Ikan Asin dan Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

mimpi…

Suatu kali ada seorang santri yang bertanya kepada gurunya, seorang kyai yang kharismatik.

“Ya Guru, bagaimana caranya saya bisa bermimpi bertemu Rasulullah SAW? “

“ Sungguh engkau ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW? “ tanya sang kyai.

“ Sungguh kyai.. saya sangat ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW.. “ jawab santri.

“ Benarkah itu? “ tanya sang kyai lagi memastikan kesungguhan santri.

“ Benar kyai.. mohon kiranya kyai memberitahukan kepada saya bagaimana caranya agar dapat bermimpi bertemu Rasulullah SAW “ pinta santri dengan nada kesungguhan dan penuh harap.

“ Baiklah jika engkau benar-benar ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW.. Nanti sebelum tidur makanlah sepiring ikan asin dan jangan makan apa-apa lagi, juga tidak boleh minum sampai engkau beritahukan mimpimu esok hari selepas sholat subuh..” jelas sang kyai.

“ Hanya itu kyai? “ tanya santri yang tidak percaya bahwa begitu mudahnya jika ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

“ Ya dan laksanakan malam ini juga… “ lanjut sang kyai.

“ Baik kyai.. insya Allah.. “ ucap santri berbinar-binar seraya mengundurkan diri.

Malam itu, benar saja santri menggoreng sepiring ikan asin. Kemudian sebelum tidur ia makan habis semua ikan asin tersebut. Tidak tersisa seekorpun. Habis makan terasa betapa kering tenggorokannya, haus yang sangat pun menderanya. Ingin sekali ia minum sebanyak-banyaknya. Tetapi ia teringat pesan kyai bahwa setelah makan tidak boleh makan apa-apa lagi termasuk juga minum. Akhirnya dia paksakan untuk tidur. Sejam berlalu dia masih belum juga tertidur. Rupanya haus yang sangat itu mengganggu dirinya. Dalam pikirannya hanya terbersit bagaimana caranya agar haus itu hilang. Dia terus saja berharap semoga pagi segera menjelang dan ia dapat minum sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan dahaga. Akhirnya setelah tiga jam terjaga, santri bisa tertidur juga.

Selepas sholat subuh, santri menghadap sang kyai menceritakan mimpinya.

“ Bagaimana sudah engkau lakukan apa yang guru sarankan? “ tanya sang kyai.

“ Sudah kyai… “ jawab santri agak serak menahan haus yang sangat.

“ Sudah bermimpi bertemu Rasulullah SAW? “ tanya kyai lagi.

“ Belum kyai… “ jawab santri sambil menelan ludah.

“ Lalu apa yang engkau mimpikan anakku? “ tanya sang kyai.

“ Justru saya bermimpi bahwa saya minum banyak.. dan minum itu seakan nyata guru… “ jawab santri.

“ Kok bisa seperti itu… apa yang engkau harapkan sebelum tidur? Bukankah engkau berharap bertemu Rasulullah SAW? “ tanya kyai.

“ Sebelum tidur guru meminta saya makan ikan asin sepiring. Sudah saya laksanakan guru. Tetapi setelah itu saya didera haus yang sangat. Sampai-sampai saya ingin minum sebanyak-banyaknya. Tapi saya ingat pesan guru untuk tidak makan apa-apa lagi termasuk minum… Ketika itu saya sangat berharap bisa segera minum. Saya terus saja memikirkan esok hari agar saya bisa segera minum… Lama sekali saya berbaring tetapi tidak kunjung tidur juga.. Ternyata rasa haus membuat saya tidak bisa tidur… Entah bagaimana caranya saya pun tertidur.. Dalam tidur saya bermimpi minum air yang banyak dan itu seakan nyata… Saya pun menghabiskan bergelas-gelas air… Dan ketika terbangun saya masih sangat kehausan… dan sampai sekarang belum minum juga… “ jelas santri panjang lebar.

“ Hmmm begitu rupanya… Lalu apa yang engkau inginkan sekarang?” tanya kyai lagi.

“ Saya ingin segera minum guru.. sudah sangat haus sekali… “ jawab santri polos.

“ Lebih besar mana keinginanmu untuk minum dengan bermimpi Rasulullah SAW ? ”tanya kyai.

“ Duh guru maafkan saya, untuk saat ini saya ingin minum dulu…. “

“ Baiklah kalau begitu.. minumlah anakku… “ kata kyai sambil memberikan segelas air minum. Segera saja santri menghabiskan segelas air itu. Dahaga itupun terobati sudah.

Tetapi santri itupun penasaran kenapa sang kyai menyuruhnya makan ikan asin sebelum tidur dan tidak boleh makan lagi termasuk juga minum. Padahal ia ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

“ Guru maafkan saya, mengapa guru meminta saya makan ikan asin sebelum tidur dan tidak boleh makan lagi termasuk juga minum. Padahal saya ingin bermimpi bertemu Rasulullah SAW?” tanya santri.

“ Begini anakku, itu hanyalah sebuah ujian saja bagimu. Untuk melihat seberapa serius keinginanmu bermipi bertemu Rasulullah SAW.. Anakku, jika keinginanmu bertemu Rasulullah SAW sebagaimana kuatnya keinginanmu kepada air minum, kemudian engkau terus memikirkan betapa nikmatnya air minum itu sehingga membuatmu tidak tenang sebelum bisa minum maka insya Allah engkau pun akan dapat bermimpi bertemu beliau SAW.. Namun anakku, kebanyakan manusia hanya berharap di bibirnya saja. Bahkan ada pula yang tidak pernah terbersit sosok beliau SAW dalam hidupnya. Mengenal saja tidak lalu bagaimana berharap berjumpa dengan beliau SAW.. Mereka tahu ketika seseorang bermimpi bertemu Rasulullah SAW maka itu termasuk salah satu tanda menjadi kekasih Allah dan Insya Allah khusnul khatimah.. Namun sekali lagi tiada tampak usahanya untuk menjadi kekasih Allah.. Tiada pula mereka mengikuti jejak langkah beliau SAW.. Jika sudah demikian maka keinginan bertemu beliau dalam mimpi-pun hanya sekedar omongan belaka.. Sungguh kita perlu untuk merasa iri kepada mereka yang diperkenankan bermimpi bertemu beliau SAW.. Sungguh kita perlu meneladani usaha-usaha mereka.. Mari anakku, senantiasalah kita mengikuti jejak beliau SAW dalam segenap aspek kehidupan kita.. Semoga Allah mempertemukan kita dengan beliau SAW dalam mimpi dan juga insya Allah di akhirat nanti kita bertemu beliau…“ Tutup sang kyai sambil menepuk pundak santri.

“ Baik guru.. insya Allah.. mohon doanya guru… “ pungkas santri seraya berpamitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s