FENOMENA GOLPUT, WACANA GOLPUT DIPIDANAKAN ?

Menjelang Pemilu 2014 ini kembali mengemuka fenomena GOLPUT atau Golongan Putih yaitu sebutan bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya alias tidak nyoblos (nyontreng). Menurut para pengamat diprediksikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2014 ini cenderung menurun. Diprediksikan hal ini terjadi karena menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada jajaran elit politik yang mana dalam tahun-tahun terakhir ini semakin tidak mencerminkan aspirasi rakyat. Rakyat menjadi tidak percaya lagi dengan para caleg yang akan maju di Pemilu kali ini. Meskipun ada wajah-wajah baru tetapi masyarakat akan menganggap bahwa nantinya juga tidak jauh beda dengan yang sudah-sudah.

Menanggapi adanya fenomena golput yang semakin meningkat ini, ada wacana untuk mempidanakan mereka yang golput atau mengajak untuk golput. Sepanjang sejarah Indonesia, mungkin baru kali ini mengemuka wacana pidana bagi golput. Namun apakah tepat jika nantinya masyarakat yang golput dipidanakan?

Selama ini yang kita pahami bersama bahwa ikut dalam pemilu ( memilih ) adalah HAK konstitusi. Dan sesuai yang kita pahami pula bahwa yang namanya HAK adalah sesuatu yang boleh kita ambil (dalam artian kita ikuti) ataupun boleh juga kita tinggalkan (dalam artian tidak kita ikuti). Jadi ketika masyarakat golput kemudian dipidana maka tentu saja hal ini tidak tepat.

Permasalahan kedua adalah siapakah yang nantinya akan dianggap sebagai golput. Apakah mereka yang tidak terdaftar sebagai pemilih? Ataukah mereka yang sengaja tidak datang ke TPS? Ataukah mereka yang datang ke TPS tetapi tidak memilih saat di bilik ? Jika mereka yang tidak terdaftar dianggap golput maka bukan kesalahan yang bersangkutan. Berarti yang perlu dipersalahkan adalah petugas yang mendata. Jika mereka yang tidak datang ke TPS dianggap golput maka perlu ditentukan alasan-alasan apa saja yang bisa membenarkan ketidakhadiran mereka. Jika yang tidak memilih saat di bilik yang dianggap golput, bagaimana cara membuktikannya? Bukankah bilik merupakan tempat yang bebas dari mata-mata atau pengawasan.

Seharusnya fenomena golput ini bisa menjadi koreksi bagi penyelenggara Negara. Akan lebih bijak jika fenomena golput ini ditelusuri penyebabnya. Kemudian diambil solusi yang paling tepat sehingga ke depan jumlah golput bisa dikurangi. Salah satu penyebab utama golput adalah menurunnya tingkat ketidakpercayaan masyarakat kepada para caleg. Masyarakat tentu mengetahui sepak terjang para kaum elit politik di negeri ini, setidaknya melalui media yang memberitakannya. Betapa banyak perilaku para elit politik yang sama sekali tidak mencerminkan aspirasi rakyat. Lihat saja betapa banyak kasus korupsi yang melibatkan para elit politik. Belum lagi kasus-kasus yang lain entah itu narkoba, prostitusi dan lain sebagainya. Masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan para elit politik tersebut. Meskipun ada wajah-wajah baru dengan janji-janji yang muluk tetap saja masyarakat akan menilai bahwa nantinya juga tak jauh beda dengan yang sudah-sudah. Jika demikian halnya kiranya tidak tepat jika fenomena golput ini semata adalah kesalahan masyarakat.

Jika kita mau mengambil resiko maka biarkanlah Pemilu kali ini berjalan apa adanya. Tentu saja biarkan pula para caleg menebar janji-janji. Kemudian setiap partai harus mau untuk mengawal kinerja aleg dari partainya. Dan memastikan bahwa kinerja mereka mencerminkan atau mewakili aspirasi rakyat. Saya yakin ketika nantinya para aleg ini bekerja dengan jujur dan amanah secara tidak langsung tingkat kepercayaan masyarakat akan naik. Sehingga pada Pemilu 2019 nanti tingkat keikutsertaan masyarakat dalam pemilu akan naik. Hanya saja apakah ada niatan baik dari para aleg untuk bekerja sesuai dengan aspirasi rakyat ataukah akan sama saja dengan yang sudah-sudah. Kita tunggu saja.

“ Orang bijak selain taat pajak, juga ikut dalam menyukseskan Pemilu 2014. Jangan GOLPUT, pilih yang terbaik dari yang ada.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s