Jangan Dibaca : Enaknya Pacaran Islami…

 

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan mereka yang mengaku melakukan pacaran islami. Tetapi tulisan ini bermaksud meluruskan kembali apa itu yang disebut pacaran islami. Pacar menurut kamus bahasa besar Indonesia teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Sedangkanpacaran merupakan kegiatan menjalin hubungan berdasarkan cinta kasih. Jika ditambahkan kata islami tentu menjadi ada tambahan berdasarkan aturan-aturan (syariat) islam. Jadi jangan disebut pacaran islami jika hanya dilakukan oleh dua insan beragama islam, bila ternyata aktifitasnya tidak sesuai dengan aturan islam. Islam telah mengatur bagaimana hubungan antara pria dan wanita, laki-laki dan perempuan, ikhwan dan akhwat. Lalu bagaimana yang disebut pacaran islami itu?

Dalam konteks pacaran tentu hal pertama dan utama adalah pernyataan untuk menjalin hubungan. Dalam pacaran umum (non islami) pernyataan menjalin hubungan, yang oleh sebagian besar pasangan diabadikan sebagai tanggal jadian, diwakili dengan perkataan “ Mau enggak kamu menjadi pacar aku? “ dan pernyataan ini dijawab “ iya, mau… “ dan akhirnya mereka resmi berpacaran. Dalam pacaran islami pernyataan tersebut bukan seperti itu. Bukan pula ungkapan yang berasal dari arab semisal “ ana ukhibbuki fillah ya ukhti.. “. Meskipun menggunakan bahasa arab dan ada kata-kata fillah namun sejatinya itu bukan ungkapan pendahuluan dalam pacaran yang islami.

Pacaran islami diawali dari pernyataan yang diucapkan oleh ayah si gadis atau walinya yang kemudian dijawab langsung oleh si laki-laki di hadapan dua orang saksi dan dicatat di catatan pernikahan negara. Dengan kalimat yang sangat menyentuh. Ayah si gadis mengucapkan “ Aku nikahkan …… dst. “ yang kemudian dijawab oleh si laki-laki “ Saya terima nikahnya…..dst. “ Kemudian disambut ucapan “Sah” dari saksi dan hadirin. Yup benar,itulah ijab qabul.

Berbeda dengan pacaran umumnya yang perkataan jadian hanya antara dua orang insan saja disaksikan rembulan atau kolam ikan, tetapi pacaran islami diawali dengan sesuatu yang agung. Yang sanggup menggetarkan ‘arsy, yang akan membuat syetan lari terbirit-birit karena gagal membuat bujuk rayu agar laki-laki dan perempuan tersebut melakukan zina. Pernyataan yang menyiratkan pelimpahan segala kewajiban dan seluruh tanggugjawab dari ayah si gadis kepada si laki-laki.

Nah setelah pernyataan tersebut dinyatakan sah maka mau aktifitas apapun ya silahkan. Mau berduaan di taman sambil bergandengan tangan. Mau makan bareng sambil sesekali suap-suapan. Mau berciuman di kamar. SMS-an setiap saat. Telepon sampai panas kuping. Bahkan mau menginap berdua juga dipersilahkan. Dalam pacaran islami apapun boleh dilakukan. Asal tidak menyimpang dari aturan-aturan (syariat) islam dalam hal hidup berumahtangga dan juga tidak melalaikan dari mengingat Allah SWT.

Jadi, siapa hayo yang berani pacaran islami? J

Merayu Batita Agar Mau Mandi

Memandikan anak yang masih berusia batita (bawah tiga tahun) ternyata gampang-gampang susah. Tidak serta merta ketika kita ingin memandikan, mereka dengan segera dan sukarela untuk mandi. Terkadang butuh waktu yang lama dan perlu pendekatan (rayuan) agar mereka mau mandi. Hal ini disebabkan beberapa hal.

Yang pertama, mereka belum tahu apa itu manfaat mandi. Berbeda dengan kita orang dewasa yang merasa tak nyaman ketika badan kotor dan bau, batita belum menyadari hal tersebut. Bagaimanapun kondisi badannya, mau bersih mau kotor tetap merasa nyaman-nyaman saja. Dengan pemahaman yang seperti itu wajar kiranya jika merekapun tidak segera mau mandi, lha wong masih nyaman-nyaman saja kok.

Yang kedua, batita biasanya sangat menikmati apa yang sedang dilakukan. Apalagi jika sedang bermain, maka tidak mau jika dipaksa untuk melakukan hal yang lain, kecuali hal itu lebih mengasyikkan daripada permainan yang sedang dilakukan. Nah karena hal inilah kita sebagai orang tua harus pandai-pandai ‘mencari akal’ agar batita mau beralih aktifitas.

Yang ketiga, jika batita pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan ketika mandi maka ketika diajak mandi pastinya tidak mau. Batita lebih cepat menanam memori di pikirannya sehingga ketika ada memori buruk maka dia akan taruma dengan hal serupa. Tentu kita pernah mengetahui ada seseorang yang trauma dengan sesuatu dikarenakan semasa kecilnya mempunyai pengalaman buruk mengenai sesuatu itu. Semisal, ada orang yang sangat takut berada di ketinggian karena semasa kecilnya pernah terjatuh saat naik tangga. Hal semacam ini akan lebih kuat terpatri di memori anak karena masa-masa batita adalah masa periode emas.

Nah lalu bagaimana caranya agar anak mau segera mandi? Ini beberapa tips yang mungkin bisa dipraktekkan.
1. Pembiasaan.
Anak terlahir bersih. Mau jadi apa anak kita tergantung bagaimana orangtuanya mengajari. Salah satu cara mengajari anak adalah dengan pembiasaan. Agar anak mudah untuk diajak mandi maka buatlah pembiasaan sejak kecil. Semisal tiap pagi jam 07.00 anak sudah dimandikan dan sore jam 16.00 juga sudah mandi. Maka biasanya anak akan sadar bahwa jam-jam tersebut waktunya mandi dan akan mudah jika disuruh mandi. Tapi tentu saja kita juga tidak boleh memaksakan jika anak sedang sakit sehingga tidak memungkinkan untuk mandi sepagi itu. Tetapi ketika anak dalam kondisi sehat maka pembiasaan itu perlu dilakukan secara disiplin.

2. Rayuan.
Tak jarang butuh rayuan agar anak mau mandi. Seperti yang dinyatakan diatas bahwa anak biasanya akan enjoy dengan apa yang sedang dilakukan, semisal bermain, dan akan sulit dialihkan perhatiannya. Salah satu cara agar perhatiannya teralihkan adalah dengan mengatakan ada hal yang menarik ketika mandi. Atau dengan mengajak bermain dengan mainan yang sedang dipegang tetapi dilakukan di kamar mandi. Sebagai contoh, jika si kecil sedang asyik bermain botol maka kita bisa katakan “ yuk botolnya diisi air, terus buat mengguyur perut.. byur byur byur… “ sambil menatap matanya dan dengan intonasi yang meyakinkan. Atau “ yuk main gelembung sabun lagi…ditiup lalu dor.. “ sambil memperagakan gaya meniup sabun dan gelembung meletus. Insya Allah anak akan lebih mudah diajak mandi.

3. Ajak dengan rayuan yang berbeda.
Adakalanya anak sudah tidak tertarik dengan rayuan yang kita berikan dikarenakan sudah terlalu sering dan bagi anak itu sudah tidak menarik lagi. Maka kita sebagai orangtua mesti pandai-pandai mencari rayuan baru yang lebih asyik dan menarik.

4. Konsisten dengan yang dirayukan.
Yang tidak kalah penting, kita harus konsisten dengan apa yang kita katakan. Ketika kita merayu dengan mengajak bermain sabun maka ketika anak sudah bersedia mandi maka kita harus bermain sabun. Dalam hemat saya, bahkan ketika anak lupa maka kita tetap memainkan sabun. Hal ini lebih kepada bagaimana mengajarkan konsistensi kepada anak. Jangan mentang-mentang anak sudah lupa maka kita tidak menepati janji. Padahal bisa saja anak ingat beberapa waktu kemudian dan minta main sabun. Kan malah lebih repot.

5. Beri pujian.
Jangan lupa memuji anak ketika dia sudah mau mandi semisal dengan mengatakan “ Wah anak bunda pintar sudah mau mandi.. “ Bisa juga ditambah dengan mereview lagi apa yang tadi dilakukan. “ Tadi main apa sayang? Main sabuun, main gelembung.. bunda tiup.. lalu.. dorrrr… “ Biasanya anak akan senang dengan hal tersebut. Juga hal ini mengajarkan kepada anak untuk mengingat apa yang sudah dilakukan. Kalau anak sudah bisa bicara biasanya akan nyambung-nyambung pembicaraan dengan orangtuanya.

Demikian cara yang bisa saya bagikan. Sangat mungkin sekali akan ada cara-cara lain karena setiap anak berbeda dan punya penanganan sendiri-sendiri. Tapi tentu kita sepakat bahwa mengajak anak dengan kelembutan jauh akan lebih efektif daripada dengan paksaan. Jika anak sulit diajak mandi, jangan salahkan mereka, tetapi salahkan orangtuanya yang tidak bisa memberikan alternatif hal yang lebih mengasyikkan dalam rutinitas bernama mandi.

// //

Agomo iku Ageman

Agomo iku Ageman
Ageman kanggo ngelakoni urip
Ageman kanggo sangu sakwuse urip
Ageman kang minulyo

Mulo menungso tanpa agomo
Prasasat urip tanpo ageman
Bakalane wudho
Koyoto saliwar lumaku ing dalan-dalan

Tanpo arah,Tanpo tujuan kang mesthi
Bakalane sengsoro
Urip ing donya
Opodene ing ngalam kono

 

‘Ana Uhibbuki Fillah…’ ???

Mungkin sebagian dari kita tidak familiar dengan kalimat tersebut. Kalimat tersebut kurang lebih bermakna Aku Mencintaimu (perempuan) karena Allah. Dengan demikian jelas kepada siapa kalimat ini diucapkan, yaitu kepada perempuan. Perempuan mana yang dimaksud? Bisa itu kepada ibu, istri, saudara kandung yang perempuan atau kepada teman perempuan. Tentu saja kepada ibu atau saudara perempuan bisa diucapkan oleh siapa saja baik laki-laki atau perempuan. Kepada istri hanya boleh diucapkan oleh sang suami. Tetapi jika itu ditujukan kepada teman perempuan maka tidak lain tidak bukan hanya boleh diucapkan oleh perempuan saja. Laki-laki tidak boleh. Lho kok tidak boleh? Bukankah ini perwujudan cinta karena Allah? Continue reading

Agar asap dapur tetap ngebul…

Sudah beberapa hari blog ini tidak menyajikan hidangan baru. Menu-menu lawas masih saja menjadi pajangan di halaman utama. Agaknya pemilik blog sedang kehabisan ide mau menulis tentang apa. Padahal banyak banget yang bisa dijadikan bahan tulisan. Dari pengalaman pribadi, kejadian-kejadian di sekitar maupun berita-berita panas politik yang kian melenceng dari fakta yang ada. Tapi ternyata juga tidak ada satupun yang menjadi rangkaian kata-kata.

Mencari-cari alasan agar menjadi pembenaran untuk tidak adanya hidangan baru. Tapi bagaimana lagi semangat untuk ‘memasak’ kata-kata tersebut menjadi hidangan yang lezat ternyata sedang menjauh pergi. Tapi kan ada alasannya. Kemarin-kemarin sibuk untuk pemberkasan. Insya Allah akan melanjutkan studi. Semoga bisa lolos. Aamiin… Selain itu juga membuat usulan DUPAK yang ternyata juga menyita waktu saya setelah sebelumnya mengajar pelatihan selama hampir 30 hari lamanya.

Dan sekali lagi tulisan inipun seakan menampilkan pembenaran bagi tidak adanya hidangan baru. Tapi saya berharap semoga tulisan ini menjadi awal setelah sekian lama vakum. Bahasa gampangnya sebagai awal agar asap dapur tetap ngebul. Sekaligus ini menandai tulisanku yang ke 201. 😀

Seuntai Doa Untuk Bidadariku

Mentari kemarin pagi tersaput mendung. Cericit pipit yang bertengger di dahan-dahan pohon, di antara pucuk-pucuk daun yang mulai tumbuh terdengar samar-samar. Seakan enggan mengabarkan hari itu. Dingin pagi itu mengabutkan udara yang semalaman menyelimuti peraduan. Sebuah pagi yang syahdu, mungkin bagi sebagian yang lain terasa kelu.

Namun ternyata suasana pagi itu terasa berbeda di wajahmu. Mungkin itu yang aku tahu. Tak sedikitpun mendung menghiasi wajahmu. Senyum manismu mengabarkan bahwa hari itu keceriaan meliputi dirimu. Dingin yang mengabut tak sedikitpun membuat kehangatan sikapmu memudar. Pagi itu benar-benar merona wajahmu yang ayu.

Sebuah kecupan kecil, ketika engkau tengah menyiapkan hidangan cinta untuk kami. Sebuah tanda yang mewakili berjuta kata. Bahwa kami mencintaimu. Tidakkah engkau rasakan tangan mungil itu menggenggam jemarimu, seakan ia mengatakan kepadamu. Bunda, barakallahu fi umrik.. Disertai untaian doa agar engkau senantiasa diberkahi oleh-Nya, selalu dalam lindungan dan ridho-Nya.

*teruntuk istriku yang kemarin berulangtahun, Ayah dan Aisha selalu mencintaimu.

Peribahasa (idiom) Bahasa Inggris : (D)

1. Do not put your eggs in one basket
    • Jangan menempatkan semua resiko dalam satu tempat saja.
2. Despise another, despise yourself
    • Menghina orang lain berarti menghina diri sendiri.
3. Destroy something’s easier than to construct
    • Menghancurkan lebih mudah daripada membangun.
4. Don’t go too far in small
    • Masalah kecil jangan dibesar-besarkan.
5. Don’t judge the book by its cover.
    • Jangan melihat seseorang dari luarnya saja.
6. Don’t put off till tomorrow what you can do today
    • Janganlah tunda sampai besok apa yang bisa anda lakukan hari ini.
7. Dream the impossible to reach the stars
    • Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit.