Satu Hari Satu Juz, Bisa kok…

Teringat semasa jaman kuliah dulu, ketika masih semangat dalam kegiatan kampus. Jauh sebelum program satu hari satu juz yang di-ngetrend-kan dalam bahasa Inggris menjadi begitu terkenal, menjadi sesuatu yang fenomenal dan juga tentu mengandung kontroversial bagi kalangan tertentu. Saya sempat mendengar cerita tentang seorang mahasiswa kedokteran UGM yang bisa membaca 5 juz dalam satu hari. Waaaah… Masya Allah… begitu pekik hati saya ketika mendengar hal itu. Bayangkan mahasiswa kedokteran dengan seabrek aktifitasnya masih bisa membaca 5 juz dalam sehari.. Lalu memandang diri sendiri. Dengan aktifitas yang secuil saja untuk membaca satu juz masih pontang-panting. Duh… malunya…

Tapi dengan adanya hal tersebut menjadi sebuah perenungan bagi saya bagaimana agar setidaknya bisa memenuhi target minimal yaitu khatam dalam sebulan atau maksimal dalam 40 hari. Tapi tentu saja hal itu tidak begitu mudahnya dilakukan. Seperti biasanya bahwa hukum alam menyatakan bahwa orang cenderung akan tetap pada keadaan tertentu (bertahan dalam posisinya) kecuali ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan bertahannya. Atau kalau dalam fisika ada hukum kelembaman. Untuk itu perlu tekan atau ‘azzam yang kuat untuk mau melaksanakannya. Sedikit demi sedikit , hari demi hari jumlah ayat yang dibaca semakin ditambah. Dan istiqomah dengan pertambahan ini sampai nanti mencapai target yaitu satu hari satu juz.

Kenapa satu hari satu juz? Bukankah yang penting satu bulan (30hari) khatam satu kali? Ya ini hanya untuk mempermudah saja dan juga memperingan diri kita. Al Quran terdiri dari 30 juz yang ingin kita khatamkan dalam 30 hari berarti satu hari satu juz. Kemudian masih perlu dilakukan sebuah strategi agar jatah satu juz bisa dengan mudah dilaksanakan. Kalau yang saya lakukan adalah dengan sistem  mencicil artinya tidak dalam satu waktu sekaligus. Biasanya sih dibagi dua antara waktu ba’da subuh setengah juz dan waktu ba’da maghrib setengah juz. Atau kalau masih berat membaca setengah juz sekaligus ya masih bisa dibagi lagi. Misalnya dengan membaca 2 lembar sehabis sholat fardhu sehingga tidak terlalu terasa berat . Tapi tidak menutup kemungkinan cara lain terserah masing-masing orang.

Kalaupun dalam satu hari ternyata tidak mencapai satu juz maka jatah sisa perlu diganti dengan menambah membaca lebih di hari berikutnya. Yang penting dalam satu bulan diusahakan untuk khatam satu kali. Tetap semangat !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s