Ketika Keamanan Begitu Mahal

keamananBerita pagi tadi yang sempat dilihat mengenai penemuan kuburan bayi hasil aborsi. Lalu ada seorang ibu yang tega melemparkan anak tirinya ke jalanan sehingga luka-luka. Belum lagi berita seorang remaja putri mencoba bunuh diri hanya gara-gara pacarnya jalan sama cewek lain. Lalu kecelakaan yang merenggut banyak korban dikarenakan kelalaian pengemudi. Dan masih banyak lagi kasus dan kejadian yang menunjukkan betapa nyawa manusia seakan sudah tidak berharga lagi.

Kalau kita melihat berita-berita kriminal, akan kita temukan berbagai macam bentuk kejahatan -ya iyalah namanya juga berita kriminal- mulai dari penganiayaan sampai pembunuhan. Kok rasanya sebegitu mudahnya orang melukai bahkan membunuh orang lain. Ada apa ini? Apakah tiada lagi rasa belas kasihan melihat nyawa teregang. Ataukah sudah mati nurani sehingga tiada lagi rasa bersalah jika sampai menyakiti bahkan membunuh orang lain? Bukankah membunuh satu orang yang tidak bersalah itu sama saja membunuh seluruh manusia?

Kalau sudah begitu, kemana lagi kita hendak mencari rasa aman? Dimana lagi kita merasa bahwa jiwa kita dihargai? Jika setiap hari ketakutan selalu menghantui. Memang benar, nyawa adalah kuasa Allah SWT. Jika sudah tiba ajalnya bagi seseorang maka tak bisa dimajukan ataupun dimundurkan. Bahkan sedetikpun tidak. Tapi kiranya sebagai manusia kita usahakan semaksimal mungkin agar selamat.

Memang benar urusan mati adalah hak Allah SWT. Tapi kalau ada seseorang ngebut lalu dia bilang “ah nyawa kan udah ada yang ngatur, kalau jatahnya masih hidup juga akan selamat.. “ itu namanya cari mati. Secara logika ngebut memberikan potensi bahaya yang lebih tinggi dibanding berkendara dengan sewajarnya. Sudah selayaknyalah bagi kita mengupayakan keselamatan bagi diri kita sendiri dan juga orang lain. Setelah itu serahkan urusan takdir kepada Allah SWT.

Kalau kita renungkan, apa sih yang menyebabkan banyaknya tindak kriminal tersebut? Kalau boleh saya berpendapat setidaknya ada dua hal. Kurangnya kesabaran dan tidak adanya tanggung jawab. Ketika seseorang kehilangan kesabarannya maka ketika dirinya tersinggung maka tersulutlah emosinya. Emosi yang membakar sifat kemanusiaannya menjadikan ia mampu berbuat apa saja, termasuk penganiayaan dan pembunuhan. Kemudian hilangnya rasa tanggungjawab untuk melestarikan kehidupan. Lihat saja betapa banyak bayi yang dibunuh dikarenakan hasil hubungan di luar nikah. Karena tidak ada tanggungjawab dari ibunya disertai rasa malu yang luar biasa maka si ibu tega membunuh bayinya. Sementara di belahan Nusantara yang lain banyak pasangan yang sudah menikah yang sangat mendambakan hadirnya buah hati yang sudah begitu lama dinantikan tak kunjung datang.

Dunia memang semakin gila. Ketika rasa aman sudah tidak ada lagi. Ketika bayang-bayang kejahatan menghantui setiap atap rumah kita. Kepada siapa lagi kita akan mengadu? Selain hanya kepada Allah SWT. Hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan. Mari tingkatkan ibadah kita agar kita sennatiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT diselamatkan di dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s