Mana “Sami’na wa atho’na” -mu?

Ketika akan memulai sholat jama’ah biasanya, imam meminta makmum untuk merapatkan dan meluruskan shaf sholat. Saya katakan ‘biasanya’ karena ada juga imam yang tidak melakukan hal demikian. Imam biasa mengucapkan “Showu shufufakum fi sholah”. Atau dengan bahasa Indonesia “ rapat dan luruskan shaf”. Dan makmum akan menjawab “Sami’na wa atho’na” yang artinya saya mendengar dan saya patuh.

Namun saya sempat menjumpai di beberapa masjid, ucapan jawaban makmum itu hanya sekedar di mulut saja. Artinya mereka mengatakan “Sami’na wa atho’na” tetapi sama sekali tidak ada tindakan yang dilakukan. Jarak antar kaki masih jarang, kelurusan juga tidak terjamin. Padahal yang penting adalah tindakannya. Apa guna kata-kata apabila itu tidak diikuti oleh tindakan? Atau jangan-jangan ucapan imam dan juga jawaban makmum hanya sekedar formalitas saja. Bukankah imam berkewajiban untuk mengatur makmum. Ketika imam sudah menyuruh meluruskan dan merapatkan tetapi makmum tidak juga mengatur dirinya, mungkin saja itu akan dikatakan kesalahan makmum. Apalagi ada juga imam yang tidak melihat makmum ketika menyuruh menata shaf. Jadi makmum akan mengikuti atau tidak bukan lagi urusan imam. Yang lebih parah, imam tidak menyuruh dan makmum juga berantakan. Dan ini masih banyak terjadi di masjid-masjid yang terletak di perkampungan. Entah apakah tidak ada pencerahan sehingga mereka tidak tahu ataukah memang mereka tidak terbiasa untuk menata diri.

Jadi sebuah PR bagi kita untuk memahamkan kepada masyarakat bagaimana menata shaf yang benar. Tidak mudah memang. Pengalaman membuktikan, sering kita sudah berniat merapatkan diri, eh orang yang kita dekati malah menggeser kakinya. Kita merapat lagi, dia semakin menjauh. Ada pula yang diminta baik-baik malah marah. Ada juga yang bilang imamnya cerewet gara-gara mengatur shaf. Dan masih banyak lagi respon masyarakat yang sebenarnya salah tapi kadang malah lucu. Tapi selucu apapun itu tetap kita wajib memberi pemahaman yang tepat. Setidaknya kita mengajak orang di kiri dan kanan kita. Dan semoga itu diikuti oleh jama’ah yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s