Persalinan Normal vs Sesar. Sebuah Pilihan?

wanita hamil kartunTanggal 29 Desember 2013 kemarin menjadi sebuah momen yang membahagiakan bagi keluarga besar saya. Adik saya pada hari itu menjalani persalinan anak pertama. Alhamdulillah setelah perjuangan yang hampir 2 hari akhirnya anaknya bisa lahir dengan selamat. Melalui persalinan normal, sekitar pukul 20.30 lahirlah sang jabang bayi dengan berat 33 ons dan panjang 51 cm.

Proses persalinan yang menurut saya agak diwarnai drama. Bagaimana tidak, di penghujung detik-detik menunggu persalinan ada keinginan adik saya untuk melakukan sesar dikarenakan menahan sakit yang luar biasa. Saya sendiri tidak bisa mengukur berapa besar sakit tersebut, dikarenakan saya laki-laki yang mana tidak ditakdirkan mengandung dan melahirkan. Tapi saya pernah membaca suatu artikel katanya manusia bisa menahan level sakit sampai level 45. Tetapi ibu yang melahirkan sakitnya bisa mencapai level 47. Allahu Akbar. Sungguh karunia Allah begitu besar sehingga seorang ibu bisa menahan sakit yang luar biasa demi melahirkan anaknya. Kalau sudah begitu sungguh tega nian anak yang berani kepada orangtua. Si anak pastinya tidak menyadari betapa berat perjuangan demi melahirkan dia.

Ketika sudah bukaan 7,5 adik saya merasa kesakitan dan memunculkan permintaan bagaimana kalau sesar saja, sementara suaminya yang tidak tega melihat penderitaan istrinya agaknya akan menyetujui usul tersebut. Namun saya berkata kepadanya “ Yang sabar, banyak berdzikir saja. Kamu tidak sendirian. Banyak wanita yang sudah menjalaninya. Pasti sakit. Tapi kalau orang lain bisa, kamu juga pasti bisa. Kalau bisa normal jangan memilih sesar.” Demikian kira-kira kalimat yang saya ucapkan untuk mendorong adik saya agar bertahan dengan persalinan normal. Sementara Bidan yang menangani hanya bilang untuk menunggu tanpa adanya kata-kata penyemangat. Bahkan ketika ada lontaran kalimat pengen sesar, bu bidan berkata “ yang sabar saja.. tapi kalau pengen sesar bisa saya antar sekarang..” Loh kok begitu sih, pikir saya. Harusnya diberi semangat dong biar bisa menjalani persalinan normal.

Tapi akhirnya kami sekeluarga bisa meyakinkan adik saya untuk melahirkan secara normal dan alhamdulillah akhirnya lahir juga secara normal. Dari kejadian ini saya semakin yakin akan perkataan istri bahwa di Indonesia proses persalinan masih menjadi pilihan antara normal dan sesar. Orang boleh memilih untuk menjalani normal atau sesar, kecuali bagi yang memang harus dengan operasi sesar. Sementara di negara lain, persalinan sesar merupakan pilihan terakhir bila persalinan normal tidak memungkinkan. Juga teringat sebuah tayangan infotainment yang kebetulan menayangkan seorang artis yang sedang diperiksa kehamilannya. Kemudian setelah selesai dia mengatakan apakah nantinya akan melahirkan normal atau sesar. Saya dan istri mengernyitkan dahi ketika melihat hal itu. Kok bisa milih gitu sih? Kalau bisa normal kenapa harus sesar?

Tapi melihat ekspresi adik saya yang menahan sakit yang sangat tersebut, kiranya saya bisa sedikit memahami kenapa masih banyak ibu-ibu yang sebenarnya bisa melahirkan secara normal tetapi justru memilih untuk menjalani sesar. Yaitu agar tidak terlalu merasakan sakit yang sangat tersebut. Tapi bukankah yang namanya melahirkan itu pasti sakit. Baik itu normal ataupun sesar. Kalau persalinan normal maka sakitnya ketika menjelang detik-detik (baca: jam-jam ) persalinan. Kata bu bidan sakitnya itu antara bukaan 4 – 10. Kalau sebelum itu belum terlalu sakit. Bu bidan juga berkata “ kalau masih bisa senyum berarti masih lama.. soalnya beda ekspresinya kalau mendekati persalinan..lihat saja besok… “. Kalimat itu terlontar ketika baru saja masuk klinik. Dan terbukti bahwa mendekati detik-detik persalinan kiranya senyum itu berganti ekspresi menahan sakit yang sangat. Tapi setelah lahir sang jabang bayi seolah-olah sudah tidak ada sakit yang sangat.

Sementara persalinan sesar sakitnya justru setelah sang jabang bayi lahir. Saya sangat memahami hal ini dikarenakan istri saya, qadarullah, harus menjalani persalinan sesar dikarenakan plasenta previa. Kasus yang katanya 1 diantara 100 persalinan. Betapa sakitnya istri saya setelah operasi selesai. Rasa nyeri yang sangat di area rahim, apalagi ketika obat bius sudah kehilangan efeknya. Apalagi hampir 24 jam diharuskan terbaring di tempat tidur. Hanya boleh miring ke kanan atau ke kiri itupun harus pelan-pelan. Belum lagi jahitan di perut harus diperhatikan kebersihannya. Dan seminggu kemudian baru bisa dibuka. Apakah sakitnya selesai? Bahkan sampai beberapa bulan masih merasakan nyeri. Saya bukan bermaksud mendramatisir, tetapi saya menyampaikan fakta yang terjadi kepada istri saya. Mungkin saja akan berbeda antara pengalaman istri saya dengan wanita yang lain. Tapi itulah gambarannya. Bahwa yang namanya melahirkan pasti akan sakit.

Saya berharap jika ada yang membaca tulisan ini setidaknya menjadi pertimbangan apakah ketika bisa menjalani persalinan normal, masih mau menjalani sesar. Tapi mungkin ada sebagian oknum dokter yang menjadikan operasi sesar sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan. Secara biaya operasi sesar cukup besar dibanding persalinan normal. Bisa 6 kali lipatnya. Sekali lagi saya mengatakan hanyalah oknum alias segelintir dokter saja. Saya yakin bahwa tenaga medis pastilah akan menyarankan yang terbaik bagi pasiennya. Kalau masih bisa normal saya kira tenaga medis juga akan menyarankan untuk normal.

Saya jadi teringat percakapan saya dengan seorang ibu di kantor. Waktu itu beliau bertanya.

“ Mas gimana anaknya? “

“Baik bu, alhamdulillah… “

“ Normal atau sesar? “

“ Sesar bu… “

“Wah dibohongi dokternya itu… “

Saya hanya tersenyum ketika beliau bilang demikian. Saya juga tidak menjawabnya. Yang pasti saya tahu bahwa sesar yang kami pilih dikarenakan tidak ada jalan lain selain operasi sesar. Kalau masih bisa normal tentu saja saya dan istri tidak akan memilih sesar. Tapi dari perkataan beliau saya menangkap bahwa “ ohh berarti memang ada dokter yang menyarankan sesar padahal sebenarnya bisa normal.. “

Tapi hal ini, dalam kasus lain, bukan melulu kesalahan dokter juga. Saya sempat menjumpai ada seorang ibu yang minta untuk di-sesar saja, karena sudah tidak tahan sakit. Padahal ini anak ketiga, sedangkan yang dua anaknya lahir normal. Kalau sudah begini siapa yang salah. Untungnya waktu itu bu dokternya tetap keukeuh untuk menunggu. Kalau memang tidak bisa normal ya baru sesar.

Maka dari itu, saya sangat menyarankan bagi ibu-ibu yang bisa melahirkan normal untuk menjalani persalinan alamiah tersebut. Jadi melahirkan normal atau sesar bukan suatu pilihan. Operasi sesar hanya dilakukan ketika peluang untuk melahirkan secara normal tidak memungkinkan atau terjadi hal-hal yang memang mengharuskan operasi sesar semisal pendarahan yang hebat, plasenta previa, sungsang, bayi terlalu besar dan masih ada lagi..

Tapi saya yakin bahwa  ketika melihat hadirnya sang buah hati yang lucu dan menggemaskan sang ibu telah lupa akan rasa sakitnya. Masya Allah… Begitu hebatnya rasa kasih sayang yang tulus. Mampu mengalahkan rasa sakit yang bagaimanapun.

babay kartun

*tulisan ini dibuat oleh seseorang yang tidak bekerja di bidang medis, sehingga bila ada informasi atau istilah medis yang kurang tepat mohon kiranya dikoreksi.

** untuk tulisan sesar saya sengaja demikian agar mudah dibaca. Sedangkan seharusnya adalah caesar.

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013

Tahun 2013 segera berakhir. Insya Allah tidak sampai sehari lagi sudah akan berganti tahun. Pergantian tahun bagi sebagian orang memiliki makna khusus, spesial. Maka tak heran malam pergantian tahun selalu menjadi momen yang dirayakan besar-besaran hampir oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan jauh-jauh hari mereka sudah mempersiapkannya. Belum lagi media-media elektronik yang memang akan menyiarkan gelaran akbar tersebut hampir di selmua channel televisi yang ada. Pergantian malam tahun batu memang sebegitu meriah.

Tapi apakah semua itu memberi manfaat kepada kita? Baik secara individu maupun secara kolektif. Ketika malam itu dirayakan dengan semeriah-meriahnya, dengan seheboh-hebohnya, dengan semarak yang luar biasa, pesta kembang api semalam suntuk, tiup terompet setiap saat. Adakah efek positifnya bagi kita bila kita hanya melakukan ritual tanpa dimaknai dengan sebenar-benarnya. Bukankah jamak dari masyarakat kita hanya tergiur oleh meriahnya malam pergantian tahun, tanpa tahu hal pokok yang seharusnya dilakukan, jika masih menganggap momen pergantian tahun baru adalah sesuatu yang spesial. Bukankah kebanyakan dari masyarakat kita hanya berhura-hura saja, menghabiskan malam dengan gegap gempita pesta, membakar berjuta-juta rupiah hanya untuk sekedar melihat kenaikan satu angka digit terakhir dalam barisan empat angka tahunan. Jika sudah begitu apakah makna pergantian tahun baru itu? Apa makna gegap gempita dan hura-hura itu?

Malam tahun baru bukankah sama dengan malam-malam sebelumnya ataupun juga malam-malam setelahnya, karena setiap saat waktu berjalan baik dengan sepengetahuan manusia ataupun tidak. Kita mau bergadang semalaman, memelototi detik-detik jam dinding, waktupun akan berlalu, hari akan berganti. Atau kita mau lewatkan dengan tidurpun hari juga akan berganti. Atau kita gunakan untuk beribadah juga hari akan berganti.

Sejatinya bukan bagaimana kita akan melewatkan detik-detik itu dengan perayaan yang mewah, hura-hura, konser dan kegegap gempitaan yang lain. Sejatinya yang menjadi penting bagi kita adalah bagaimana memaknai pergantian tahun ini sebagai sebuah tonggak atau momen perubahan menjadi lebih baik. Bagaimana kita meng-evaluasi diri kemudian kita merangkai-rangkai solusi untuk kemudian kita laksanakan di tahun yang baru. Bahkan sejatinya bagi kita sudah sepantasnya mengevaluasi diri kita setiap hari, sehingga tiadalah berlalunya malam-malam kita melainkan ada sepenggal waktu di sana untuk bermuhasabah diri, mengevaluasi diri. Kalau sudah seperti ini rasanya tiadalah perlu kita merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang berlebihan.

Memang sebagian kita ada yang membuat evaluasi dan kemudian meramu solusi di momen pergantian tahun. Dan itu sah-sah saja. Setiap orang memiliki hak untuk itu. Tapi saya yakin bahwa sebagian besar kita juga setuju bahwa untuk mengevaluasi diri tidak perlu dengan hura-hura, dengan pesta pora. Bukankah hal itu, hura-hura dan pesta pora, justru akan melalaikan manusia dari hakikat mengambil manfaat adanya pergantian tahun. Akan lebih bijak kiranya jika kita memaknai malam pergantian tahun baru dengan sesuatu yang positif. Akan lebih bermanfaat kiranya jika uang-uang yang dihambur-hamburkan itu dikumpulkan dan disalurkan demi membantu masyarakat-masyarakat miskin. Akan lebih baik jika momen pergantian tahun menjadi ajang bakti sosial dimana masyarakat yang mampu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sudah saatnya bagi kita untuk mengubah haluan menanggapi malam pergantian tahun dari kegiatan hura-hura dan pesta pora menuju kegiatan amal dan sosial. Insya Allah akan lebih membawa berkah. Pun akan lebih baik lagi jika kita lakukan itu tidak hanya saat pergantian tahun saja tetapi menjadi semacam kegiatan rutin.

#31 desember 2013, kurang dari 15 jam lagi 2014.

2013 2014

BERBAGAI CARA MENDAPATKAN JODOH

Jodoh. Apa sih yang dimaksud jodoh? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, jodoh itu:

n 1 orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan: 2 sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: 3 cocok; tepat:

Berdasarkan arti tersebut mari kita fokuskan untuk memahami dengan 1 orang yg cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan. Memang dalam banyak kesempatan ketika kita bicara tentang jodoh ya akan mengerucut kepada makna pasangan hidup.

Dari dulu jodoh memang sebuah hal yang misterius sampai kita menemukannya dan meresmikannya dalam sebuah akad nikah. Sebelum masa itu tiba kita belum tahu apakah jodoh atau bukan. Yang ada adalah seseorang yang diharapkan menjadi jodoh kita. Lantas apakah setelah akad nikah bisa disebut jodoh? Kita lihat makna kedua dan ketiga yaitu2 sesuatu yg cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan: 3 cocok; tepat: Nah dari situ kita lihat apakah nantinya ada kecocokan atau tidak. Jika ada kecocokan yang berakibat langgengnya ikatan pernikahan berarti memang jodoh. Tetapi jika ternyata banyak ketidakcocokkan yang berakibat perceraian berarti memang tidak jodoh.

Mari kita bicara tentang mencari jodoh. Mencari jodoh itu bisa dikatakan gampang-gampang susah atau susah-susah gampang. Banyak orang yang katanya mencari-cari sejak lama namun tiada ketemu juga. Ada pula yang sekali ketemu eee… langsung cocok.

Jodoh memang misteri. Mungkin kita gak menyangka hadirnya lewat mana atau mungkin dari langit mana ia turun.hehe. Yang pasti dia tidak hadir tanpa sebab dan tanpa perantara. Nah berbagai macam cara atau perantara yang bisa menyampaikan kepada jodoh kita.

Dari TEMAN

Tak salah jika dalam sebuah hadits disebutkan bahwa silaturahim dapat mendekatkan rejeki dan memperpanjang umur. Termasuk rejeki adalah jodoh. Untuk itu perbanyak silaturahim dengan teman, cari banyak teman, buat koneksi baru setiap hari, jaga persahabatn yang sudah terjalin. Siapa tahu dari salah satu sekian teman ada yang berniat baik atau melihat kebaikan kita sehingga mau menjodohkan dengan temannya atau bahkan saudaranya.

Dari KELUARGA

Biasanya kalo disebut dari keluarga pasti banyak yang bilang ‘bukan jamannya siti nurhaliza eh siti nurbaya’. Apa sih yang salah dengan perjodohan? Kebanyakan kita menganggap perjodohan adalah hal yang buruk karena terkesan ada pemaksaan dari pihak keluarga. Tapi jangan keburu menolak jika akan dijodohkan. Lihat dulu siapa tahu orang yang dijodohkan itu lebih baik dari yang pernah kita temui atau mungkin pernah kita harapkan. Kalaupun tidak berkenan juga yakinlah orangtua sekarang sudah banyak yang toleran dan bisa memahami. Dan semoga orangtua kita termasuk model yang toleran.

Dari BIODATA

Cara yang satu ini tergolong jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Tetapi masyhur di kalangan aktifis dakwah. Cara ini memang agak berbeda dari dua cara di atas, tetapi juga tidak terlepas dari dua cara yang telah disebutkan. Dengan biodata maka kita akan mendapat gambaran calon dengan membaca datanya, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan untuk mengklarifikasi biodata dan menanyakan hal-hal yang perlu. Tentu saja pertemuan tidak bisa hanya dua orang perlu pendamping, bisa teman atau keluarga. Maka saya bilang cara ini tetap membutuhkan rekomendasi teman atau keluarga.

Untuk itu janganlah kita terfokus pada satu cara saja. Banyak cara mendapatkan jodoh. Jika satu cara belum berhasil jangan sungkan cari pake cara yang lain. Dan cara pun tidak terbatas hanya 3 hal di atas masih banyak lagi seperti dari tempat kerja, karena satu pengajian, satu komunitas, satu event dan masih banyak lagi. Tetapi dari kesemuanya itu pasti melibatkan Teman atau keluarga atau kolaborasi teman dan keluarga. Mari bersemangat dalam mencari jodoh. Yakinlah suatu saat kita akan menemukannya, yang terpenting adalah usaha.

rdblt17november2011

Tahapan -Tahapan Ta’aruf Via BIODATA

Pada postingan terdahulu, yang insya Allah akan saya muat lagi, ada beberapa cara mendapatkan jodoh. Salah satunya melalui biodata. Mungkin masih asing bagi sebagian kita ya… Tapi ternyata itu ada dan sudah banyak yang menjalaninya.. Mudahkah? Tentu tidak juga.Tidak serta merta ada biodata, kita setuju lalu jadi. Ada tahapan-tahapan atau proses yang harus dilalui. Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya kita coba menggali apa sih enaknya atau kelebihan via BIODATA ini. Tentu saja setiap cara ada kelebihan dan kekurangan. Tapi asalkan semuanya berpangkal pada bahwa mencari jodoh juga berarti mencari keridhoan Alloh maka jika kita ikhlas menjalani semuanya karena Alloh maka akan menjadi lebih ringan.

Ini dia kelebihan via BIODATA:

  1. Belum saling mengenal sehingga keputusan diambil dengan lebih mudah (terutama untuk bilang tidak alias menolak) karena belum tahu satu sama lain.
  2. Kita bisa memilih mana yang menurut kita lebih cocok dan sepadan dengan kita. Bisa milih dari daerah mana, atau latar belakang bagaimana, atau profesi apa dan lain sebagainya. Tapi ingat bahwa terlalu banyak kriteria yang bukan syar’i akan mempersulit diri. Jadi harus berani dan bijak dalam mempertimbangkan.
  3. Kita bisa mengetahui gambaran besar karakter seseorang sehingga kalau nantinya jadi maka sedikit banyak kita telah tahu karakternya. Jadi lebih mudah menyesuaikan.

Ada kelebihan ada pula kelemahannya. Adapun kelemahannya bahwa dalam proses ini dituntut kejujuran masing-masing pihak (ikhwan-akhwat) dalam menuliskan karakter dan kriteria masing-masing. Meskipun nantinya juga akan ketahuan jika ada kepalsuan atau kepura-puraan. Sehingga jika ada yang tidak jujur maka akan menyakiti yang lain dan bisa pula jadi tidak percaya dengan proses semacam ini.

Setelah tahu kelebihan dan kelemahannya maka tinggal kita pilih mana yang sesuai dengan diri kita. Memang tak ada paksaan untuk mencari lewat cara apa yang penting kita tahu aturan masing-masing cara.

Mari kita masuk ke inti bahasan yaitu tahapan-tahapan ta’aruf (perkenalan) via BIODATA:

  1. Menulis biodata mengenai diri sendiri, baik data pribadi maupun gambaran tentang keluarga kita. Jangan khwatir silakan minta blanko ke Murobbi atau Murobbiyahnya masing-masing. Isi dan buat dengan sejujur-jujurnya dan terbuka (terutama abtraksi tentang keluarga dan kepribadian). Insya Alloh kalau sempat ane postingkan juga contoh biodata dan abstraksi.
  2. Setelah itu berikan ke murobbi atau murobbiyah masing-masing. Ingat jangan serahkan ke murobbi/ah orang lain.hehehe.. Karena nanti akan dilampiri rekomendasi dari murobbi/ah-nya. Nah setelah itu kita tinggal menunggu untuk diproses. Jangan menganggap prosesnya bakal cepat begitu mengumpulkan esok harinya langsung dipanggil audisi..hehehe.. Harus sabar menunggu karena biodata yang numpuk juga banyak. Terutama bagi akhwat biasanya lebih lama karena data yang numpuk bisa beberapa kali lipatnya dibanding datanya para ikhwan. Rata-rata antara 1 bulan sampai bertahun-tahun. Untuk itu berdoa saja semoga disegerakan.
  3. Untuk proses selanjutnya akan kita bagi menjadi proses ikhwan dan akhwat. Karena ada beberapa perbedaan untuk selanjutnya bisa menyatu kembali.Proses ikhwan:
    Ikhwan mendapat biodata dari murobbi. Biasanya dalam satu kali bisa dapat antara 1-3 biodata. Silakan baca dan pelajari masing-masing biodata. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Dalam kasus khusus ada pula yang sampai 2 bulan.hehehe.. Tapi lebih tepat (antara 1-2 minggu itu) lebih baik. Jangan menahan biodata terlalu lama, takut mendzolimi akhwatnya. Setelah mantap dengan salah satu (ingat!!! mantap dengan salah satu, tidak boleh mantap dengan dua biodata) segera beritahukan murobbi agar segera disampaikan ke pihak akhwatnya (tentu saja melalui murobbiyahnya). Sampai tahap ini jangan senang dulu, karena masih harus menunggu persetujuan akhwat untuk tahap selanjutnya.
    Nb: Kalau tidak sreg dengan biodata-biodata yang diperoleh ya silakan segera pula kembalikan ke murobbi, untuk nanti dicarikan biodata baru lagi.Proses akhwat:
    Setelah ikhwan menyatakan memilih biodata akhwat maka murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat untuk menyampaikan biodata sang ikhwan. Dalam hal ini akhwat hanya memperoleh satu biodata saja. Silakan baca dan pelajari biodatanya. Setelah itu sholat istikhoroh untuk memutuskannya. Biasanya diberi tenggat waktu antara 1-2 minggu. Hampir sama juga dengan ikhwan. Jangan terlalu lama karena ikhwan juga menunggu sambil harap-harap cemas.hehehe… Baik menerima atau menolak untuk proses selanjutnya harap segera hubungi murobbiyahnya. Kalau sudah menyatakan setuju maka siap-siap untuk proses taaruf nyata dengan bertemu. Siapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih mengganjal di hati dan butuh untuk ditanyakan. Karena ada pengalaman beberapa teman yang ketika taaruf bingung apa yang mau ditanyakan. Sementara juga bingung kalau tidak bertanya..Gimana tuh jadinya?
    Nb: kalau menolak biodata berdoalah semoga biodata yang akan datang lebih cocok dan juga tidak terlalu lama.Kembali ke proses ikhwan:
    Setelah menyatakan setuju dan menghubungi murobbiyahnya maka selanjutnya murobbiyah akhwat akan menghubungi murobbi ikhwan yang intinya menyampaikan bahwa sang akhwat setuju untuk lanjut. Begitu juga kalau akhwat tidak menginginkan lanjut, akan disampaikan lewat murobbi ikhwan. Agar lebih terjaga hatinya. Nah makanya tadi dibilang jangan senang dulu karena masih ada dua kemungkinan jawaban diterima atau ditolak. Berdoalah agar yang terbaik yang kita dapat. Kalau ditolak ya mohon ke murobbi untuk segera dicarikan lagi. Kembali mulai tahap 3 ini dari awal.
  4. Setelah ikhwan dan akhwat setuju untuk lanjut maka agendakan kapan bisa taaruf nyata dengan bertemu. Ini harus ada kesepakatan dan juga tidak terlalu lama kecuali ada alasan syar’I yang memaksa untuk menunggu.
  5. Dalam proses pertemuan pertama ini akan didampingi masing-masing murobbi dan murobbiyah. Jangan berpikir ketemuannya cuma berdua saja.hehehe.. Tujuannya adalah lebih mengenal karakter masing-masing dengan lebih dalam dan sekalian nadzor (melihat). Nah caranya bisa dengan pemaparan alias presentasi lalu dilanjutkan tanya jawab (mirip wawancara seleksi hehehe) atau langsung tanya jawab tentang hal-hal yang memang urgen (penting) untuk ditanyakan. Makanya tadi disampaikan tulis pertanyaan-pertanyaan yang harus disampaikan agar tidak menyita waktu dan yang pasti lebih mengena sasaran. Tips: tanyakan hal-hal yang prinsipil saja. Meskipun untuk hal-hal yang tidak prinsipil tetapi jadi pertimbangan penerimaan juga boleh ditanyakan. Semisal rencana tempat tinggal setelah nikah, pekerjaan istri dan lain-lain. Intinya jangan mempersulit diri, tetapi segala ganjalan bisa terungkapkan. Jujur saja dan jangan takut mengungkapkan yang sebenarnya. Dalam proses ini bisa berlangsung cepat, ada pula yang lamaaa sekali. Tergantung banyak tidaknya hal yang harus ditanyakan dan dibahas. Biasanya cukup sekali ketemu, tetapi ada juga yang meminta pertemuan selanjutnya dikarenakan banyak hal yang harus ditanyakan lagi.
  6. Setelah taaruf pertama ini, masing-masing kembali beristikhoroh untuk menentukan apakah yakin atau tidak setelah mendengar jawaban dan pemaparan langsung dari pihak yang diajak taaruf. Dalam memutuskan silakan diskusi dengan orangtua mengenai pihak yang telah mengajak/diajak taaruf. Boleh juga bertanya pada murobbi, tanya pendapatnya dan pertimbangannya. Setelah mantap maka silakan beritahukan kepada murobbi/ah masing-masing mau lanjut atau tidak. Nanti antar murobbi akan berkomunikasi dan menyampaikan hasil/jawaban dari pertemuan pertama. Dalam hal ini sang ikhwan akan ditanya terlebih dahulu oleh murobbinya, mau lanjut atau tidak. Baru setelah itu murobbi sang ikhwan akan menghubungi murobbiyah sang akhwat. Murobbiyah sang akhwat akan menyampaikan jawaban ikhwan kepada sang akhwat. Murobbiyah juga akan mendengarkan jawaban akhwat apakah lanjut atau tidak. Lalu akan dikomunikasikan lagi dengan murobbi sang ikhwan utnuk selanjutnya disampaikan kepada sang ikhwan. Alhamdulillah kalau semua menginginkan lanjut, kalaupun tidak berarti kembali ke proses nomer 3 lagi. Mulai dari awal lagi…
  7. Proses selanjutnya yaitu masing-masing pihak mempresentasikan sang calon (afwan saya bahasakan demikian biar gampang memahaminya) kepada orangtua. Biasanya orangtua akan bertanya mengenai latar belakang sang calon dan berbagai hal lainnya. Silakan jawab apa adanya. Jangan membaik-baikkan atau memburuk-burukkan. Karena ini akan kita pertahankan jangka panjang dan penerimaan orangtua harus dipertimbangkan. Jangan sampai kita menikah tapi orangtua tidak setuju.. gak banget deh..Hasil dari tahap ini juga akan berpengaruh terhadap tahap selanjutnya. Kalau orangtua tidak setuju berarti cukup sampai di sini. Berarti mengalami kegagalan dan harus mulai dari awal lagi.
  8. Setelah semua setuju maka biasanya ada kunjungan dari pihak ikhwan baik didampingi murobbi atau teman kepada orangtua akhwat. Tujuannya mengenalkan diri dan menyampaikan maksud untuk serius dengan putrinya. Di sini pula orangtua akhwat akan bertanya mengenai latar belakang ikhwan. Jawab dengan jujur dan apa adanya. Jangan membaik-baikkan jangan pula memburuk-burukkan. Dari pertemuan ini orangtua akhwat akan menilai ikhwan apakah pantas untuk diterima atau tidak. Makanya bikinlah kesan pertama yang menyenangkan tapi jujur jangan dibuat-buat..hehe..Di sini pula orangtua akan menjawab langsung atau menjawab lewat pemberitahuan selanjutnya. Tapi biasanya orangtua sudah setuju. Tetapi tidak menutup kemungkinan orangtua tidak setuju yang berarti proses dinyatakan gagal.
  9. Setelah orangtua akhwat setuju maka selanjutnya adalah pertemuan antar keluarga. Dalam adat Jawa, orangtua ikhwan berkunjung ke orangtua akhwat untuk memperkuat maksud sang ikhwan. Jika sudah sampai tahap ini maka secara resmi berarti sang akhwat telah dipinang. Meskipun sebenarnya sejak ikhwan datang baik dengan murobbi atau teman ke rumah orangtua akhwat berarti sang akhwat telah dipinang.
  10. Untuk selanjutnya masuk ke proses menuju pernikahan. Ini tergantung adat istiadat masing-masing daerah.

Demikian gambaran besar bagaimana ta’aruf / perkenalan yang didahului dengan biodata. Mungkin terlihat ribet dan sulit tetapi yakinlah kalau sudah menjalani insya Alloh cukup mudah dan sederhana. Yang penting tahu aturan-aturannya.. Yang pasti janganlah menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dikenal dan tidak jelas asal-usulnya baik secara syar’i maupun secara manusiawi. Makanya fungsi taaruf adalah mengenal calon pasangan hidup. Meskipun awalnya gak kenal tetapi pastikan sebelum menikah sudah kenal.

NB: Yang namanya jodoh itu segala prosesnya insya Alloh mudah. Jadi kalo sudah sulit berarti kemungkinan besar proses akan mengalami kegagalan. Jadi persiapkan hati untuk tidak berharap jika rasa-rasanya prosesnya kok sulit.

rdblt22november2011

Sudah Nikah Jangan Lebay Ahhh….

“Ternyata nikah itu enaknya cuma 5%. Yang 95%? Enaaaak sekali..” status seseorang yang baru aja nikah.

“Lagi nyiapin sarapan buat suami tercinta nih.. semoga my hubby senang..” status seseorang yang lain lagi.

“ Pagi sayangku, cintaku…I love you istriku…” wall seseorang di facebook istrinya.

“ Lagi nemenin istri belanja…tugas pertama sebagai suami yang baik.” Tulis yang lainnya lagi.

Belum lagi foto-foto mesra baik sebagai foto profil atau pamer foto-foto jalan-jalan.. Huff…

Menikah bagi yang baru saja melaksanakannya memang menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Berubah status, berubah nuansa kehidupan dan masih banyak lagi yang lainnya. Banyak cara untuk mengekspresikannya dan sah-sah saja karena memang ditujukan kepada seseorang yang sudah sah.

Tapiiii….. tak jarang bentuk ekspresi seperti itu terkesan lebay, berlebihan. Haruskah ekspresi sayang dan bentuk perhatian serta aktifitas keseharian dengan suami/istri dituliskan di media umum? Atau mungkin memang pengen diketahui aktifitasnya ?

Kalau ada yang bilang salahkah hal itu? Kan aku tulis di facebook-ku sendiri atau di facebook suami/istri sendiri bukan suami/istri orang lain?

Teman….. Tak selamanya apa yang kita lakukan harus dinilai dengan benar atau salah. Kita tentu sadar bahwa teman-teman yang ada di facebook berasal dari berbagai macam karakter manusia, mempunyai berbagai latar belakang yang tak sama, mungkin juga kondisi yang kurang beruntung dibanding kita.

Toleransi. Itu yang ingin saya sampaikan. Diantara teman-teman di facebook, ada yang belum beruntung dipertemukan dengan jodohnya. Boleh jadi dia lebih khusyu’ dalam berdoa, lebih besar penantiannya dalam mendambakan belahan jiwa, namun Allah belum mengijinkan dia menikah. Bayangkan betapa merindunya dia. Diapun pengen sekali mengatakan betapa bahagianya dia menikah, mempunyai suami/istri dan berbagai aktifitas yang semuanya bisa bernilai ibadah.

Bagaimanapun karakter dia, ketahuilah sedikit banyak ada rasa cemburu dengan kemesraan yang ditunjukkan melalui jejaring sosial seperti facebook. Kalau sudah begitu tegakah kita (bagi yang sudah menikah) membuat saudara sendiri cemburu, membuat dia mengangankan kapan tiba waktunya menikah, atau yang paling buruk membuat dia tidak sabar menanti. Bisa jadi dia berkata “ Ya Allah kapankah tiba waktuku? Berapa lama lagi hamba harus menunggu..”

Di sisi lain, kita juga harus berpikir. Untuk apa sih mengumbar kemesraan di dunia maya? Agar semua orang tahu kalau kita sayang banget sama suami/istri? Ingin semua orang tahu kalau kita adalah suami/istri yang baik? Lalu setelah semua orang tahu, apa manfaatnya bagi kita?

Bukankah sebaiknya kemesraan itu lebih kita maksimalkan dalam bentuk kasih sayang di rumah, sementara di luar rumah jangan pula terlalu banyak mengumbar kemesraan. MEMANG SUDAH HALAL, namun TIDAK AHSAN alias GAK BAIK bro n sist.. Bukankah kemesraan itu selayaknya tidak jadi bahan konsumsi umum. Iya kalau bener-bener seperti itu. Kalau ternyata hanya untuk menutupi kekacauan yang ada di rumah tangga, lalu terbongkar aslinya maka akan lebih memalukan lagi.

Tidakkah cukup suami/istri kita saja yang merasakan kasih sayang dan mengakuinya. Tak perlulah berkoar-koar di jejaring sosial. Sama tak perlunya juga menuliskan aktifitas keseharian di facebook.

Kita boleh bilang ”status, status gue, nulis di facebook gue, kenapa elu yang sewot?”
Maka orang lain-pun juga bisa bilang “ facebook, facebook gue, gue yang baca sendiri, kenapa status elo yang norak mampir di facebook gue.. gak penting banget.. gue unfriend ajalah..”

Teman, kita juga perlu untuk bertoleransi di dunia maya. Tidak perlulah terlalu sering menulis status-status yang mengumbar kemesraan , komen-komen yang genit dan menggoda, juga kalau bisa hindari upload foto-foto kemesraan dengan pasangan. Hargai perasaan teman-teman kita yang belum menikah. Bukan mereka tak mau, bukan mereka tak laku tapi yakinlah bahwa Allah punya rencana yang terbaik bagi mereka. Jangan kita mendzalimi saudara kita. Mari doakan saja saudara, keluarga dan teman-teman yang belum menikah agar segera bisa ditakdirkan menikah. Bagi yang sudah menikah kita doakan semoga semakin bertambah barakah.

Selanjutnya, ketika mengumbar kemesraan dengan pasangan yang halal saja perlu berhati-hati, apatah lagi kemesraan dengan yang tidak halal.

#kodexxvii-oi-mmx-

Perilaku Biker Yang Bikin Errrgggghhhhhh………

Pengalaman bermotor ria selama bertahun-tahun pastilah menemui hal-hal yang gak diinginkan. Apalagi akhir-akhir ini dimana perilaku berkendara sebagian biker sangat mengganggu. Tak jarang bikin errrrgggghhhhhhh. Ni dia beberapa perilaku biker yang sangat mengganggu biker lainnya.

1. Berkendara sambil ber-HAPE-ria

Paling sering nemuin para biker yang berkendara sambil pegang HAPE. Kalo Cuma pegang sih gak masalah. Tapi mereka beraktifitas dengan hape. Paling sering ditemui adalah ber-SMS ria sambil pegang stang dengan satu tangan. Hal ini sangat mengganggu pengendara lain. Efek yang ditimbulkan adalah laju kendaraan melambat, mending kalo jalanan sepi gak begitu terasa, tapi dalam kondisi jalanan padat dan di jalur cepat, akan membuat dilema. Mau disalip jalanan penuh dan beresiko, gak disalip bikin lama perjalanan. Padahal sudah ada aturan kalo berkendara dilarang beraktifitas dengan hape. Emang seberapa pentingkah SMS itu sampai harus membalas SMS ketika berkendara. Atau mungkin SMS dari temennya yang akan bunuh diri kalo SMS gak segera dibalas.wkwkwkwk… Sebagai biker yang sadar akan keselamatan diri sendiri dan orang lain tentunya jangan lakukan hal tersebut.

2. Nerobos Lampu Merah

Menerobos lampu merah dengan tanpa kena tilang bisa saja terjadi. Bahkan di daerah yang pelosok masih sering terjadi dan aman-aman saja. Padahal sejatinya sangat berbahaya bagi pengendara lain. Ada dua macam yang dikategorikan menerobos lampu merah. Yang pertama tetap melaju saat tahu lampu merah menyala. Yang kedua, untuk traffic light- yang ada penghitung mundurnya, sudah mulai jalan saat lampu merah menyala menyisakan sekitar 2 detik menuju lampu hijau. Kalo kondisi sepi sih nda masalah. Tapi kalo kondisi persimpangan yang ramai akan sangat riskan. Bisa terjadi kecelakaan. Asal tau aja kalo dalam pelajaran sekolah dulu, lampu kuning tanda harus mengurangi kecepatan, tapi prakteknya lampu kuning berarti memacu kendaraan lebih kencang agar tidak terjebak lampu merah. Nah kalo kendaraan justru semakin cepat saat lampu kuning, sementara di persimpangan lain sebelum lampu hijau sudah menyala, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi? Ya memang sih masih banyak yang selamat, tapi kan tetep aja mengandung resiko. Kalo boleh dibilang menciptakan resiko dengan melanggar aturan itu suatu perbuatan bodoh.

3. Bermesraan saat berboncengan

Kayaknya sih… eh bukan kayaknya tapi yakin kalo mereka belum nikah. Usia juga masih bau kencur tapi kalo berboncengan dah mesra banget. Kayaknya mau nunjukkin kalo mereka pasangan paling romantis sedunia. Padahal NIKAH AJA BELUM. Justru kalo pasangan yang sudah nikah, malah santai-santai aja waktu boncengan. Kemesraan hanya ditunjukkan di rumah aja. Pernah lihat kasus remaja berboncengan kena tilang setelah nerobos lampu merah. Kalo aku sih gak kasihan, tapi malah nyukurin. Dan kayaknya perlu deh dibuat aturan dilarang bermesraan saat berboncengan. Selain hal itu (bermesraan-red) mengganggu mata juga termasuk maksiyat.

4. Berjajar dan mengobrol

Perilaku selanjutnya yang tak kalah membuat reseh adalah biker yang berjajar dan saling ngobrol plus jalannya pelan. Kalo kondisi sepi sih gak masalah, tapi kalo kondisi jalanan ramai bisa bikin ujian kesabaran. Apa emang mereka gak punya perasaan atau emang gak mengetahui kalo hal itu menghambat pengendara lain.

Itulah beberapa perilaku biker yang kadang bikin kita eneg melihatnya. Masih banyak lagi perilaku yang membahayakan biker baik yang bersangkutan lebih lebih biker lain. So, jangan sampai kita ikut-ikutan seperti mereka. Ingat bahwa berkendara di jalan raya berarti kita menggunakan fasilitas umum. Jangan seenaknya saja, pastikan keselamatan diri sendiri dan kenyamanan orang lain.

rdblt 31mei2102

HAL-HAL YANG SERING TERLUPA SAAT BERKENDARA

 

Berkendara ternyata punya aturan-aturannya yang semuanya bertujuan demi keselamatan pengendara maupun orang lain.

Namun sebagai manusia yang tak pernah luput dari lupa (cieee sok bijak….), kadang biker tidak sadar kalau ternyata aturan-aturan itu dilanggar. Nah ini dia beberapa hal yang sering terlupa saat berkendara.

1. Lupa nyalain lampu sein saat mau belok

Hal ini bisa dikarenakan biker sedang buru-buru sehingga lupa atau memang dah kebiasaan biker. Lampu sein adalah salah satu tanda bagi biker bahwa dirinya akan belok ke kanan atau kiri. Dengan tanda ini maka biker yang lain akan tahu bahwa kita akan berbelok sehingga bisa mengambil tindakan tepat agar tidak menyenggol atau menabrak. Biasanya kita akan kaget kalo tiba-tiba ada biker yang nyelonong motong jalan kita. Apalagi kalo berada di jalur cepat, resikonya tinggi. Ingat peraturan yang berlaku yaitu UU No 22 tahun 2009 Pasal 112 yang berbunyi :

(1)      Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

Makanya sempatkan untuk sekedar memberi tanda kepada biker lain. Demi keselamatan kita juga biker lain

2. Lupa mematikan lampu sein setelah belok

Kebalikan dari yang pertama tadi, sering juga biker lupa mematikan lampu sein setelah belok. Misal tadi belok ke kiri, lampu sein dinyalakan sebelah kiri, namun setelah jalan bahkan bisa sampai tikungan berikutnya lampu sein lupa tidak dimatikan. Hal ini juga akan mengganggu biker lain karena menyangka kita akan berbelok padahal sebenarnya tetep jalan lurus. Hal ini juga beresiko terhadap kecelakaan, atau setidaknya bikin kesal biker yang menjadi kagok karena ulah kita.

3. Lupa menaikkan standar samping motor

Standar samping hanya digunakan jika kita akan memarkir motor. Setelah jalan maka standar samping harus dinaikkan. Tapi kadang kala kita jumpai biker yang lupa menaikkan standar. Jika jalannya lurus dan rata maka tak akan begitu beresiko. Namun jika jalan bergelombang dan berbelok-belok maka kelupaan ini akan berakibat fatal. Biker bisa terjatuh ketika menikung ke sebelah kiri.

Oleh karenanya pastikan standar samping dinaikkan dahulu sebelum kita menjalankan sepeda motor. Untungnya sekarang sudah ada sepeda motor matic yang mana kalau standar samping tidak dinaikkan maka mesin tidak akan dapat dihidupkan. Mungkin saja untuk mengantisipasi sifat lupa biker untuk menaikkan standar samping sebelum jalan.

4. Lupa menyalakan Lampu Utama

Sesuai UU Lalu Lintas No. 22 tahun 2009 Pasal 107 yang berbunyi :
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.
(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat(1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari
.

maka sebagai seorang biker wajib menyalakan lampu di siang hari.

Sebagian kita masih berpikir bahwa tak wajar menyalakan lampu utama di siang hari. Tapi peraturan tetep peraturan. Kalo melanggar yaa siap-siap aja kena tilang. Tapi ingat juga jangan sampai biker lain silau oleh sorotan lampu sepeda motor kita. Oleh karena itu posisikan di Low sehingga tidak menyilaukan biker lain.

So bagi para biker, ingatlah hal-hal tersebut agar perjalanan kita nyaman dan aman baik bagi kita sendiri maupun oranglain. Salam Biker !!!!!

repost dari blog lawas tertanggal 06 juni 2012