Menjadikan Kritik Seenak Kripik

Kritik. Tidak semua orang suka. Bahkan beberapa sangat anti terhadap yang satu ini. Kritik sebagaimana kita pahami adalah suatu perkataan yang ditujukan kepada kita terkait suatu hal yang tidak benar dari diri kita dan perlu diluruskan. Tentu motif kritik pada asalnya adalah untuk perbaikan. Jika ini motifnya maka kita perlu mengapresiasi sang pengkritik alih-alih merasa tersinggung. Karena dengan adanya kritik, maka akan membantu pengembangan diri kita. Tetapi ada juga orang yang mengkritik dengan motif untuk menjatuhkan harga diri seseorang di depan umum, selain itu sekaligus untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dia lebih baik dari yang dikritik. Nah kalau sudah begini maka kritik tidak lagi membangun, tetapi justru akan mematikan karakter seseorang. Perlu dihindari model kritik yang seperti ini.

Selain dari motifnya, efektifitas kritik juga ditentukan oleh situasi dan kondisi. Hindari memberi kritik di depan umum berkaitan kritik pribadi seseorang. Hal ini akan kontraproduktif dengan fungsi kritik. Selain itu kritik juga perlu disampaikan dengan cara yang santun, tidak terkesan menghakimi dan menyudutkan. Kritik bagaimanapun juga pada awalnya akan menyebabkan hati panas dan tak jarang membuat kita tidak suka kepada si pengkritik. Nah bagaimana caranya agar kritik yang kita terima dapat kita rasakan seenak kripik? Mari kita bahas bersama.

1. Persiapkan diri menerima kritik

Mempersiapkan diri artinya kita siap menerima kritik seberapapun pedasnya kritik tersebut. Setiap kali ada kritik kita selalu siap menerimanya dengan lapang hati. Tapi masalahnya kritik kadang datang tanpa diduga dan tidak pandang tempat dan waktu. Untuk itu kita perlu membuka hati dan menyadari bahwa kita manusia sangat berpotensi salah. Dengan kesadaran seperti ini maka kita akan siap menerima kritik kapanpun itu.

2. Dengarkan kritik sebagaimana mendengarkan cerita

Anggap saja setiap kritik yang kita terima sebagai cerita. Anggap si pengkritik sedang memberikan kritiknya kepada orang lain, tetapi disampaikan melalui kita. Dengan demikian kita akan meminimalisir rasa sebagai tersangka dan tertuduh. Barulah nanti ketika kita sudah bisa memahami isinya, kita terapkan kritikan itu kepada diri kita. Memang kita terlahir dengan sikap refleks defensif (mempertahankan diri) dalam menanggapi hal yang menyerang kita. Terlebih dalam menghadapi kritik, tentu saja reaksi kita adalah menyangkal kritik tersebut secepat mungkin, sesegera yang kita bisa. Tapi tentu saja hal ini akan menyebabkan sang pengkritik merasa menghadapi batu karang dan mungkin tidak akan melanjutkan kritikannya. Dan akhirnya kita tidak akan mendapat versi lengkap kritikan tersebut dan tentu akan membuat diri kita dianggap anti kritik.

3. Ucapkan terimakasih kepada si pengkritik

Alih-alih kita menunjukkan sikap defensif ada baiknya kita ucapkan terima kasih kepada si pengkritik. Terima kasih atas saran yang diberikan dan atas waktu yang diluangkan untuk memberikan kritik kepada kita. Anggap itu sebagai sebuah bentuk kepedulian dia kepada kita. Karena tidak setiap orang mau memberikan kritik. Entah karena tidak kenal atau karena tidak peduli.

4. Pahami dan renungi isi kritikan lalu pahami keadaan kita dan laksanakan

Pahami dan renungi isi kritikan lalu lihatlah diri kita. Apakah memang yang disampaikan itu benar sesuai keadaan kita atau hanya persangkaan si pengkritik saja. Tapi kita harus jujur pada diri sendiri. Tidak perlu defensif. Jikamemang kritik itu sesuai keadaan kita maka ada baiknya kita laksanakan. Tapi jika memang hanya persangkaan saja maka tidak perlu menjadi beban. Tak perlu juga  menganggap si pengkritik mengada-ada dan hanya ingin menjatuhkan kita.

Nah itu dia empat hal yang akan membuat kritik seenak kripik. Semoga kita menjadi orang-orang yang terbuka terhadap kritik. Hati-hati dengan sikap defensif yang justru akan merugikan diri kita sendiri dan bisa menjadikan diri kita dianggap anti kritik. Kalau bisa seenak kripik kenapa juga kritik dibuat pahit? Kan?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s