OVERLOAD !!!!!

Pagi ini kembali menyusuri jalanan Berbah melaksanakan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa. Betapa mulianya.😀 . Bersama si Megy (Mega Pro) menapaki aspal sejengkal demi sejengkal. Merasakan sensasi naik motor fully manual. Hehehehe. Tujuan utama adalah menuju kelurahan Jogotirto yang letaknya berbatasan dengan kabupaten Bantul. Pagi ini saya memilih jalur jalan yang mengarah ke KP4 UGM karena kalau harus memutar di kawasan KR sedang tidak mood jadinya memilih agak jauh sedikit. Sekalian refreshing dan ganti suasana karena sudah terlalu sering memutar di kawasan KR.

Ada pemandangan yang menurut saya agak nyentrik sekaligus memprihatinkan. Apakah itu? Kita lihat tangkapan kamera G502-ku berikut ini :

overload

Yup sebuah pick-up tua yang membawa beban sedemikian besaaaar, sehingga mesin pickup itu tergopoh-gopoh sepanjang perjalanan. Mirip seperti kakek-kakek yang diminta membawa segunung belanjaan. Nyentrik sih, sekaligus memprihatinkan. Kok memprihatinkan? Ya iya lah. Kondisi seperti itu seolah menjadi satu bukti betapa keselamatan pengendara dan pengguna jalan itu tidak menjadi nomor satu. Entah dinomorduakan atau mungkin malah tak pernah dipikirkan. Semua itu tertutup oleh satu alasan “biar hemat ongkos jalan”.

Mafhum, di masyarakat kita istilah “sekalian saja, daripada bolak balik” sangat popular dipraktekkan. Demi menghemat biaya dan tentunya waktu juga biasanya suatu barang kalau bisa diangkut sekali jalan maka akan ditempuh berbagai cara agar barang itu muat. Termasuk seperti gambar di atas. Memang sih hal tersebut akhirnya menjadi solusi agar barang bisa sekali muat. Tapi akibatnya adalah mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain.

Pada kondisi ini pengendara mau melakukan overtake saja harus menunggu. Memastikan kendaraan dari arah berlawanan tidak ada. Akibatnya harus bersabar di belakang pick-up tersebut. Kenapa harus bersabar? Karena pick-up itu jalannya pelan-pelan. Mirip kura-kura dinaiki kelinci. Kalau sudah begini bukankah waktu tempuhnya juga bisa dua kali dari waktu tempuh kalau tidak overload. Berarti tidak jadi menghemat waktu dong.

Dengan keadaan seperti itu, pick-up juga jalannya harus ke tengah agar sisi kiri tidak menabrak atap bangunan yang ada di sepanjang tepian jalan. Inilah yang saya bilang mengganggu kenyamanan yang lain. Mau overtake dari kiri tidak mungkin. Mau overtake dari kanan harus memastikan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan. Kalau di jalanan sepi masih lumayan. Tak terbayangkan kalau di jalanan padat merayap. Wuih pasti semakin tiarap. Keselamatan sudah pasti jadi taruhan.

Sudah selayaknya bagi kita untuk mulai memprioritaskan keselamatan diri kita dan juga kenyamanan pengguna jalan lain. Jangan sampai kita egois, memaksakan sesuatu hal yang, mungkin menurut kita, praktis dan hemat tapi sebenarnya mengganggu hak orang lain. Penghematan memang perlu tetapi jika sudah berbenturan dengan hak orang lain, seyogyanya hak orang lain juga menjadi pertimbangan utama. Bukankah akan nyaman jika kita bisa saling berbagi, saling memahami dan menerapkan prinsip “seandainya aku di posisi mereka”.

NB: cara penulis mengambil foto mohon jangan ditiru tanpa pertimbangan yang matang. Sangat beresiko. Hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s