Catatan BIMTEK hari ke-empat : Program PBK dan Kopi Salak

Hari keempat bimtek, bertepatan Jumat 25 April 2014 yang mana hari dibukanya pameran potensi daerah Kabupaten Sleman. Materi hari ini adalah menyusun program PBK (pelatihan berbasis kompetensi). PBK adalah pelatihan dimana kompetensi menjadi kunci utama keberhasilan siswa, sementara waktu pelatihan bukan menjadi tolok ukur utama. Jadi dalam PBK tujuan utamanya adalah siswa mampu menguasai materi yang diajarkan, entah itu cepat atau lambat. Artinya ada siswa yang bisa dengan cepat menguasai materi dan ada juga yang lambat. Tetapi ini tidak menjadi masalah, yang penting hasil akhirnya semuanya bisa kompeten. Jadi tidak benar jika PBK ini dibatasi oleh waktu semisal 160 JPL atau 240 JPL atau jumlah jam yang lebih banyak. Di satu sisi PBK ini akan lebih membuat motivasi belajar semakin tinggi. Tetapi karena waktu yang tidak dibatasi maka instruktur akan kesulitan bila ada siswa yang sangat lambat belajar, karena waktu belajar menjadi lama. Pada akhirnya PBK tidak sepenuhnya diterapkan. Yang diterapkan adalah dalam jangka waktu terbatas, siswa dituntut untuk menguasai semua materi. Nah ini menjadi tantangan bagi instruktur bagaimana dalam waktu terbatas bisa membuat semua siswa kompeten.

Kembali pada Pokok pembahasan PBK ini adalah membahas bagaimana menyusun suatu program pelatihan lengkap dengan nama program, kode unit, tujuan, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, indikator unjuk kerja dan materi. Tidak begitu sulit sebenarnya, tetapi cukup ribet untuk dibilang mudah. Materi ini merupakan materi lanjutan hari kemarin. Materi haari ini menjelaskan materi kemarin dan membahas dengan lebih detail. Jika dikaitkan dengan kehidupan maka semakin kita mem-breakdown rencana hidup kita dengan terinci maka semakin mudah kita menjalani kehidupan. Kita sudah punya acuan-acuan dalam bertindak. Ada indikator keberhasilan sehingga ketika ada yang belum tercapai maka kita akan sesegera mungkin melaksanakannya. Ada rincian waktu sehingga target-target dalam hidup dapat tercapai sesuai dengan rencana atau setidaknya hampir sesuai rencana. (bahasan tanggung… maaf..soalnya harus segera beralih ke mengerjakan tugas… hehehe..)

Topik yang selanjutnya adalah Kopi Salak. Lah apa hubungannya PBK dan Kopi Salak? Memang tidak ada kaitan langsung, karena kaitannya harus melalui saya. Hehehe… Kopi salak agaknya menjadi sesuatu yang hampir setiap hari ditanyakan pada saya. Kok bisa? Gara-garanya saya sempat keceplosan mempromosikan kopi salak saat perkenalan di awal dulu. Nah dari situ akhirnya banyak yang tertarik dan penasaran. Sayapun menjelaskan sedikit tentang kopi salak. Akan saya bahas di lain waktu saja mengenai detail kopi salak. Dan sampai sekarang masih ada juga yang menanyakan. Jangan-jangan ke depan jika bertemu dengan mereka lagi yang dikenal dari saya adalah kopi salak. Hahahaha.. Biar saja, siapa tahu bisa menjadi ladang bisnis baru.. Aamiin.. Dan akhirnya ini saja yang bisa saya laporkan langsung dari ruang Orchids, The Sahid Rich Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s