Aliens MotoGP

MotoGP beberapa tahun terakhir melahirkan istilah aliens. Yaitu bagi mereka yang punya kemampuan lebih dibanding pembalap yang lain. Nyatanya dalam balapan akan sering mereka terlihat jauh di depan meninggalkan rombongan yang lain. Seolah-olah hanya mereka yang ebrtarung untuk kejuaraan. Siapa saja mereka?

Yang pertama tentu Valentino Rossi. Kemudian Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa. Dan yang terakhir yang dijuluki the baby aliens, sang juara motoGP 2013 Marc Marquez. Nah di sini saya akan berbicara sedikti tentang mereka. Pendapat pribadi sih…

Valentino Rossi…

Siapa sih yang gak kenal. Bahkan anak kecil juga tahu. Disebut sebagai legenda Moto GP dengan 9 kali menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. Waow keren. Pada awalnya saya sih gak suka VR dikarenakan selalu mendominasi dengan sering menjadi juara. Tapi sejak VR tidak lagi juara dunia karena pindah ke Ducati saya malah menaruh hormat. Gaya balapnya emang seru. Tak jarang VR menguntit rivalnya selama hampir 2/3 lap, lalu secara mengejutkan melakukan overtake untuk menjadi nomor satu. Gaya ini yang saya suka. Bahkan sering juga di lap-lap akhir baru melakukan overtake. Tentu saja ini menarik bagi penonton, meskipun meninggalkan dongkol bagi yang diovertake. Sudah susah payah memimpin e…. akhirnya disalip juga.

Daya juangnya luar biasa. Tidak mudah menyerah. Dan juga tidak suka terlalu dominan sejak lap pertama. Gak ada ceritanya VR ngacir duluan sejak lap pertama. Tentu saja hal kayak gini jadi poin tersendiri. Dijamin seru deh melihat aksi-aksi yang seperti ini.

Jorge Lorenzo

Sempat digadang-gadang jadi the next Rossi. Tapi ternyata banyak gak miripnya, meskipun pada awal-awal karirnya di MotoGP suka melakukan selebrasi yang unik dan seru kalau memenangi balapan seri. Tapi hanya itu saja sih kemiripan dengan VR. JL begitu singkatannya sudah memenangi 4 titel juara dunia. Sayangnya hanya di dua kelas berbeda. 250 cc dan Moto GP.

Dari gaya balapnya memang tidak sebagus VR. JL lebih cenderung ingin dominan dari awal. Jadi jangan heran dalam balapan seringnya kalau JL sudah di depan yaaa akan terus berusaha sampai finish juga di depan. Jadi jarang lihat aksi overtake JL karena sejak start, yang mana memang dia bagus di start, akan ngacir duluan. Setelah itu biasanya yaaa sudah tidak terkejar. Hal ini sedikit banyak menjemukan. Meskipun di barisan belakang terjadi adu salip tapi tetap tidak seru. Adu salip yang paling seru adalah yang memperebutkan posisi pertama.JL adalah orang yang tangguh di atas motor. Tapi di luar trek kadang jadi cengeng.

Dani Pedrosa

Rider bagus yang kurang beruntung. Begitu kira-kira gambaran DP. Bagaimana tidak sejak 8 tahun membela Honda belum sekalipun juara dunia. Bahkan kalah dengan teammate-nya yang notabene belum lama bergabung. Sebut saja Casey Stoner yang langsung juara dunia di tahun pertama memakai Honda atau Marc Marquez yang langsung juara dunia di tahun pertama naik kelas Moto GP. Sementara DP lebih sering jadi runner-up.

Apakah DP pembalap yang buruk? Tentu tidak. Ada pengamat yang bilang gaya balapnya sangat bagus, sangat textbook sekali. Mungkin karena ini DP jarang terlihat berduel dengan rival. Kalau mungkin di lap awal dia memimpin biasanya pertengahan lomba akan melempem. Gampang di overtake dan kalau sudah di overtake lebih sering nrimo, menyerah dan puas dengan posisinya yang ada. Dan sialnya lagi DP ini sering banget cedera di saat-saat krusial. Yang akibatnya tidak bisa 100 persen di balapan atau kalau tidak malah tidak ikut balapan.

Entah karena apa saya juga tidak tahu. Mungkin dia berpikir kejuaraan masih panjang sehingga belum perlu ngotot. Tapi sayangnya itu bertahan sampai seri-seri terakhir. Akhirnya ketika ngotot sudah tidak berpeluang meraih gelar juara dunia. Sudah tertinggal jauh poinnya. Masih menunggu apakah DP bisa juara dunia atau tidak. Sayang juga kalau tak sekalipun juara dunia.

Marc Marquez

The new baby aliens alias MM. Rookie yang banyak memecahkan rekor di Moto GP. Rekor yang paling fenomenal adalah juara dunia termuda sepanjang sejarah motoGP dan juga juara di tahun pertama naik kelas. Waow keren. Dengan juara di motoGP 2013 MM menyejajarkan dirinya dengan VR yang juara di tiga kelas berbeda. Kalau ada yang bilang MM adalah the next Rossi kiranya tidak berlebihan. Lihat saja gaya balapnya yang mirip sekali dengan VR. Suka menguntit dari belakang lalu kurang beberapa lap langsung overtake. Bahkan setidaknya dua kali MM start dari posisi paling belakang tapi bisa finish pertama. Waow…

Dan MM ini memang digadang-gadang untuk bisa menggantikan magnet VR di gelaran motoGP mengingat VR tidak lama lagi akan pension dan balapan motoGP butuh seseorang yang bisa menjadi legend.. Tangguh di lintasan dan juga humble di luar lintasan. Dan kayaknya saya akan menjagokan MM untuk bisa melampaui rekor VR. Setidaknya 10 kali juara dunia. Bravo MM !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s