Seuntai Doa Untuk Bidadariku

Mentari kemarin pagi tersaput mendung. Cericit pipit yang bertengger di dahan-dahan pohon, di antara pucuk-pucuk daun yang mulai tumbuh terdengar samar-samar. Seakan enggan mengabarkan hari itu. Dingin pagi itu mengabutkan udara yang semalaman menyelimuti peraduan. Sebuah pagi yang syahdu, mungkin bagi sebagian yang lain terasa kelu.

Namun ternyata suasana pagi itu terasa berbeda di wajahmu. Mungkin itu yang aku tahu. Tak sedikitpun mendung menghiasi wajahmu. Senyum manismu mengabarkan bahwa hari itu keceriaan meliputi dirimu. Dingin yang mengabut tak sedikitpun membuat kehangatan sikapmu memudar. Pagi itu benar-benar merona wajahmu yang ayu.

Sebuah kecupan kecil, ketika engkau tengah menyiapkan hidangan cinta untuk kami. Sebuah tanda yang mewakili berjuta kata. Bahwa kami mencintaimu. Tidakkah engkau rasakan tangan mungil itu menggenggam jemarimu, seakan ia mengatakan kepadamu. Bunda, barakallahu fi umrik.. Disertai untaian doa agar engkau senantiasa diberkahi oleh-Nya, selalu dalam lindungan dan ridho-Nya.

*teruntuk istriku yang kemarin berulangtahun, Ayah dan Aisha selalu mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s