Setetes Darah Anda Nyawa Bagi Mereka

Donor DarahSebagai bagian dari rangkaian  memperingati hari jadi korpri yang ke-42, pada Jumat 22 november 2013 kemarin diadakan senam massal dan aksi donor darah. Alhamdulillah pada jumat itu saya berkesempatan untuk mengikuti senam massal- walau tidak mendapat doorprize satupun– yang dilanjutkan dengan donor darah. Tapi tak mengapa karena memang tujuan utama datang ke lapangan adalah untuk menyumbangkan sedikit darah yang mengalir dalam tubuhku. Setidaknya anggaplah sebagai suatu bentuk sedekah, memberikan apa yang dimiliki untuk mereka yang membutuhkan.🙂

Mari kita sedikit mengintip informasi seputar donor darah. Selain sebagai tambahan informasi juga sebagai pelecut bagi kita yang merasa sehat untuk ikut juga menjadi donor.

Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara suka rela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah (wikipedia.com). Jadi donor darah adalah aksi sukarela, siapapun boleh ikut tanpa paksaan apapun asal memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku bagi seorang pendonor darah.

Apa saja syarat dan ketentuan menjadi donor darah itu? Ini dia…

  1. Umur 17-60 tahun ( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  2. Berat badan minimal 45 kg
  3. Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  4. Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  5. Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  6. Hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram
  7. Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

Lalu ada pula kondisi-kondisi dimana seseorang akan ditolak menjadi donor. Ini dia…

  1. Pernah menderita hepatitis B
  2. Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  3. Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi
  4. Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga
  5. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  6. Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil
  7. Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  8. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus dipteria, atau profilaksis
  9. Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, dan tetanus toxin
  10. Dalam jangka waktu satu tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
  11. Dalam jangka waktu satu minggu sesudah gejala alergi menghilang
  12. Dalam jangka waktu satu tahun sesudah transplantasi kulit
  13. Sedang hamil dan dalam jangka waktu enam bulan sesudah persalinan
  14. Sedang menyusui
  15. Ketergantungan obat
  16. Alkoholisme akut dan kronis
  17. Mengidap Sifilis
  18. Menderita tuberkulosis secara klinis
  19. Menderita epilepsi dan sering kejang
  20. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk
  21. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya kekurangan G6PD, thalasemia, dan polibetemiavera
  22. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  23. Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.

Nah ternyata banyak juga khan syarat dan ketentuan menjadi donor darah.. Meskipun katanya sukarela tetapi tidak sembarang orang bisa menjadi donor darah. Tentunya hal di atas bukan untuk membatasi niat baik kita, tetapi demi menjaga keselamatan diri kita sendiri dan juga keselamatan orang lain.

Emang kalau sudah menjadi donor darah apa sih manfaat bagi kita? Kok mau-maunya menjadi donor darah. Ternyata donor darah mempunyai manfaat bagi kita sebagai pendonor dan juga bagi oranglain. Bagi kita manfaat donor antara lain :

  1. Mengetahui Golongan Darah Tanpa di Pungut Biaya. Ini bagi yang belum tahu golongan darahnya. Tapi sepengalaman saya biasanya cuma ditanya golongan darahnya apa, lalu dicatat oleh petugas.
  2. Secara teratur memeriksakan kesehatan (tiap kali menjadi donor/tiap 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi badan, berat badan, hemoglobine, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, Penyakit HIV/AIDS
  3. Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh.
  4. Pendonor yang secara teratur mendonorkan darah (setiap 3 Bulan) akan menurunkan Resiko Terkena penyakit Jantung terutama pada laki-laki sebesar 30% (British Journal Helath) seperti serangan jantung koroner dan stroke karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru. Badan merasa sehat.
  5. Nafsu makan bertambah.
  6. Menanamkan jiwa sosial

Sedangkan manfaat  bagi penerima darah :

  1. Sekali menjadi Donor dapat menolong/menyelamatkan 3 orang pasien yang berbeda.
  2. Menyelamatkan jiwa seseorang.

Nah banyak banget khan manfaatnya… Apalagi jika kita niatkan untuk sedekah maka insya Allah akan berpahala dan menambah amalan kita sebagai bekal di akhirat nanti. So, jangan lupa ketika akan mendonorkan darah niatkan untuk bersedekah semoga memberi manfaat bagi orang lain. Karena suatu amalan atau kegiatan khan tergantung niatnya…

Yuk mari bagi siapapun kita yang memungkinkan untuk menjadi pendonor darah untuk secara ikhlas memberikan sedikit darah kita. Insya Allah akan mendapat balasan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s