ada tidak ada

4

Sertifikat ada ada

5

Uang transport ada ada

6

Toolkit / barang penghargaan tidak ada Ada (sesuai kejuruan masing-masing)

Nah setelah mengetahui perbedaan tersebut diharapkan calon peserta sudah mengetahui apa saja hak sebagai siswa pelatihan sehingga tidak kecewa di belakang hari. Tapi sebagai penimba ilmu yang baik selayaknya menjadikan ilmu sebagai tujuan utama sehingga tidak perlu mempersoalkan akan mendapat toolkit atau tidak, ada snacknya atau tidak.

Go-Blog : Mengapa sih kita nge-Blog?

Suatu waktu dalam beberapa kesempatan saya sering bertanya kepada teman-teman. “Punya blog gak?”  Berharap mereka mau berbagi denganku. Tetapi sayang, rata-rata jawaban yang mereka berikan tak jauh dari kata “ Wah gak punya… gak suka nge-blog..”. Ada juga sih yang mereka tidak nge-blog karena emang gak tau mau nulis apa.

Nge-blog memang bukan suatu kewajiban, pun punya blog tidak menentukan tingkat kesejahteraan pemiliknya. Hehehe… Jadi boleh dibilang orang yang suka ngeblog alias blogger itu orang-orang istimewa. Setidaknya mereka punya materi yang akan disampaiakn dan punya kemampuan menuangkan ide-ide dan uneg-uneg dalam suatu tulisan. Jujur, gak mudah loh menulis itu. Meskipun sekedar menulis. Percaya deh.. Kalo gak punya materi gak bakal bisa nulis. Yang sudah punya materi aja kadang mentok di suatu titik dan tidak bisa menyambungnya. Itu masih mending berhenti di suatu titik, setidaknya sudah selesai kalimatnya, lhaa kalo berhenti di suatu koma kan lebih miris.. Hehehehe… bercanda fren 😀

Di sini saya gak akan menjustifikasi atau menilai mereka yang tak punya blog. Terlepas memang banyak penyebab kenapa mereka tidak nge-blog. Ada yang memang tidak suka, ada yang tidak tahu sama sekali apa itu blog, ada yang cuma tidak punya keberanian saja dan lain-lain. Yaa itu adalah pilihan mereka, sebagaimana kita yang nge-blog juga adalah pilihan. Yang mana tidak bisa disalahkan dan dipersoalkan.

Kalo nge-blog adalah pilihan tentunya ada alasan yang mendasari pemilihan keputusan untuk ngeblog ini. Nah di sini saya akan memaparkan sedikit alasan kenapa sih kita (perlu) ngeblog. Siapa tahu setelah baca tulisan ini ada diantara teman-teman yang belum punya blog jadi terinspirasi untuk punya blog.

Alasan pertama, BLOG adalah media yang paling gampang untuk kita menuangkan ide dan bisa dibaca banyak orang (tentu saja yang baca blog kita entah itu karena tahu itu blog kita atau tidak sengaja tersesat di blog kita..hehehe). Bayangkan, kalo kita coba memasukkan ke media-media cetak local aja itu sulitnya minta ampun. Apalagi media cetak nasional. Banyak tahap filtering yang harus dijalani. Kalo di blog, kita bebas mau nulis apa, pake gaya bahasa apa saja (resmi atau enggak terserah kita), mau diapain aja terserah kita. Kita bebas menuangkan ide, selama batas-batas yang ditentukan penyedia layanan tidak dilanggar.

Alasan kedua, terkadang kita banyak punya ide yang ingin di-share dengan orang lain. Sementara kita tidak punya wadah yang bisa menampungnya. Diary, hanya bisa kita baca sendiri. Padahal kita ingin berbagi. Mau di print dan copy terus disebarin ke orang-orang, jelas butuh banyak biaya, belum lagi kalo  yang dikasih sebenarnya gak butuh info kita. Mubadzir khan..Nah daripada ide numpuk di pikiran dan jadi sampah di otak mending dikeluarkan saja dalam bentuk tulisan dan postinglah di blog.

Alasan ketiga, nge-blog membuat pikiran dan wawasan kita aktif. Ketika kita memikirkan membuat tulisan, pastilah kita akan menggali ide, mengumpulkan materi, baca-baca referensi. Walhasil secara tidak langsung jadi terbuka wawasan kita. Kita juga dapat informasi balik yang bermanfaat dari blog atau situs yang kita kunjungi.

Alasan keempat, nge-blog membuat kita bisa berkenalan dengan orang lain, sesama blogger biasanya. Dan banyak fakta yang membuktikan bahwa ada yang dapat pasangan gara-gara blog. Serius. Mereka saling kenal lewat blog, saling mengangumi tulisan, tertarik lalu kopdar, cocok dan nikah. Ada yang seperti itu. Tapi bagi kita setidaknya dapat teman baru yang punya hobi sama, setidaknya hobi nge-blog, adalah sesuatu yang berharga. Kita bisa saling bertukar info, saling memberikan tanggapan dan dari sanalah jalinan silaturahim bisa terbentuk. Syukur bila nantinya bisa berlanjut ke pertemanan di dunia nyata dan membawa manfaat. Saya selalu yakin bahwa ketika kita berteman dengan seseorang pasti akan ada manfaatnya entah dalam bentuk apa.

Alasan kelima, apa yaaa….. mungkin empat itu dulu cukuplah yaa.. Kalo ada yang mau nambahi ya monggo saja. Semoga yang sedikit ini bisa nambah wawasan teman-teman. Mungkin itu dulu tentang mengapa sih kita ngeblog? Sambung lain waktu bila dapat ide lagi. Hehehe…

(18 sept 2013, purnama tanggal 14 dzulqo’dah 1434 H, cahayanya tersaput mendung…)

Panggung

Apa yang bisa kukatakan tentang panggung
Arena manusia tampil dengan segala rupa tingkahnya
Bermain peran dalam cerita-cerita yang pakem
Memainkan beribu wajah dan lakon
Suatu waktu mengulas senyum, tawa, bahagia
Waktu lain mengurai air mata, menyedu sedan
Lain waktu lagi diam, mematung, segan
Dan panggung itupun harus bubar
Bilamana pakemnya telah usai
Meski tanpa tepuk riuh tangan penonton

Karya-Karya Sapardi Djoko Damono

Entah kapan aku kenal dengan karya-karya SDD. Tapi sejak tau karya-karyanya yang sebagian besar adalah puisi, menjadikanku sedikit banyak mulai menyukai jenis karya sastra yang satu ini. Jadi inspirasi, meski gak bisa menirunya. Karena puisiku itu, entah ding bisa disebut puisi pa enggak, lebih terasa polos, apa adanya, gak hiperbolis, menjemukan, sedikit sarkastik dan bisa membuat berurai air liur. Tapi yaaa itulah kemampuanku. Gak masalah toh.. hehehe..

Dah lah mari kita simak saja beberapa judul karya SDD. Monggo dinikmati dan dicentangi mana yang sudah dibaca. 🙂

Kumpulan Puisi/Prosa

  • “Duka-Mu Abadi”, Bandung (1969)
  • “Lelaki Tua dan Laut” (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
  • “Mata Pisau” (1974)
  • “Sepilihan Sajak George Seferis” (1975; terjemahan karya George Seferis)
  • “Puisi Klasik Cina” (1976; terjemahan)
  • “Lirik Klasik Parsi” (1977; terjemahan)
  • “Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak” (1982, Pustaka Jaya)
  • “Perahu Kertas” (1983)
  • “Sihir Hujan” (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
  • “Water Color Poems” (1986; translated by J.H. McGlynn)
  • “Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono” (1988; translated by J.H. McGlynn)
  • “Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
  • “Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia” (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
  • “Hujan Bulan Juni” (1994)
  • “Black Magic Rain” (translated by Harry G Aveling)
  • “Arloji” (1998)
  • “Ayat-ayat Api” (2000)
  • “Pengarang Telah Mati” (2001; kumpulan cerpen)
  • “Mata Jendela” (2002)
  • “Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?” (2002)
  • “Membunuh Orang Gila” (2003; kumpulan cerpen)
  • “Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an – 1910an)” (2005; salah seorang penyusun)
  • “Mantra Orang Jawa” (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
  • “Before Dawn: the poetry of Sapardi Djoko Damono” (2005; translated by J.H. McGlynn)
  • “Kolam” (2009; kumpulan puisi)
  • “Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita” (2012)

Continue reading

Poligami : Pria Single vs Pria Menikah

Sejak jaman kuliah dulu, tema poligami di kalangan laki-laki (ikhwan), terasa ‘eksotis’ untuk dibikin bahan candaan. Bahan candaan? Ya iyalah.. Tapi bukan artian membercandai  syariat poligami. Paling banter kalo ada yang bertanya “ Emang mau poligami to?”. Ada saja yang nyeletuk “ Iya, tuh kayake akh anu pengen poligami “ Sementara yang disebut namanya sebagai akh anu cuma cengar-cengir saja. Setau saya akhirnya gak ada yang serius dan berniat poligami. Hehehe.. Mungkin sudah kecagol (kebentur) realitas kali ya..

Continue reading