Gak Punya Uang, Tetep Senyum Dong….

“ Hari ini gue lagi gak punya uang… “ Kata temenku. Apakah ia sedang mengeluhkan kondisinya? Aku rasa tidak. Lihat saja di wajahnya masih bisa berkembang sebuah senyuman. Bukan senyum getir atau senyum merana. Senyum tulus tanda bahagia.

“ Gak punya uang kok masih bisa senyum gitu… “ timpalku meragukan ke-papa-annya.

“ Iya dong… ngapain juga harus sedih merana… “ balasnya lagi.

“ Ah yang bener… masak gak punya uang masih bisa senyum.. kalo aku sih udah ketar-ketir.. apalagi kalo semuanya seakan mepet-mepet. Mepet bensin, mepet persediaan dapur dan masih banyak mepet-mepet yang lainnya… “ lanjutku lagi. Hmmm… terasa seolah diriku sedang mengeluh.

“ Ah gak usah lebay gitu deh… masih banyak kok yang lebih merana dari kita, itupun kalo kondisi tidak punya uang itu bisa kita sebut merana… “ lanjutnya lagi.

“  Ish ish ish.. sok bijak banget sih Lo… btw boleh nanya gak, gimana sih resepnya atau kenapa kamu masih bisa senyum dengan kondisi papa-mu itu? “ tanyaku lagi. Terasa kepo kali ya…

“ Jiaaaah kepo… mau tau atau mau tau banggeeeets… kasih tau gak ya? Hahahahaha…. “ celotehnya diiringi gelak tawa yang semakin membuatku jengah..Jengah dengan diriku yang belum juga menemukan sandaran atau alasan buat tetap tersenyum di kala uang menipis. Ya wajar dong ya.. Memang manusia itu gak makan duit, gak minum duit, gak naik duit. Tapi….. makan perlu duit buat beli, minum perlu dana buat beli, kendaraan juga dibeli pake duit.. SO wajar bin mafhum bila kita merasa ketar-ketir jika tidak punya uang.

“ Oke gini aku kasih tipsnya… “ Demi mendengar kata itu, telingaku langsung aku siagakan untuk mendengar untaian kata-kata hikmah yang kuharap meluncur dari mulutnya.

“ Memang setiap kita butuh uang buat memenuhi kebutuhan kita. Tak bisa dipungkiri. Tapi bukankah kecukupan dalam kebutuhan kita tidak ditentukan oleh kepemilikan kita akan harta benda, termasuk uang. Bisa jadi kita makan dan kita tidak perlu keluar uang, karena sudah ada yang traktir. Boleh jadi kita kehabisan bensin, eh kebetulan ada teman yang menawari boncengan. Nah uang itu perlu untuk memenuhi kebutuhan kita, tapi tak melulu kita selalu keluar uang untuk semua itu.

Lagian juga kalau kita yakin dan percaya sepenuhnya maka tidak perlu ada kekhawatiran. Bukankah Allah pasti akan menjamin rezeki makhluk-makhluk-Nya selama masih diberikan takdri untuk hidup. Ya kita pasrahkan saja kepada Allah bagaimana nantinya cara Allah memenuhi kebutuhan kita. Tapi tentu saja pasrah ini bukan berarti tanpa perlu usaha. Kita tetap mengusahakan yang sekiranya baik untuk kita dalam memenuhi kebutuhan itu. Usaha itu tetap wajib lho yaaa… Soal hasil baru kita pasrahkan pada Allah.. Catatannya yaa itu tadi  yakin dan percaya sama Allah…”

“ Oh begitu ya… “ kataku setelah mendengar pemaparannya yang sangat – sangat menyentuh daun telinga itu.

“ Ya emang cuma itu brow…. So sahabatku yang super, mari kita senantiasa qonaah dengan apa yang ada, namun selalu diiringi usaha yang sungguh-sungguh untuk meraih hasil yang terbaik menurut kita, selanjutnya pasrahkan pada Allah atas hasilnya… Pokokke tetap senyum lah… “ pungkasnya mengakhiri sesi keterpanaanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s