Ini tentang Harga Diri dan Kesopanan Bung !!!

Kemarin siang saya datang ke dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk menanyakan proses pembuatan SIPA. Kebetulan waktu itu ditemui oleh kasie perizinan. Mesti menunggu beberapa saat karena masih melayani orang yang terlebih dahulu datang. Dan saya pun menunggu dengan sabar, aslinya sih terburu-buru mesti segera cabut tetapi daripada tidak dapat informasi yaa saya paksakan sejenak. Kurang lebih 10 menit berselang tibalah giliran saya. Cukup singkat pertemuan kami dengan hasil SIPA belum jadi dan mesti menunggu sampai hari Senin. Ya saya sih legowo saja. Memang dulu cuma diminta cek tanggal 22 Mei, siapa tahu sudah jadi. Tapi ternyata mesti bersabar lagi.

Selesai meminta nomor HP kasie-nya saya pun pulang. Ketika di parkiran  dan saya sudah siap-siap meluncur, tiba-tiba ada sebuah panggilan. “ Mas…. “ Saya pun tidak merespon karena mungkin saja orang lain yang dipanggil. Secara saya tidak kenal dengan orang itu. Kemudian dia memanggil lagi “Mas…”. Kali ini saya mengalihkan pandangan kepada arah suara. Seseorang dengan HP tergenggam sedang melakukan pembicaraan entah dengan siapa di sana. Saya pun menengok ke segala arah memastikan apakah ada orang lain lagi. Ternyata tidak ada. Orang itupun melanjutkan suara panggilannya. “ Iya kamu…. “ sambil tangannya gemulai menunjuk diriku. “ Kamu seorang apoteker ya? “ tanyanya selanjutnya. Seketika saja saya jawab “ Bukan…” dan langsung tancap gas meninggalkan arena parkir tersebut. Dan saya tidak berkepentingan melihat reaksi orang itu selanjutnya.

Di perjalanan sempat ada semacam rasa tidak sreg dengan kejadian tersebut. Kesan pertama yang saya tangkap dari kejadian tersebut adalah kurangnya etika dan sopan santun orang tersebut. Kenapa saya bilang begini?

Pertama, dia memanggil seseorang sementara dia masih asyik ngobrol dengan orang lain via telepon. Harusnya ketika kita berkepentingan dengan seseorang maka kita fokus kepada orang tersebut sehingga orang lain akan merasa dihargai dan dihormati. Bukannya malah menjadi sambilan.

Kedua, dia memanggil dengan suara keras sementara dia tetap tidak berpindah dari tempatnya. Harapannya saya yang harus mendatanginya. Terkesan dari lambaian gemulai tangannya. Dalam batinku, jiaaaah laki-laki kok melambai.. Jelas ini sebuah sikap arogan. Siapa yang butuh siapa. Seharusnya dia yang mendatangi saya. Apalagi dia juga tahu saya sudah duduk manis diatas motor. Masak harus turun dari motor dan mendatanginya. Hah siapa elu ??? Kenal juga enggak. Lagian elu yang butuh, masak aku yang harus ke situ. Etika di kita, bukankah siapa yang berkepentingan maka dialah yang datang. Kecuali jika tingkatnya lebih tinggi dari kita. Atau jangan-jangan dia merasa tingkatnya lebih tinggi dari saya? Wooow hebat bener dia, kenal juga tidak kok sudah main suruh-suruh.

Ketiga, ketika kita berkepentingan dengan orang laiin hendaknya disampaikan dengan bahasa yang baik, suara yang lembut (tidak perlu teriak) dan jika yang dihadapi adalah orang yang belum dikenal ada baiknya memperkenalkan diri dahulu baru menyampaikan maksudnya. Lha yang ini sudah pakai teriak, tidak juga menghampiri dan tanya juga tidak ada basa-basinya. Jadi tidak respek sama orang-orang semacam ini. Tidak beretika sama sekali.

Dan kejadian ini memberi pelajaran khususnya bagi saya untuk tidak melakukan hal serupa. Tetap mengedepankan sopan santun. Ini tidak cuma persoalan terpenuhinya sebuah kebutuhan orang lain tetapi lebih kepada Harga Diri dan Kesopanan. Jangan semena-mena kepada orang lain. Bahwa setiap kita punya harga diri yang patut dijunjung tinggi dan juga masyarakat kita mempunyai etika kesopanan tersendiri. Kalaupun kita berada di luar wilayah adat kita, maka kita wajib mengikuti adat kebiasaan di mana kita tinggal. Tidak boleh seenaknya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s