Yang Lebih Berhak Menjadi Imam

Diceritakan dari Muslim dari Ibnu Mas’ud berkata : Baik menjadi imam suatu kaum orang yang lebih bisa membaca Alqur’an, maka apabila bacaannya itu sama maka yang menjadi imam yang lebih tahu masalah sunnah, apabila pengetahuan tentang kesunnahan sama maka lebih baik menjadi imam suatu kaum adalah yang lebih dahulu hijrahnya, maka apabila kaum hijrahnya sama maka lebih baik yang menjadi imam yang lebih tua usianya, Jangan menjadi imam seorang laki-laki yang menjadi kekuasaan orang laki-laki dan jangan duduk seorang laki-laki di rumahnya seorang laki-laki atas kemuliaan seorang laki-laki kecuali mendapat ijin laki-laki itu.

Menurut hadits di atas maka urutan orang yang berhak menjadi imam adalah :

1. Orang yang bacaan Al Qurannya paling bagus.
Hal ini terkait pula dengan kefasihan dan kelurusan bacaannya, betul makhroj dan tajwidnya serta hukum-hukum bacaan yang menyertainya.

2.Pengetahuan / ilmu tentang sunnah lebih dalam.
Orang yang lebih tahu masalah agamanya diutamakan daripada orang yang pengetahuan agamanya sedikit.

3.Orang yang lebih dahulu hijrahnya.
Maksudnya adalah orang yang lebih dahulu memeluk islam.

4.Yang lebih tua usianya.

PERLU KITA RENUNGKAN

Sementara di sebagian masyarakat kita, bila imam utama berhalangan dan akan ditunjuk imam pengganti, biasanya akan ditunjuk orang yang paling tua karena dianggap yang paling mengetahui dan mumpuni soal agama meskipun dari sisi bacaan terkadang tidak betul dan kurang berhati-hati. Panjang pendek tidak terkontrol, kapan berhenti dan kapan disambung tidak dipedulikan, bahkan membacanya dengan tergesa-gesa pun tidak menjadi soal. Bahkan yang lebih ironis adalah bila dipilih karena derajat, kedudukan maupun status sosial di masyarakat. Entah itu karena dia menjadi dukuh atau ditokohkan di masyarakat termasuk hanya karena sudah berhaji.

Padahal menurut hadits di atas bahwa orang yang mempunyai bacaan bagus harus lebih diutamakan, tidak perlu memandang apakah dia masih muda atau sudah tua, berhaji atau belum. Karena berhaji tidak bisa diqiyaskan dengan berhijrah. Sehingga tidak dibenarkan bila ada yang berucap ” Pak Haji saja yang sudah genap rukun islamnya.. “. Tetap urutan yang digunakan adalah sesuai hadits tersebut.

Kemudian, juga jangan menjadi imam bila kita sedang berada di luar wilayah kita ( kita sebagai tamu ) tanpa seijin tuan rumah. Boleh jadi bacaan kita lebih baik, namun hak utama menjadi imam adalah sang tuan rumah. Kecuali kalau memang diijinkan oleh tuan rumah maka tidaklah mengapa kita menjadi imam.

kode ix-ix-mmix

One thought on “Yang Lebih Berhak Menjadi Imam

  1. Pingback: Apa Sih Hebatnya Gelar HAJI? | satukataku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s