DICUEKIN? DIANGGAP BIASA AJA BISA KOK…

Dicuekin. Siapa sih orang yang mau diperlakukan begitu? Disapa tidak menjawab. Diajak ngobrol tidak menanggapi. SMS tak dibalas. Saat kesulitan tidak dibantu. Saat membutuhkan bantuan tidak ada yang hadir. Seolah semua beban kita tanggung sendiri. Pasti kebayang khaaan rasanya. Gak enak tentunya…

Tapi hal demikian tidak sepantasnya membuat kita menjadi balas berbuat cuek. Kita mesti tetap berpikiran positif. Lhah gimana caranya? Kan gak papa juga toh ketika orang berbuat cuek kepada kita, kita juga cuekin dia. Impas gitu..

Membalas dengan yang serupa itu diperbolehkan. Hanya saja kita sulit mengukur apakah balasan kita itu serupa atau tidak. Jangan-jangan balasan yang lebih parahpun bagi kita masih dianggap belum seberapa. Nah kalau sudah begitu kita rawan terkena dosanya. Alih-alih membalas dengan yang serupa kita malah jadi mendzalimi orang lain. Sikap yang terbaik tentu saja memaafkan. Itu akan menjadi tambahan kebaikan kita.

Untuk memaafkan tentu perlu kelapangan hati yang didukung oleh pikiran positif kita. Nah gimana sih agar kita bisa memandang per-cuek-an dari sudut pandang yang dapat melahirkan pikiran positif?

Yang pertama, jika itu sikap cuek yang tidak permanen alias hanya sekali saja, misal kita menyapa orang tetapi tidak ditanggapi, maka kita anggap saja saat itu dia sedang fokus kepada hal lain sehingga tidak mengetahui sapaan kita. Atau bisa pula dia sedang terburu-buru sehingga tidak melihat kita. Hal ini kita terapkan juga pada situasi lain. Intinya anggap saja saat itu dia sedang fokus kepada hal lain. Dengan demikian kita tak perlulah merasa gimana-gimana. Santai saja. Kalau ABG bilang woles aja…

Yang kedua, jika sikap cuek itu permanen alias sudah keseringan seperti itu, maka kita pun mesti tetap berpikir positif. Mungkin saja memang karakternya seperti itu. Atau kalaupun dia merasa ada masalah dengan kita, asalkan kita yakin kita tidak bermasalah dengannya, maka tidak perlulah merisaukan diri kita. Toh itu hak mereka untuk merasa tidak nyaman dengan keberadaan kita. Yang penting kita sudah berusaha untuk berbuat sesuai dengan aturan dan etika yang ada. Kalau ada respon yang tidak baik maka anggap itu sebuah ujian bagi kerendahan hati kita. Memang tidak mudah, apalagi kalau sampai oranglain berbuat yang merugikan kita sebagai respon terhadap keberadaan kita. Tapi perlu kita coba untuk tetap membalas dengan kebaikan.

Yuk mari kita tanamkan pikiran positif dalam menyikapi segala hal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s