Semalam Hujan

Semalam Hujan. Rintiknya membuncahkan rindu. Menghirup aroma tanah yang t’lah lama menanti kekasihnya datang. Ada syahdu yang merasuk. Mengingatkanku pada sebuah sosok di masa lalu. Masa kecilku. Rindu. Aku selalu rindu hujan. Hujan yang membasahi hausnya rinduku. 
– hujan tak sekedar rintik air, hujan adalah curahan rindu –

Tadi malam hujan, sekira ba’da isya’. Bukan yang pertama sih, karena beberapa malam sebelumnya juga sempat hujan malam-malam. Hujan sepertinya tahu kapan waktu orang beristirahat, ia datang malam-malam menyenandungkan rintik yang meninabobokkan. Tapi ketika malam itu ia datang, aku sudah terlelap. Dua peri kecil yang setia menggelayuti kelopak mataku sudah sukses mengajakku bermain di alam mimpi. Suara bidadari yang membangunkanku-pun tak kuasa mencuriku dari alam mimpi. Maaf ya.. gak bisa menikmati hujan bersamamu..🙂

Tapi tadi malam, dua peri kecil itu terlambat menggelayuti. Walhasil hujan pun turun di saat aku masih terjaga. Sayangnya bidadari itu tak sedang bersamaku. Hujan. Aroma tanah yang khas. Tanah yang tlah lama menanti kekasihnya datang. Membasahi kerinduan yang selama ini tertahan. Aku selalu suka hujan. Semenjak kecil memang suka, suka hujan-hujanan. Meski pernah sekali borokan gara-gara hujan-hujanan. Sekali saja, gak lebih. Hujan selalu menyajikan pesona tiada tara. Bermula rintik yang menumbuhkan harapan, kemudian deras memenjarakan setiap insan di bawah atap kebersamaan. Endingnya kembali rintik hingga tetesan terakhir.

Dan suasana setelah hujan itu sungguh syahdu. Masih terpatri olehku, suatu sore setelah hujan mereda. Kicau burung di pucuk bambu memberitahuku bahwa terang tlah datang. Mengajakku berlarian menuju kebun. Berburu rambutan. Buah-buah ranum yang dijatuhkan hujan menjadi buruan yang eksotik. Beradu cepat dengan waktu menjelang maghrib. Kebun ditepian kuburan itu selalu menyajikan adrenalin tersendiri. Mendengar kata kuburan saja sudha menggidikkan bulu kuduk. Apalagi menjelang malam. Dan memang kuburan di kampungku itu, seraaaaam, bagi anak kecil tentunya. Setelah dewasa, masih juga sih.. he…

Hujan. Pokoknya suka deh… Terlalu absurd jika ditanya alasannya. Hujan bagiku membawa harapan. Hujan, dengannya ditumbuhkanlah berbagai macam tanaman. Dibasahinyalah tanah yang gersang. Sejuk. Namun hujanpun kadang membawa cemas. Cemas menanti keluarga yang belum pulang di saat hujan menyerbu. Takut, ketika hujan berkolaborasi dengan angin, meliuk-liukkan pepohonan dengan liarnya. Hujan itu hebat. Sebuah karunia Sang Maha Pencipta yang Maha Hebat. Hujan merupakan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita.

Hujan… Syukurilah ketika ia datang. Memujilah kepada Allah SWT atas nikmat berupa hujan. Pokmen hujan is the best lah… Sampai bila harus bermantol-mantol atau berjas hujan ria… Nikmati aja.🙂

2 thoughts on “Semalam Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s