Catatan Bimtek Hari Kedua dan Ketiga : Merancang Kurikulum Kehidupan

Setelah hari kedua tidak bisa memposting kegiatan bimtek, lelah sangat sodara-sodara, maka di sisa waktu pelatihan hari ketiga saya kembali menuliskan catatan singkat hasil kontemplasi dari bimtek. Dua hari ini, kemarin dan hari ini mengawali pembahasan kerja kelompok serta presentasi dengan materi kurikulum dan TNA (training need analysis).

Cukup menarik kiranya membahas kedua hal ini karena mencoba merancang sesuatu yang akan diterapkan kepada orang lain. Kurikulum sebagai acuan dalam merancang kegiatan pembelajaran, menjadi hal yang pokok agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang sesuai dengan harapan. Merancang kurikulum tidak semudah bayangan kita, namun sekaligus tidak juga terlalu rumit. Yang penting kita tahu pokok-pokok bahasan apa yang ingin kita capai untuk kemudian menuliskan hal-hal apa saja yang dapat mengantarkan kepada apa yang kita inginkan. Sehingga nantinya kita bisa mengontrol jika apa yang berjalan melenceng dari apa yang sudah dicanangkan.

Demikian hidup kita. Kita perlu merancang kurikulum kehidupan kita. Merancang tujuan hidup untuk kemudian menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu kita laksanakan agar tujuan hidup kita tercapai. Kita juga perlu kontrol jika ternyata ada langkah yang agak melenceng agar segera kembali ke jalur yang benar. Kurikulum kehidupan boleh jadi berbeda antara satu orang dengan yang lain, karena kurikulum kehidupan ini harus disesuaikan dengan keadaan yang ada. Namun yang jelas tujuannya hanya satu. Tercapainya tujuan hidup kita.

Materi hari ini, hari ketiga adalah mengenai TNA atau analisa kebutuhan pelatihan. Yaitu menganalisa potensi-potensi yang dimiliki oleh suatu daerah untuk kemudian menentukan pelatihan apa saja yang perlu diadakan untuk mengangkat derajat hidup masyarakat. Dalam TNA ini perlu menghubungkan satu kondisi dengan kondisi yang lain sehingga tercipta suatu formula yang menyeluruh. TNA tidak boleh hanya mempertimbangkan dari satu segi saja, semisal hanya berdasar jumlah penduduk saja. Tetapi juga harus dikaitkan dengan hal lain, semisal proporsi jenis kelamin, tingkat pendidikan, lokasi, peta geografis dan lain-lain. Jadi harus menyeluruh.

Demikian juga dalam hidup kita, kita perlu menganalisa diri kita. Apa saja kelebihan dan apa saja kelemahan kita sehingga kita bisa meramu bagaimana akan menjalani hidup ini. Analisa potensi kita akan membantu dalam meraih kesuksesan dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s