Selepas Hujan

dibawah-hujan3Kembali membicarakan hujan. Suka banget sih sama hujan??? Emang iYa… Secara lagi memulai musim penghujan gitu. Jadi apalagi yang mau dibicarakan kalau bukan sang kekasih yang mulai menyapa. Tapi kali ini bukan membicarakan hujannya, entar kupingnya panas lagi.. #eh.. Kali ini akan membicarakan romantisme dan eksotisme suasana selepas hujan.

Kemarin sore, selepas ashar, seperti biasa aku dan bidadari kecilku berjalan-jalan menikmati indahnya suasana menjelang tenggelamnya sang surya. Kembali ke peraduannya, dipeluk malam yang pekat. Membuainya dalam istirahat setelah seharian memberikan sinarnya kepada seluruh penghuni alam.

Sawah yang membentang luas, dengan sisa batang padi yang habis dipanen, sementara awan di langit barat masih menyisakan sedikit awan hitam. Awan hitam lainnya telah melebur menjelma menjadi hujan yang baru saja berhenti merintik. Sisa hangat mentari  menelusup ke pori-pori kulit, memberi rasa syahdu dalam kalbu. Romantis dan eksotis. Bahagia tiba-tiba membahana. Ternyata tak hanya kami yang merasakan. Seluruh penghuni alam pun berbahagia. Lihatlah ratusan kepak sayap pipit yang memecah kesunyian. Cericitnya menyenandungkan untaian pujian. Di sela-sela cengkerama satu sama lain menikmati indahnya sore itu.

Kupu-kupu jingga menari-nari diantara sela-sela batang padi yang masih tersisa. Anggun meliuk-liuk, bersahaja tanpa suara kepak yang membahana. Sayapnya yang jingga itu serupa warna mentari yang hendak bersembunyi. Indah.

Rerumputan liar yang tak semuanya ku kenal juga ikut menikmati sore itu. Lepas dari bayang-bayang padi yang selama ini menaunginya, kini mereka berani menampakkan diri, di antara potongan batang-batang padi yang dibabat panen beberapa waktu yang lalu. Hijaunya daun dan liukan batang rerumputan itu begitu indah. Sulurnya menyapa satu sama lain merayakan kebebasan.

Begitulah peristiwa di sore itu. Hujan yang beberapa waktu lalu berhenti merintik tak lantas membawa serta keeksotisan suasana. Syahdunya masih bertahan, sementara waktu sebelum menyusul pulang kembali kepada hujan untuk esok kembali lagi turun bersama kekasihnya itu. Dan demikian dari waktu ke waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s