‘Ana Uhibbuki Fillah…’ ???

Mungkin sebagian dari kita tidak familiar dengan kalimat tersebut. Kalimat tersebut kurang lebih bermakna Aku Mencintaimu (perempuan) karena Allah. Dengan demikian jelas kepada siapa kalimat ini diucapkan, yaitu kepada perempuan. Perempuan mana yang dimaksud? Bisa itu kepada ibu, istri, saudara kandung yang perempuan atau kepada teman perempuan. Tentu saja kepada ibu atau saudara perempuan bisa diucapkan oleh siapa saja baik laki-laki atau perempuan. Kepada istri hanya boleh diucapkan oleh sang suami. Tetapi jika itu ditujukan kepada teman perempuan maka tidak lain tidak bukan hanya boleh diucapkan oleh perempuan saja. Laki-laki tidak boleh. Lho kok tidak boleh? Bukankah ini perwujudan cinta karena Allah?

Sebenarnya tulisan ini saya buat karena ada teman yang meminta menuliskan tentang hal ini. Dikarenakan teman saya itu seorang laki-laki sudah barang tentu yang dimaksud dia adalah mengucapkan kalimat “ana uhibbuki fillah” kepada teman perempuan yang boleh jadi seseorang yang dia cintai. Tapi pembahasan ini tidak dibatasi hanya membicarakan lingkup teman saya dan perempuan yang ditaksirnya tetapi untuk lingkup yang lebih luas. Yaitu setiap laki-laki dan setiap perempuan yang mana keduanya masih asing (belum ada ikatan yang halal). Dan tentu dari sudut pandang laki-laki sebagai pelakunya.

Kalimat tersebut sebenarnya tidak beda dengan ungkapan-ungkapan lain semisal ‘aku sayang kamu’, ‘aku cinta kamu’,’ i love you’ . Hanya saja dibelakang kata tersebut ada kata-kata ‘fillah’ atau ‘karena Allah’. Sebuah tambahan yang bagi saya itu sesuatu yang tidak main-main. Ketika menggunakan asma Allah yang agung maka penyataan cinta itu tentu akan lebih berat konsekuensinya, namun juga lebih berasa indahnya. Namun agaknya kalimat ini sering digunakan tidak pada tempatnya. Yaitu pengungkapan rasa cinta seorang laki-laki kepada perempuan yang dicintainya sementara belum ada ikatan apapun (dalam hal ini pernikahan). Entah apa tujuannya, mungkin dengan mengucapkan kalimat ini seakan ungkapan rasa cinta akan terasa lebih islami dan seakan terasa benar-benar karena Allah, bukan karena nafsu. Dan tentu mengandung pahala. Tetapi apakah demikian adanya?

Tak dipungkiri bahwa syetan sangat pandai dalam menipudayakan manusia. Termasuk salah satunya dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan yang belum halal. Maka dihembuskanlah kepada keduanya atau salah satunya bahwa cinta itu perlu diungkapkan.

Mungkin hal tersebut terinspirasi oleh sebuah kisah dimana ada seorang sahabat pernah memberitahukan kepada beliau SAW bahwa dia mencintai saudaranya ( laki-laki muslim) , maka dikatakanlah kepadanya “ jikalau kau cinta maka beritahukanlah dia “. Kemudian dia menemui saudaranya tersebut dan mengucapkan “ ana uhibbuka fillah “ lalu dijawab saudaranya “ semoga Allah mencintaimu karena engkau telah emncintaiku karena-Nya “.Dalam kisah ini ungkapan cinta diucapkan oleh seorang muslim laki-laki kepada muslim laki-laki. Dan cinta ini dilandaskan karena kecintaan kepada ilmu dan ketakwaan saudaranya.

Lalu bagaimana halnya jika kisah tersebut dipahami secara salah dan diterapkan oleh seorang laki-laki kepada perempuan yang dicintainya? Sementara perempuan tersebut bukanlah siapa-siapa bagi laki-laki tersebut. Tentu saja tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan akan mengotori hati dan menimbulkan dosa. Syetan akan bermain-main diantara keduanya dan mengatakan bahwa cinta yang ada diantara keduanya adalah cinta yang suci karena ada kata-kata “fillah” atau “ karena Allah”. Padahal dengan kalimat tersebut tak jarang menimbulkan gejolak hati yang begitu dahsyat, selain gejolak nafsu yang melingkupinya. Akibat perkataan tersebut, banyak hati perempuan yang akan ternoda. Bukankah perempuan adalah makhluk yang paling sensitif dengan kata-kata cinta.  Dan ketika ada laki-laki yang menyatakan cintanya maka melayanglah angannya seiring segudang tanya benarkah ini semua? Sementara perempuan adalah makhluk yang lebih mengedepankan perasaannya, akan muncul rasa bersalah jika harus menolak, ada sejuta rasa tidak enak ketika membuat laki-laki terluka. Ketika dia tidak membalas maka ada rasa bersalah dalam dirinya, ketika dia membalas maka ia takut memberikan harapan kepada laki-laki tersebut. Akhirnya diapun menjawab sebagaimana dalam kisah tersebut, dengan dalih bahwa ada kata-kata “fillah” yang menjamin bahwa cinta laki-laki tersebut murni karena Allah. Sementara bagi laki-laki tersebut penggunaan kata “fillah” hanya sebagai jebakan saja agar si perempuan terjerat oleh rayuannya. Jika hal ini tidak segera dihentikan maka bisa dipastikan keduanya akan terjalin hubungan yang semakin dekat, semakin mesra tanpa ikatan apapun. Janji pernikahanpun seolah semakin memperlancar hubungan yang tidak halal tersebut.

Kawanku , jika engkau percaya padaku maka aku katakan kepadamu bahwa tidaklah ada kedekatan antara laki-laki dan perempuan (yang belum/tidak halal) kecuali salah satunya atau kedua-duanya mempunyai rasa yang lebih, entah itu sekedar simpati atau sampai benar-benar cinta. Dan yakinlah ketika cinta itu tidak diekspresikan dalam ikatan yang halal (pernikahan) maka tidaklah ada pahala diantara keduanya. Justru dosa akan lebih dekat kepada mereka. Yuk mari kawanku yang laki-laki, jangan memberi harapan palsu kepada perempuan. Jika engkau benar-benar cinta datangilah orangtuanya. Jangan menjadi pengecut yang hanya bisa mengatakan cinta di dunia maya. Nyatakanlah keinginanmu untuk menikahinya. Jika diterima, bersabarlah hingga akad itu terucap. Namun jika ditolak, maka tak perlulah kecewa. Karena perempuan di dunia tak hanya dia. Jangan terbelenggu oleh perasaan cinta sesaat.

Dan kawanku yang perempuan, jangan terlena oleh kata-kata manis lelaki yang diumbar lewat media, entah sms, facebook, twitter, WA atau yang lainnya. Ketahuilah, sesholih apapun, seganteng apapun, sekaya apapun kalau dia tidak berani menemui orangtuamu dengan segera dan menyatakan keinginannya untuk menikahimu maka itu tak lebih dari seorang pengecut yang tak pantas engkau hiraukan. Jangan terlena janji pernikahan. Sebelum akad terucap maka belum ada bukti apapun yang menunjukkan keseriusannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s