Apa Sih Hebatnya Gelar HAJI?

Tadi malam kembali sholat di masjid-ku tercinta, masjid hijau yang sekilas nampak seperti permen warnanya. Kebetulan pak imamnya tidak ada di tempat sehingga ditunjuklah satu orang sebagai imam pengganti. Dan ditunjuklah pak haji sebagai imam yang mana bacaannya , bahkan orang awam-pun tahu, bisa dikatakan kurang bagus. Panjang pendek huruf tidak pas, makhorijul huruf juga kacau. Dan lagi-lagi alasan yang digunakan untuk menunjuk beliau adalah karena beliau sudah haji.

Kejadian ini sudah berkali-kali terjadi. Ketika imam tetap berhalangan maka ditunjuklah beliau ini sebagai imam pengganti. Kalimat yang biasa terlontar adalah “ Monggo Njenengan sing mpun genep “ (silahkan anda yang sudah sempurna). Dulu ketika awal-awal, beliau menolak jika ditunjuk. Tetapi ada yang memaksa dengan mengatakan “ Njenengan mawon sing mpun haji.. “ ( Anda saja yang sudah berhaji ). Walhasil sekarang agaknya tidak segan lagi bila beliau ditunjuk sebagai imam.

Dalam hati, saya bertanya. Emang apa sih Hebatnya Gelar Haji ?

Memang, haji adalah sesuatu yang bagi masyarakat masih merupakan hal yang perlu perjuangan untuk diraih. Apalagi masyarakat di daerah pedesaan. Terbayang betapa untuk berhaji butuh biaya yang tidak sedikit. Dan inilah yang menjadi pokok utama kenapa masyarakat banyak yang belum mampu berhaji, selain daripada adanya niat. Karena ada juga yang sudah mampu tetapi dia belum berniat untuk berhaji. Dan karena tidak semua bisa menjalankan ibadah haji, maka bila ada seseorang yang mampu untuk berhaji akan dipandang sebagai orang yang agung, sosok yang lantas bisa dijadikan tokoh, seseorang yang perlu dihormati secara berlebihan dan diberikan tempat yang istimewa di kalangan masyarakat.

Padahal haji merupakan sebuah ibadah yang termasuk dalam rukun islam yang lima dimana ada pengkhususan syarat ‘bila mampu’. Layaknya ibadah, sudah sepantasnya kita tidak perlu menyanjung-nyanjung pelakunya karena apa yang dilakukan sudah menjadi kewajibannya. Juga sebenarnya seseorang yang pernah berhaji tak perlu diberi embel-embel haji (H. atau Hj.) Wong mereka melaksanakan ibadah kok. Tapi ada juga sih yang setelah haji tidak mau dipanggil namanya tanpa kata didahului kata ‘haji’ di depannya.

Sebenarnya bukan berarti saya tidak suka dengan orang yang sudah berhaji. Saya salut dan bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada mereka sehingga bisa menunaikan haji. Tetapi yang saya kritisi di sini adalah kenapa seseorang yang sudah berhaji kemudian seakan mendapat tempat yang lebih di mata masyarakat. Menjadi tokoh tanpa melihat kemampuan yang dimilikinya. Menduduki jabatan yang sekiranya tidak akan dijabat oleh orang lain yang belum berhaji meskipun dari segi kemampuan sama. Seperti halnya tadi, menjadi imam sholat. Pada artikel terdahulu, sempat saya tuliskan yang berhak menjadi imam sholat. Dan di sana tidak disebutkan pengutamaan bagi yang sudah berhaji. Maka dari itu saya sangat menyayangkan sikap masyarakat yang dengan gampangnya menunjuk seseorang menjadi imam sholat hanya karena sudah berhaji, sementara kemampuan bacaan dan yang lain-lain masih perlu dipertanyakan. Juga menyayangkan beliau yang entah sadar atau tidak kok ya Pede saja menjadi imam sementara tahu bacaannya masih perlu banyak pembenahan.

Mungkin sikap kita yang terlalu mengagungkan haji yang membuat pak dan bu haji juga tidak perlu menengok ke dalam dirinya untuk menerima suatu amanah, karena sudah yakin bahwa masyarakat akan menerima apapun adanya. Yang penting kan sudah berhaji.

Nah marilah kembali kita menggunakan sikap yang sedang-sedang saja. Tidak usah terlalu menganggap bahwa haji itu sesuatu yang wah, yang menjadikan pelakunya otomatis menjadi seseorang yang patut diagungkan. Dan juga ketika nanti kita diijinkan berkunjung ke rumah Allah (berhaji) ya jangan lantas menjadi berbangga diri, salah satunya merasa pantas untuk dijadikan panutan dan menduduki jabatan. Justru dengan berhaji menjadikan sikap kita semakin tawadhu’. Semakin menjadikan kita takut kepada Allah dan semakin berhati-hati dalam menjalani hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s