Suatu hari di antara hari-hari kita

embunSuatu hari diantara hari-hari kita. Ketika kita berjalan-jalan di pematang sawah. Diantara hijaunya tunas-tunas padi. Rimbun bak permadani yang ditingkahi hangat mentari yang mulai beranjak dari balik gunung. Langit menyemburat merah membiaskan pesonamu yang cantik. Dalam temaram pagi itu senyummu mampu memecah kesunyian. Diantara nyanyian burung-burung yang sudah terjaga, tetap saja suaramu itu terdengar lebih merdu.

Suatu hari diantara hari-hari kita. Tatkala engkau tiba-tiba terdiam, menundukkan kepalamu kepada kuncup daun padi. Kau pejamkan matamu, sementara dirimu syahdu merasai aroma embun. Sejenak hening dalam ketidak mengertianku. Aku takut jangan-jangan embun itu memalingkanmu dariku. Ah, hiperbolis kurasa. Lalu sejurus kemudian kau berkata padaku. “Sejuknya embun pagi, aromanya mendamaikan ya.. “ Dan aku hanya tersenyum. Hadirmu pun menyejukkan hidupku, mendamaikan hatiku .

Suatu hari diantara hari-hari kita. Ketika engkau berdiri diantara dua sisi. Di atas jembatan bambu yang kokoh. Lalu engkau pandangi mentari yang hendak pergi.Kembali engkau pejamkan matamu. Engkaupun kembali merasai aroma senja yang memanjakan sore. Aku berharap senja tak memalingkanmu dariku. “ Indahnya sore ini yaa, lihatlah matari melambaikan tangannya, hendak pergi dari tatapan pertiwi.. “. Begitu katamu. Kau tahu, hadirmu pun memberi keindahan dalam hidupku. Berharap tiada dirimu pergi dari tatapanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s