Jangan Mengeluh di Socmed Ah…

jangan mengeluh ah

Mengeluh. Mungkin sebagian kita pernah melakukannya. Bagaimana tidak, ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang kita inginkan maka mengeluh menjadi sesuatu yang bisa menjadi penghibur, setidaknya mengalihkan untuk tidak menjadi tertuduh atas kegagalan yang dialami. Mengeluh memang sudah menjadi tabiat manusia, karena manusia diciptakan dengan tabiat suka berkeluh kesah. Namun mengeluh ada tempatnya, mengadukan keluh kesah ada jalurnya sendiri. Lalu apakah media sosial (social media = socmed) adalah tempat yang tepat? Jalur yang aman?

Saya teringat beberapa status orang-orang yang saya tahu, yang kalau dibaca bagaimanapun menyiratkan sebuah keluhan. Ada yang menulis menyatakan ketidaksukaan atas pandangan mertuanya yang masih kolot. Lain lagi, ada yang menuliskan bahwa suaminya tidak becus diminta tolong menggoreng telur. Status lainnya, mengeluhkan anaknya yang tidur larut malam, sementara dirinya butuh istirahat karena terlalu lelah mengurus rumah, sedangkan suaminya tidak pernah membantu. Ada pula yang mengeluhkan cuaca yang sangat panas. Dan masih banyak contoh yang lain lagi. Entah apa tujuan mereka menuliskan keluhannya di socmed. Apakah agar setiap orang tahu bahwa dia tidak akur dengan mertua? Apakah semua biar tahu bahwa suaminya ternyata tidak pandai menggoreng telur? Atau mungkin ingin memberi tahu bahwa dirinya lelah mengurus anak sementara suami cuek-cuek saja? Atau mungkin dengan mengeluh, cuaca akan berubah menjadi sejuk?

Dalam hemat saya, mengeluh di socmed lebih banyak mudharatnya alih-alih mengambil manfaat. Secara tidak langsung ketika kita sering mengeluh di socmed, entah apapun alasannya, pasti oranglain akan menganggap kita adalah pengeluh, orang yang tidak tahan banting dan tidak bersabar. Padahal ketika kita mengeluh di socmed, masalah kita juga tidak lantas mendapat solusi. Mungkin saja yang kita inginkan adalah simpati dan empati pembaca status kita. Tapi kalau ternyata tidak ada yang nge-like atau komentar, kita lantas merasa tidak diperhatikan. Justru berpotensi menambah masalah tersendiri.

Dalam mengeluh, seperti yang disampaikan diatas sebagai pengalihan agar diri tidak dalam posisi tertuduh, maka akan menyampaikan hal-hal negatif yang ada di sekitar kita yang berkaitan erat atas situasi yang membuat kita mengeluh. Entah itu orang lain, alam sekitar maupun pihak-pihak lain. Nah hal ini sedikit banyak memberi informasi kepada khalayak umum tentang situasi orang-orang di sekitar kita. Dengan penyampaian kita yang lebih menyudutkan pihak di luar diri sendiri maka tidak mustahil pembaca status kita akan berpikir bahwa memang orang-orang di sekitar kita bertabiat buruk. Padahal kenyataannya adalah kita saja yang memandang seperti itu. Tetapi kita mengajak oranglain berpikiran sama dengan kita.

Mengeluh itu boleh saja. Tetapi tidak kepada semua orang. Tentu kita sepakat ketika kita menulis status di socmed maka setiap orang yang berteman dengan kita mengetahuinya. Tetapi apakah semua orang tepat menjadi tempat kita mengeluh?

Mengeluh yang paling tepat hanyalah kepada Dia, Allah Yang Maha Penyayang. Karena tiadalah yang dapat melepaskan kita dari segala situasi sulit melainkan Dia. Lalu jika memang kita perlu oranglain untuk berbagi maka yang paling tepat selanjutnya adalah kepada orang-orang yang kita percaya semisal orangtua, suami/istri atau teman dekat. BUKAN KEPADA SEMUA ORANG.

Yuk kita lebih dewasa dalam menggunakan socmed. Daripada menulis yang buruk-buruk, termasuk keluhan, ada baiknya kita menulis informasi yang baik-baik saja. Sampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan oranglain. Membuka ruang diskusi yang santun. Mengeluh bukan pada tempatnya justru akan menambah masalah baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s