Hikmah dari Bak Mandi…

bak mandiTadi pagi bak mandi di rumah dikuras, dikarenakan ada jentik-jentiknya. Mungkin karena beberapa lama tidak dikuras jadinya nyamuk merasa menemukan tempat nyaman buat bertelur. Dan juga dikarenakan air PAM terlihat agak keruh.

Setelah selesai dikuras tentu saja diisi lagi agar bisa digunakan untuk mandi gebyar gebyur. Pengisian kurang lebih selama setengah jam dengan laju air setengah maksimal. Air yang terlihat jernih itupun mengalir dengan riuhnya.

Setengah jam kemudian masuklah saya untuk mandi pagi. Tapi saya agak heran kok airnya masih tetap keruh. Padahal terlihat jernih saat keluar dari kran tadi. Memang sih di musim penghujan seperti ini mau tidak mau , sedikit banyak air sumur pun akan sedikit keruh tercampur dengan tanah. Tapi itu tidak masalah kok buat saya. Ternyata buat mandi oke juga.

Dari hal ini kemudian saya termenung. Beneran termenung ini.. Sambil mereka-reka hikmah apa yang bisa saya ambil dari kejadian ini. Walhasil inilah yang ingin saya bagi ke teman-teman semua. Yaitu belajar dari bak mandi.

Manusia mempunyai pundi-pundi untuk amal dan pundi-pundi untuk dosa. Entah nanti mana yang akan terisi penuh dan mana yang sedikit terisi, mana yang lebih berat diantara keduanya. Itulah yang nanti akan menentukan nasib manusia di akhirat nanti. Lalu apa hubungannya mas sama bak mandi?

Manusia terkadang menganggap sepele terhadap dosa-dosa kecil. Ah dosa kecil saja, tidak apa-apa kan… Mungkin begitu kata kita. Hingga sampai saatnya dosa itu menumpuk baru terasa. Akibat banyaknya dosa salah satunya adalah hidup yang terasa berat, kehidupan yang terasa menyesak. Sebagaimana air di bak mandi tadi. Ketika keluar dari kran, sedikit demi sedikit masih terlihat jernih, padahal aslinya membawa partikel tanah. Mungkin kalau kita ambil dalam gelas dan kita lihat pasti terlihat sedikit keruh. Tapi karena kita hanya fokus di air yang keluar kran maka kita tidak menyadari bahwa air itu kotor. Tahunya bersih. Tetapi ketika satu bak sudah penuh baru kita sadar kalau ternyata airnya keruh.

Bagaimanapun kita, bukankah tidak boleh meremehkan dosa sekecil apapun. Boleh jadi karena dosa yang dianggap kecil itu justru yang mendatangkan kemurkaan Allah maka rugilah kita. Jadi usahakan untuk meminimalisir perbuatan dosa, meskipun kita pandang itu kecil. Sudah seharusnyalah kita tidak memandang besar kecilnya dosa, melainkan kepada siapa kita melakukan dosa. Pada hakikatnya setiap dosa yang dilakukan manusia berarti melanggar aturan Allah, sehingga seharusnya manusia takut bila membuat Allah murka.  Yuk snenatiasa ikuti perbuatan buruk kita dengan kebaikan. Bila selama ini terlanjur berbuat dosa, maka saatnya kita mengimbanginya dengan beramal sebanyak mungkin. Insya Allah kebaikan yang kita lakukan akan menghapus dosa-dosa kecil kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s