Masalah ada untuk mendewasakan kita

problemsMasalah. Setiap orang pasti punya. Entah itu masalah yang ringan atau masalah yang berat. Masalah memang akan senantiasa menghinggapi pohon kehidupan kita. Semakin tinggi pohon kehidupan kita ( semakin bertambah usia) semakin kompleks masalah yang kita hadapi.

Masalah kehidupan yang bermacam-macam mungkin saja akan dialami oleh beberapa orang yang berbeda. Contohnya saja masalah kekurangan harta (baca kemiskinan). Masih banyak orang-orang miskin di sekitar kita. Namun akan kita jumpai berbagai cara berbeda antara orang-orang tersebut dalam mengatasi permasalahan itu. Ada yang menjadi pemulung, ada yang menjadi pengemis, ada yang rela makan sehari satu kali dan masih ada lagi. Satu masalah yang sama tetapi bisa memunculkan cara untuk mengatasi yang berbeda-beda. Cara yang berbeda itu sangat dipengaruhi oleh pola pikir dan lingkungan sekitar.

Masalah ada bukan tanpa maksud dan tujuan. Allah memberikan ujian kepada manusia yang salah satunya berupa masalah tentu ada maksud dan tujuannya. Salah satu nya adalah untuk mendewasakan kita. Masalah hadir dalam kehidupan kita untuk membantu kita, melecutkan potensi yang ada. Dengan adanya masalah maka manusia menjadi berpikir bagaimana mengatasi masalah tersebut. Hasil pemikiran tersebut lantas diaplikasikan lalu dilihat hasilnya. Ketika berhasil maka itu menjadi suatu tambahan pengalaman bagi yang bersangkutan.

Masalah kadang diberikan kepada manusia agar manusia tersadar kembali, ingat kembali kepada Sang Pemberi Hidup. Bahwa Allah sangat rindu bila ada hamba yang memohon penuh harap kepada-Nya. Bukankah ketika ada masalah maka kebanyakan kita menjadi ingat kepada Sang Maha Pencipta? Jika demikian adanya maka dalam menyikapi suatu masalah maka pertama-tama yang kita lakukan adalah memohon ampunan kepada Allah. Boleh jadi masalah itu muncul karena banyaknya dosa kita. Kemudian kita mohon petunjuk Allah bagaimana kita harus berbuat, karena tiadalah yang sanggup menolong kita selain Allah SWT. Kalaupun nantinya ada orang lain yang membantu kita, itu adalah seseorang yang memang Allah kirim sebagai jawaban atas masalah kita.

Yuk kita sikapi setiap masalah yang ada sebagai sebuah tantangan, yang mana ketika kita berhasil melaluinya maka naiklah kita satu tingkat lebih tinggi. Anggap masalah sebagai sebuah seni yang perlu penyelesaian yang berseni pula. Mudah? Tentu saja tidak. Tak pernah ada dalam ‘kamus masalah’ bahwa perkataan lebih mudah dari perbuatan. Tapi tentu saja jika kita ingin naik tingkat kita harus berhasil melaluinya. Tetap berjalan pada koridor yang diperbolehkan oleh Allah.

(Turi, 13 Desember 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s