Hujan Bulan Juni

Tak terasa kita sudah berada di awal penghujung pertengahan tahun. Yup, bulan keenam dalam kalender masehi ini telah memasuki hari kedua. Entah mengapa, Juni mengingatkanku pada sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono. Mungkin karena di sana ada namaku disebut.😀

Hujan Bulan Juni pertama kali kukenal empat tahun silam lewat seorang pencinta puisi, teman diskusi yang ulung, penyuka nyinyir dan penyuka karya-karya yang tidak mainstream tetapi sangat menggugah. Meski pada akhirnya tak ada satupun talentanya yang menular padaku.😀  Mari kita simak puisi Hujan Bulan Juni.

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Dan satu lagi bagi penyuka musikalisasi puisi bisa lihat salah satunya disini.

One thought on “Hujan Bulan Juni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s