Alon-alon Waton Kelakon

Alon-alon waton kelakon. Sebuah pepatah Jawa yang menjadi prinsip hidup masyarakat pada jaman dahulu. Sebuah prinsip yang jika di telaah lebih lanjut maka akan menjadi sebuah kekuatan untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Namun sayang, pepatah Alon-alon waton kelakon diterjemahkan dengan “biar lambat asal selamat (terlaksana)”. Akibat pengertian yang salah ini banyak diantara masyarakat yang menyebut pepatah Alon-alon waton kelakon ini tidak relevan lagi di jaman sekarang. Bahkan pepatah ini menjadi bahan ejekan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak punya prinsip, yang tidak mau bekerja dengan cepat dan efisien, yang tidak punya komitmen yang tegas dan berbagai stereotip lain yang kurang baik.

Cobalah kita tengok makna sebenarnya dari pepatah Alon-alon waton kelakon ini. Pepatah ini terdiri dari tiga kata yaitu Alon-alon, Waton dan Kelakon.

1. Alon-alon ( pelan-pelan)
Mengandung arti bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya kita lakukan dengan pelan-pelan. Pelan-pelan di sini mengandung pengertian hati-hati, cermat dan meminimalisir kesalahan yang bisa terjadi. Selain itu juga mengandung pengertian bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan tidak boleh tergesa-gesa (bedakan dengan cepat dan efisien). Kalau suatu pekerjaan itu sudah terikat dengan waktu maka pengertiannya adalah melakukan dengan penuh hati-hati dan terencana sehingga dapat selesai tepat waktu.

2. Waton (dasar)
Waton dalam bahasa Jawa yang berarti dasar. Berasal dari kata Watu (batu) yang sering digunakan untuk membuat dasar bangunan baik rumah maupun bangunan-bangunan lain seperti jembatan, bendungan dan lain-lain.

Prinsip ini mengajarkan bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus tahu dasarnya (dasar hukumnya). Tidak boleh melakukan sesuatu tanpa dasar yang jelas, hanya berdasarkan perkiraan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dalam perkembangan jaman sekarang dasar ini juga bisa dimaknai dengan visi, misi dan tujuan yang jelas. Sehingga seseorang menjadi lebih mantap dalam melangkah, lebih terpacu untuk bekerja lebih giat dan tahu dengan jelas arah dan hasil yang akan diperoleh.

3. Kelakon (terlaksana)
Hasil yang diinginkan dari melakukan suatu pekerjaan adalah terlaksananya tujuan yang ingin dicapai, seberapapun panjang proses yang harus dilalui. Prinsip ini mengajarkan bahwa tujuan utama kita melakukan sesuatu adalah tercapainya suatu hasil, karena ukuran kesuksesan dalam bekerja tidak hanya dinilai dari prosesnya tetapi juga hasil akhirnya. Oleh sebab itu tercapainya tujuan pekerjaan menjadi syarat mutlak bahwa pekerjaan itu telah diselesaikan dengan baik.

Dengan demikian Alon-alon waton kelakon tidak lagi diartikan biar lambat asal selamat, tetapi diartikan sebagai mengerjakan sesuatu dengan dasar yang jelas, dengan cara yang efektif dan efisien dan tujuan tercapai dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s