Kalau Marah atau Benci yang Profesional Dong…

Pernah merasa marah kepada seseorang kemudian berkembang menjadi benci? Lalu tidak sampai hanya itu saja, bahkan rasa benci juga berkembang menjadi benci terhadap apa saja atau siapa saja yang berkaitan dengan obyek yang dibenci tersebut? Atau mungkin pernah menjadi obyek yang dibenci tersebut?

Marah yang kemudian dapat melahirkan benci, memang sesuatu yang semestinya kita hindari. Bahkan saking perlunya kita hindari, Rasulullah pernah menyampaikan “ jangan marah, bagimu surga..”. Marah merupakan luapan emosi dimana biasanya dipicu oleh sesuatu yang dirasakan menyinggung perasaan. Entah itu berupa kata-kata, perbuatan maupun berwujud benda. Marah dalam banyak hal tidak pernah membawa kebaikan sama sekali. Justru marah dapat menghancurkan apapun. Pernah mendengar kisah persahabatan yang putus gara-gara yang satu marah kepada yang lain? Atau pernah mengetahui keluarga yang hancur gara-gara suami/ istri suka marah-marah tidak jelas? Atau mungkin ada juga yang tidak naik-naik pangkat gara-gara pernah marah kepada atasan. Dan masih banyak lagi contoh kasus yang bermula dari luapan emosi bernama marah.

Lalu kenapa sih manusia bisa marah? Hal yang paling mendasar adalah adanya rasa tersinggung dalam hati atas perbuatan seseorang atau sesuatu. Ketidakmampuan untuk menerima hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut dapat memicu timbulnya marah. Besar kecilnya marah tergantung dari besar kecilnya efek yang ditimbulkan dari pemicu marah tersebut. Ada yang bisa membuat marah namun hanya sebentar. Tapi ada juga yang membuat marah berkepanjangan sehingga dapat berubah menjadi rasa benci.

Ketika seseorang marah maka hilanglah kendali atas dirinya. Apalagi yang marah tanpa alasan yang jelas. Pokoknya marah aja.. Dan pasti akan membuat bingung orang di sekitar kita. Jadi tidak heran ketika ada orang yang marah maka orang-orang disekelilingnya sebisa mungkin akan menghindarinya. Takut kena semprot.

Nah dalam hal marah kitapun perlu berlaku profesional. Tidak boleh yang namanya marah buta alias pokoknya marah tanpa tahu alasan pastinya. Profesionalisme dalam marah mencakup beberapa hal berikut :

  1. Ada alasan jelas kenapa kita marah. Apakah ada sesuatu yang inginnya begini tetapi dilakukan begitu? Apakah karena orang yang kita suruh tidak mau melakukan? Atau karena sebab yang lain? Karena marah dengan alasan yang jelas maka ketika alasan itu sudah tidak ada maka sudah waktunya marah pun berhenti. Misal, kita marah karena penataan ruang berantakan, tidak sesuai dengan gambaran awal. Nah ketika ruang sudah ditata dengan rapi maka marahpun sudah harus dihentikan. Atau mungkin ada teman kita yang berhutang uang dan sudah kita tagih berkali-kali tidak juga membayar. Maka ketika sudah dibayar yaa marahpun harus disudahi.
  2. Marah hanya pada obyek yang bersangkutan. Tidak melebar kepada pihak lain. Boleh jadi suatu saat kita marah sampai benci kepada teman. Tapi bukan berarti lantas kita juga marah atau benci, setidaknya ada rasa tidak suka, terhadap keluarganya atau teman dekatnya. Ketika kita marah kepada salah satu anggota keluarga ya jangan semua anggota keluarga kena semprot amarah kita.
  3. Usahakan marah dengan alasan yang kuat dan dibenarkan. Sebagai contoh marah ketika anak tidak mau melakukan sholat padahal sudah 10 tahun ke atas. Marah ketika melihat seseorang menyeberang sembarangan. Marah ketika tahu motor anak laki-laki dimodif bergaya alay. Dan masih banyak yang lainnya.

Marah memang sangat manusiawi untuk dialami oleh siapa saja. Namun bagaimanapun bersikap sabar dan menahan diri akan lebih baik daripada kita sudah terlanjur marah. Ibaratnya ketika lilin sudah terlanjur terbakar maka akan sulit untuk membentuknya seperti sediakala. Hati-hati terhadap kemungkinan orang merasa sakit hati lantaran ucapan yang kita lontarkan saat marah. So, sedapat mungkin kita amalkan “jangan marah, bagimu surga.. “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s