Dan Syetan-pun Tertawa

Syetan memang telah berjanji kepada Alloh bahwa syetan akan mengajak sebanyak mungkin pengikut dari golongan manusia untuk masuk ke dalam neraka. Berbagai cara ditempuh syetan untuk bisa menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Ketika syetan berhasil memperdaya manusia sehingga manusia itu melanggar aturan-Nya maka ia akan tertawa. Ia merasa menang dan berhasil.

Suatu hari syetan berkata kepada Robb-nya :
” Ya Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Melihat, maka saksikanlah hamba-Mu  itu. Dulu ketika Engkau beri dia sehat, betapa bersyukurnya ia, rajin ke masjid, ibadahnya banyak,suka berbuat kebaikan. Namun kini ketika ia sakit, tak pernah terputus keluhan darinya.Hatinya jauh dari mengingat-Mu. Ya Tuhanku dia akan menjadi kawanku.” Malaikat Atid pun dengan berurai air mata mencatat keburukan hamba tersebut. Malaikat Rokib-pun tersedan menyaksikan.

Suatu hari yang lain syetan berkata kepada Robb-nya :
” Ya Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Melihat, maka saksikanlah hamba-Mu itu. Dulu ketika Engkau pertemukan ia dengan orang-orang yang lemah lagi miskin ia begitu bersyukur pada-Mu bahwa ia masih lebih beruntung daripada orang-orang yang lemah itu. Dia begitu rajin bersilaturahim demi menjaga kekuatan ukhuwah. Tak jarang di sebagian malamnya ia selalu berdoa pada-Mu untuk kebaikan saudara-saudaranya. Namun begitu ia Engkau kawankan dengan para pejabat, dengan orang-orang kaya, dia mulai menjauhi si lemah dan si miskin. Bahkan ia-pun merasa rendah jika harus berkawan dengan si lemah dan si miskin. Silaturahimnya telah berganti. Namun itu tidak tulus karena-Mu. Ada harapan-harapan duniawi, taktik-taktik politik yang kotor demi keuntungannya. bahkan dia-pun lupa mendoakan saudara-saudaranya. Jangankan mendoakan saudaranya, mendoakan dirinya saja ia lupa. Waktunya lebih banyak dihabiskan di cafe-cafe, hotel, bar, bioskop dan tempat hiburan lain.Ya Tuhanku dia akan menjadi kawanku.”

Suatu hari yang lain lagi syetan berkata kepada Robb-nya :
” Ya Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Melihat, maka saksikanlah hamba-Mu itu. Dulu ketika Engkau beri dia kekurangan harta, ia selalu bersabar dan berusaha. Tiada putus ia mengharapkan belas kasih-Mu agar tercukupi kebutuhannya. Tapi begitu ia Engkau beri kelebihan rejeki, dia menjadi sombong, kikir tak mau bersedekah dan ia lupa bahwa semua Engkau yang memberikan. Ya Tuhanku dia akan menjadi kawanku.”

Suatu hari syetan lain berkata kepada Robb-nya :
” Ya Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Melihat, maka saksikanlah hamba-Mu itu. Dulu ketika Engkau beri dia perasaan bodoh, ia menjadi haus akan ilmu,Banyak majelis ilmu ia datangi.Tak peduli seberapa jauhnya itu. Dia juga rajin membaca Al-Quran dan kitab-kitab masyhur. Dan dengan ijin-Mu ilmu dan hafalannya bertambah. Namun ya Robb saksikanlah, ia menjadi takabur. Ia merasa menjadi paling pintar. Dengan mudahnya ia menganggap oranglain salah dan dirinya paling benar.Padahal masih banyak orang yang jauh lebih alim, yang lebih fakih dan lebih tawadhu’ darinya. Rupanya sedikit tambahan ilmu tanpa disertai sikap tawadhu’ telah melalaikannya. Ya Tuhanku dia akan menjadi kawanku.”

Suatu hari syetan yang lain lagi berkata kepada Robb-nya :
” Ya Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Melihat, maka saksikanlah hamba-Mu itu. Dulu ketika ia masih muda dan melajang dia begitu taat kepadamu. Sebagian besar waktunya dia habiskan untuk beribadah kepada-Mu. Bahkan dia begitu mendekatkan diri kepada-Mu agar mendapat jodoh yang sholehah. Kecintaan kepada-Mu terasa besar. Tapi kini ketika Engkau menganugerahinya istri dan anak-anak, dia menjadi agak menjauh darimu. Waktu untuk-Mu tersita untuk keluarganya. Kemudian aku hembuskan ke telinganya bahwa “kini engkau sudah menikah, maka bersenang-senang dengan keluargamu juga ibadah, bahkan ibadah yang utama.” Dan akhirnya ia tenggelam dalam urusan dunia dan keluarganya saja . Ya Tuhanku dia akan menjadi kawanku.”

Jika kita bisa mendengarkan tertawanya syetan dan apa yang (mungkin) ia katakan kepada Alloh maka bagaimanakah kita? Apakah rela kita menjadi bahan tertawaan syetan sementara di akhir nanti kita akan menangis? Atau kita akan membalik keadaan dengan membuat syetan menangis?

Syetan akan bahagia ketika kita berbuat dosa dan senantiasa berbuat dosa. Namun syetan akan menangis ketika hamba yang berbuat dosa tersebut kembali pada-Nya dengan bertaubat. Selagi masih ada waktu marilah kita bertaubat. Jangan mau menjadi bahan tertawaan syetan. Justru bikinlah syetan menangis, kurus badannya dan gelisah hidupnya. Syetan jelas ke neraka tujuannya, maka jangan sampai kita menjadi temannya di sana. Kita masih diberi pilihan, dermaga mana kita akan berlabuh. Hanya ada dua surga atau neraka.

* merenungkan apakah syetan mentertawakanku.

One thought on “Dan Syetan-pun Tertawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s