Kunci Langgengnya Pernikahan…

Saya pernah mendapat petuah tentang pernikahan, saya lupa dari mana atau dari siapa, tapi sampai saat ini masih senantiasa terngiang. Jika ada hal yang dapat melanggengkan pernikahan adalah syukur dan sabar. Begitu kira-kira inti dari petuah yang saya peroleh.

Lama saya merenung, ah apa iya sih kedua hal tersebut bisa menjamin kelanggengan sebuah biduk rumah tangga. Apalagi petuah itu saya peroleh di saat saya belum menikah. Wah semakin jauh saja kiranya dari memahami petuah tersebut. Memang sesuatu itu akan bisa dipahami ketika kita sudah menjalani.

Syukur dan sabar. Hmmm… begitu indahnya. Perlukah kedua hal tersebut selalu kita terapkan? Apalagi dalam mengarungi samudera kehidupan yang mana kita ibarat para pengembara. Kemudian setelah beberapa lama saya menjalani dan merenungi akhirnya saya sedikit menemukan arti di balik syukur dan sabar. Dan di sini saya bagikan ke teman-teman pembaca semuanya.

Syukur. Tentu kita hafal terjemahan QS. Ibrahim ayat 7 atau setidaknya tahu isinya yang intinya mengisyaratkan bahwa barangsiapa bersyukur kepada Allah maka Allah akan menambah nikmat, dan barang siapa kufur maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih. Dalam hidup berumahtangga apa sih perlu kita syukuri? Wah kalau bicara hal ini, sangat buaaaanyaaaaak sekaliiiiii… Bahkan kalau kita ingin menghitung nikmat Allah sudah dijamin tidak akan bisa dan tidak akan pernah bisa. Karena nikmat Allah itu buaaaanyaaaak bangeeeeet..Termasuk nikmat berupa pasangan hidup.

Pasangan hidup perlu kita syukuri. Setelah sekian lama kita bersabar, dalam termangu kita senantiasa berdoa agar segera dipertemukan dengan jodoh kita. Diantara banyak godaan untuk berpacaran atau diantara jalan-jalan yang tidak halal untuk mendapat perhatian dari lawan jenis. Dan dari itu semua kita diselamatkan oleh Allah, dihindarkan dari semua godaan itu hingga akhirnya kita dipersandingkan dengan jodoh kita yang halal lagi thoyyib. Bukankah ini sudah sepantasnya kita syukuri.

Kemudian ternyata pasangan kita memberikan banyak hal berupa kebaikan kepada kita, baik itu berupa kewajiban atau kebaikan-kebaikan yang sebenarnya bukan kewajiban dia. Dan itu perlu kita syukuri agar Allah senantiasa memberlimpahi kebaikan-kebaikan tersebut dengan berkah. Insya Allah ketika kita mensyukuri apapun yang diberikan oleh Allah maka akan bertambah pulalah kenikmatan itu, bertambah pulalah rasa kasih sayang diantara pasangan dan bertambah berkahlah rumah tangga kita. Untuk itu mari kita sennatiasa bersyukur atas pasangan kita. Bersyukur kepada Allah dengan lebih giat beribadah dan bersyukur kepada pasangan kita dengan tidak pelit menebar senyum dan ucapan terimakasih.

Tentang sabar. Kita perlu memahami dengan sepenuhnya bahwa tiada manusia yang sempurna. Termasuk pasangan kita. Pasti ada celah buruknya. Haruskah kita menyesali hal tersebut? Lantas kita mengadu kepada Allah, minta ganti yang lebih baik? Ingatlah kita pun pasti juga tak sempurna. Kalau begitu sudah pantas kiranya mendapat pasangan kita. Tidak sempurna mendapat yang tidak sempurna. Tetapi justru dari ketidaksempurnaan tersebut ada sesuatu yang perlu kita benahi bersama dan itu akan menjadi ladang amal.

Memang perlu diakui bahwa terkadang pembenahan itu butuh waktu yang lama. Menyelaraskan perbedaan itu tidak gampang. Nah di sinilah diperlukan kesabaran. Kita harus selalu sabar dalam menerima kekurangan pasangan kita. Boleh jadi kita benci pada sesuatu padahal sesuatu itu memberikan banyak kebaikan pada kita. Boleh jadi pula kita cinta pada sesuatu padahal sesuatu itu menjerumuskan kita pada kehancuran.

Namun di lain hal terkadang perbedaan yang mungkin dianggap cela/aib adalah sesuatu yang memang sudah dari sononya. Dan kalaupun tidak diubah juga tidak berdosa. Untuk hal semacam ini sebaiknyalah kita memaklumi hal tersebut dan beradaptasi. Misal istri memang cantik, sholihah tetapi kalau tidur mendengkur. Ya sudah terima saja. Tidak usah illfeel. Anggap saja bonus kejutan. Atau suami seorang yang ganteng, bertanggungjawab, sholih lagi tetapi ternyata suka kentut dan bau lagi. Ya sudah terima saja.

Syukur dan sabar harus senantiasa seiring sejalan. Ketika kita melihat kebaikan pasangan, di saat itulah kita wajib bersyukur agar bertambah nikmatnya. Bukan bertambah pasangannya ya… hehehe.. Namun bila kita melihat ada kekurangan, di saat itulah kita harus bersabar. Semoga dengan resep ini rumah tangga kita sennatiasa dilimpahi keberkahan dan langgeng sampai ke surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s