Oto-Black Campaign : Strategi kuno mencari simpati

Beberapa hari yang lalu sempat heboh adanya selebaran duka cita atas meninggalnya salah satu capres 2014. Padahal beliaunya masih sehat walafiat dan masih suka blusukan kemana-mana. Kemudian oleh tim suksesnya itu disebut sebagai black campaign yang tujuannya untuk menjatuhkan sang capres. Dan tentu saja tuduhan itu mengarah kepada saingan utamanya. Dalam hal ini logika kita sebagai masyarakat pasti akan berpikir bahwa ini perbuatan si lawan sang capres. Tetapi ternyata tidak demikian kenyataannya. Setelah di trace atau ditelusuri ternyata si pembuat selebaran itu adalah tim suksesnya sang capres tadi.

Lho?! Kok bisa?! Masak sih?! Ah gak mungkin…  Masak tim suksesnya mau menjatuhkan jagoannya.. Itu mungkin tanggapan sebagian besar kita. Tapi kenyataannya memang demikian adanya. Kalau kita lihat sebagai sebuah strategi maka hal ini sangat mungkin terjadi, bahkan dahulu sempat menjadi sebuah strategi yang banyak digunakan. Lalu apa tujuannya?

Strategi ini bisa disebut sebagai Oto-Black campaign yaitu kampanye hitam yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Black campaign adalah kampanye yang lebih menyoroti sisi buruk personal seseorang baik itu asal-usul, keluarga, sifat-sifat dan hal-hal personal lainnya. Berbeda dengan negative campaign yang lebih menyoroti kepada sisi buruk profesional seseorang entah itu kinerja, visi-misi, rekam jejak dan lain sebagainya. Nah kembali kepada pembahasan, maka yang dimaksud dengan oto black campaign adalah upaya membuat black campaign terhadap dirinya sendiri. Lalu apa tujuannya? Tujuannya ada dua yaitu meraih simpati masyarakat dan menjatuhkan lawan. Kok bisa?!

Gampang saja, dengan masyarakat kita yang umumnya masih menggunakan logika yang sederhana bahwa tidak mungkin seseorang itu membuat kampanye hitam, menyebarkan aib sendiri maka sudah pasti masyarakat akan menuduh pihak lawan yang membuatnya. Kemudian akan muncul simpati karena sang capres telah didzalimi oleh pihak lawan. Bukankah masyarakat kita sangat mudah tersulut empatinya ketika ada pihak yang didzalimi? Sementara itu seiring hal tersebut maka akan timbul kebencian terhadap lawan sang capres. Masyarakat akan mengatakan “kok tega ya berbuat seperti itu?” Dan hasil akhirnya tentu bisa kita tebak yaitu bertambahnya dukungan bagi sang capres dan merosotnya dukungan bagi lawannya.

Tapi masyarakat sekarang sudah pandai. Sumber informasi yang luas memungkinkan masyarakat untuk mengetahui mana yang sebenarnya terjadi mana yang berita bohong. Oleh karena itu kita patut waspada jika ada seseorang yang melakukan oto black campaign. Tentu saja hal itu cukup menjadi alasan bagi kita untuk tidak memilihnya. Ketika dalam masa kampanye dia sudah melakukan kebohongan apatah lagi nanti jika berkuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s