…dan pada akhirnya semua mesti dipertanggungjawabkan…

percakapanWuih panjang nian judulnya e… hehehe… Mungkin judul terpanjang yang pernah saya bikin. Eh maaf kali ini mau nulis yang tanpa bercanda.  Ya mungkin out of my mainstream sih jadinya. Tapi ya gak papa lah ya..

 

Mengawali tahun baru 1435 H ini ada baiknya kita sejenak merenung, mengheningkan cipta dan merasai tubuh dan jiwa kita, menyepi.  Mari kita rasakan, betapa sesungguhnya diri ini lemah tiada berdaya di hadapan-Nya. Namun kebanyakan kita merasa yang paling gagah, paling unggul, paling serba diantara yang lain. Dalam pikir kita, dalam laku kita, dalam ucap kita terkadang terselip salah dan khilaf, justru bukan yang tiada kita sengaja.   Ada kesengajaan untuk melukai oranglain, membuat orang lain merasa terdzolimi.

Saya selalu terinspirasi oleh sebuah ayat inna sam’a wal bashara wal fu’aada kullu ulaaika kaana ‘anhu mas’uulan. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.(QS. Al-Isra : 36). Mendengar ayat ini seakan hati ini dicambuk agar bangun dari kelalaian.  Betapa tidak, apa yang selama ini kita dengarkan, apa yang selama ini menjadi kenikmatan dalam pandangan dan apa yang terbetik dalam hati, yang selama ini kita anggap enteng, suatu hari nanti akan diminta pertanggung jawabannya.

Kemudian bila kita kembangkan lebih lanjut, termasuk apa yang kita tulis juga akan dimintai pertanggungjawabannya. Tulisan-tulisan kita di media cetak, media elektronik, social media, sms-sms, WA dan masih banyak yang lain, semua akan dimintai pertanggungjawaban. Kalau sudah begitu masihkah kita akan mengeluh melalui tulisan, apakah kita juga akan mencaci, memaki, mengumpat? Ketika nanti di hari dimana tiada lagi amal, yang tinggal hanyalah penghitungan dan kita diperlihatkan itu semua, akankah kita masih bisa berkelit?

Teknologi yang pesat memang membawa kemudahan di satu sisi. Tetapi juga melahirkan dilema di sisi yang lain.  Tiada mengikutinya maka akan terlindas jaman, mengikutinya tanpa kendali yang baik juga akan menghancurkan diri kita. Masih mending jika hanya menghancurkan di dunia, tetapi akan ironis sekali ketika justru akan menghancurkan diri kita di akhirat nanti.

Yuk mari senantiasa kita bangkitkan kesadaran bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya. Setiap kita akan melakukan sesuatu bersitkan dalam hati “… dan pada akhirnya semua mesti dipertanggungjawabkan…

Selamat Tahun Baru 1435 H, semoga semakin berkah dan semakin sholih (ah) dari waktu ke waktu.  :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s