Perlu Hati-hati Menghentikan Bacaan di akhir Juz !!!

Kita biasanya mengakhirkan bacaan / tilawah Al-Quran pada tanda ruku’ (bertanda huruf ‘ain agak besar di luar garis batas). Kemudian ada lagi yang mengakhirkan pada setiap satu halaman. Dan yang paling populer untuk saat ini adalah mengakhirkan di batas juz. Artinya bagi yang membaca satu hari satu juz maka akan membaca mulai dari awal juz sampai akhir juz tersebut untuk setiap harinya. Untuk kemudian memulai hari berikutnya dengan permulaan juz baru. Tetapi kita perlu hati-hati, ternyata tidak semua akhir bacaan di setiap akhir juz telah sempurna atau tuntas maknanya.  Sebagian justru ada yang menjadikan maknanya berbeda dari yang sebenarnya.

Pembagian Al Qur’an menjadi 30 juz belum berdasarkan tuntasnya cerita dan sempurnanya kalimat, maka menyudahi bacaan di akhir juz tidak menjamin sempurnanya juz yang telah dibaca dan yang akan dibaca. Aturan yang harus dipegang adalah bahwa menghentikan bacaan yang tepat adalah di akhir kalimat yang maknanya telah sempurna.

Nah Juz mana saja yang perlu kita cermati agar bacaan kita benar-benar tuntas maknanya? Ini dia…..

1. Juz ke 5

Ayat 24 QS. An Nisa tersebut adalah sambungan dari ayat 23,
makna ayat tersebut tidak sempurna tanpa ayat 23, sehingga memulai bacaan dari awal juz ke 5 (ayat 24) tidak akan pernah menyempurnakan kalimat ayat tersebut meski hingga akhir juz 30.
Maka bila ingin memulai bacaan mulailah dari ayat 23 atau dari ayat 26.

2. Juz 13 (QS. Yusuf : 53)

Bila memulai bacaan dari ayat tersebut, berarti menishbatkan perkataan tersebut kepada Allah. Maka sebaiknya memulai bacaan dari ayat 50 atau 58.

3. Juz 20 ( QS. An Naml : 56)

Memulai bacaan dari ayat tersebut, makna yang dimaksud akan menjadi “syetan” padahal yang dimaksud adalah “kaum Luth”.
Maka mulailah bacaan dari ayat 54 atau lebih sempurna lagi ayat 45 atau 59.

4. Juz 22 (QS. Al-Ahzab : 31)
Mulailah dari ayat 28 atau 35.

5. Juz 23 (QS. Yasin : 28)

Ada kata ganti “dia/”nya” laki-laki tunggal, maka jika memulai bacaan di ayat ini dengan isti’adzah, kata ganti tersebut akan menggantikan syetan dan bila diawali dengan basmallah maka menggantikan kata Allah. (Bahaya, karena mengubah makna ayat).
Maka mulailah bacaan dari ayat 13 atau 20 atau 51.

6. Juz 25 (QS. Fushilat : 47)

Ayat 47 tidak sempurna tanpa ayat 46, namun bila ingin memulai dari ayat 47 mulailah dengan basmallah.

7. Juz 27 (QS. Adz Dzariyat : 31)

Jika memulai bacaan di ayat ini,bila diawali dengan istiadzah maknanya menjadi, yang menyatakan kalimat tersebut adalah syetan, apabila diawali dengan basmallah maka yang menyatakan kalimat tersebut adalah Allah.
Maka mulailah dari ayat 24 atau 47 atau sekalian di akhir surat tersebut.

Nah untuk lebih amannya berhenti pada tanda ruku’ sebelum penghujung juz atau tanda ruku’ setelah penghujung juz (masuk juz berikutnya). Atau sekalian dituntaskan sampai akhir surat. Insya Allah lebih aman. Semoga menjadikan tambahnya ilmu dan kehati-hatian kita dalam membaca Al-Quran.

 

*) dikutip dari  Ustadz Hartanto Lc. (Al Hafidz) dengan penambahan pengantar dan penutup seperlunya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s