Serba-serbi serba baru Hotel Bintang 4

Belum banyak hotel bintang 4 yang pernah saya singgahi. Masih bisa dihitung dengan jari tangan sebelah kanan saja. Itupun karena saya ikut kegiatan kedinasan sehingga tidak perlu keluar biaya untuk sewa kamar. Kalau atas biaya sendiri tentu menginap di hotel bintang 4 bukan pilihan suatu pilihan. Bukan karena tidak nyaman, tetapi tidak tahan dengan biaya yang mesti dikeluarkan.😀

Ketika pertama kali masuk hotel bintang 4 tentu ada beberapa hal yang asing, yang berbeda dari kebiasaan. Ya maklum saja, orang desa ‘dipaksa’ menggunakan fasilitas orang kota tentu perlu pengetahuan dan pemahaman serta pembiasaan. Tapi saya rasa sih tidak melulu dominasi orang desa dalam hal asing dengan sesuatu yang baru. Tapi berlaku umum bahwa orang yang belum pernah punya pengalaman pasti akan merasa gagap dengan sesuatu yang belum pernah ditemuinya.

Nah ini dia beberapa hal berkaitan hotel bintang 4 yang mungkin bagi sebagian kita adalah sesuatu yang belum diketahui.

1. Tidak ada lantai Nomor 4 dan 13

Kalau kita ke hotel bintang 4 jangan meminta menginap di lantai nomor 4 atau 13. Dijamin tidak akan ada lantai dengan nomor 4 atau 13. Hal ini berkaitan dengan mitos angka 4 yang dianggap angka kematian dan nomor 13 yang dianggap angka sial. Jadi tidak akan ada lantai nomor 4 dan 13, juga kamar dengan nomor belakang 4 atau 13. Tapi secara fisik lantai 4 dan 13 tetap ada. Hanya saja lantai nomor 4 akan langsung diberi nomor 5, bukan 4. Makanya kalau kita menjumpai sebuah hotel memiliki nomor lantai sampai 9 maka sejatinya hotel tersebut hanya memiliki 8 tingkatan yaitu lantai 1,2,3,5,6,7,8 dan 9.

2. Tidak ada ember dan gayung di kamar mandi dalam

Bagi sebagian kita terbiasa mandi dan bersuci dengan memanfaatkan air yang tertampung di suatu wadah dan diguyurkan menggunakan gayung. Jika suatu waktu berkesempatan menginap di hotel bintang 4 maka bersiaplah tidak menjumpai kedua barang tersebut. Karena di hotel bintang 4 adanya shower, toilet duduk dan wastafel sebagai sarana membersihkan diri. So kalau merasa tidak akan bisa menjalani mandi tanpa air tertampung maka bawalah ember dan gayung ketika akan menginap di hotel bintang 4.

3. Kunci pintu berupa kartu

Ketika kita check-in (mendaftar masuk hotel) maka akan mendapatkan kunci kamar. Tapi jangan berpikir bahwa kunci pintu bentuknya seperti kunci pintu rumah kita. Kunci kamar hotel bintang 4 menggunakan semacam kartu layaknya kartu atm. Dan cara menggunakannya juga mirip kartu atm yaitu dengan cara digesekkan ke pemindai yang terdapat pada handle pintu. Sebagai tambahan informasi, jangan letakkan kunci kartu dekat dengan gadget anda (semisal disaku) karena nanti tidak bisa digunakan lagi. Untuk bisa menggunakan lagi harus datang ke resepsionis dan minta diperbarui data kartunya. Mungkin ini disebabkan adanya elektromagnetik yang dipancarkan gadget yang dapat merusak informasi yang ada di dalam kunci kartu.

4. Masukkan kunci kartu ditempatnya

Hotel - Energy Saving SwitchBegitu sampai di kamar jangan  lupa masukkan kartu pada sebuah tempat, untuk menghidupkan sumber listrik kamar. Tempat ini letaknya sebari dengan saklar dan letaknya paling dekat dengan pintu kamar. Saya pernah melakukan percobaan iseng dengan mengambil kartu dari tempatnya dan hasilnya sumber listrik terputus. Lampu mati, AC tidak menyala, televisi off. Intinya listrik padam.

5. Pintu hanya bisa dibuka dari dalam

Hati-hati terhadap pintu kamar hotel. Begitu tertutup maka hanya dapat dibuka dari dalam atau kalau dari luar harus menggunakan kunci kartu. Pastikan kartu tidak tertinggal di dalam ketika kita keluar kamar. Karena kalau sampai tertinggal maka kita harus minta kunci baru di resepsionis untuk membukanya.

6. Kran air panas dan dingin.

kran-guide-masSebagai sebuah tempat menginap yang mewah, hotel bintang 4 dilengkapi dengan kran air yang bisa mengalirkan air panas atau air dingin. Kita tinggal memilih apakah mau air dingin atau air hangat. Tentu saja bukan air panas, karena air panas tidak bisa diterima kulit kita. Dan biasanya kita sering terkecoh dengan bagaimana posisi kran agar mengalirkan air dingin dan bagaimana agar mengalirkan air panas. Banyak yang akhirnya keliru. Maksudnya ingin air dingin eh keluarnya air panas. Pada kran ada tanda bulatan dengan warna biru (kanan) dan merah (kiri). Kalau kita arahkan tuas kran ke kanan maka akan mengalir air dingin. Dan sebaliknya jika tuas diarahkan ke kiri maka akan mengalir air panas. Kuncinya yang sebagai patokan adalah tuas yang kita pegang, bukan ujung tuasnya.

7. Pastikan pasang alarm untuk bangun di pagi hari

Bagi kita yang terbiasa bangun karena melihat alam sudah terang, maka kalau menginap di hotel bintang 4 maka perlu pasang alarm. Kenapa? Karena kalau korden sudah tertutup rapat maka kita tidak akan tahu apakah di luar sudah terang atau belum. Makanya jangan heran kalau ada orang yang bangun kesiangan akibat menginap di hotel bintang 4. Hehehe…

Mungkin itu hal-hal yang mungkin terasa asing bagi sebagian kita dan perlu ada yang memberitahukan. Padahal kadang kita merasa gengsi bertanya karena takut disebut katrok atau kuno. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa membantu bagi yang membutuhkan informasi seputar hal-hal asing di hotel bintang 4.

Oya berhubung catatan bimtek mulai hari kelima sampai hari ketujuh ini tidak sempat saya tulis maka anggap saja ini sebagai penggantinya. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s