Bonus Sampingan Profesi Instruktur Latihan Kerja

Berprofesi sebagai instruktur latihan kerja memang sesuatu yang mengasyikkan. Apalagi kalau mendapat bonus sampingan. Oya sebelumnya saya menjelaskan dulu apa itu instruktur latihan kerja. Mungkin banyak diantara kita ketika mendengar kata instruktur akan langsung tertuju kepada sebuah profesi sebagai pemandu senam massal. Ya saya pun dulu ketika mengenalkan diri sebagai seorang instruktur biasanya lawan bicara akan tanya. “ Instruktur Senam?”. Seakan tak percaya jika melihat penampilan saya yang sama sekali tidak melambai, tidak bergaya sok kenes dan suara yang mendayu-dayu bagi seorang lelaki. Ya jelas bukan instrukutr senam lah… Tapi saya itu instruktur latihan kerja yaitu yang mengajar kursus di BLK (balai latihan kerja). Ada lagi yang bertanya. “ Itu semacam LPK ya? “. Iya semacam LPK tapi miliknya pemerintah. “ Kalau pelatihan bayar berapa?”. Gratis lagi kursus di BLK, malah dapat sesuatu kok entah itu snack atau modal usaha. Dan masih banyak pertanyaan lain yang kalau ditulis di sini malah gak jadi bahas bonus sampingannya.

Menjadi instruktur bagi saya adalah takdir. Saya tidak berani mengatakan itu pilihan hidup saya karena nyatanya ini lebih kepada takdir dibanding sesuatu yang memang sengaja saya pilih. Tugas utama instruktur tentu saja mengajar siswa pelatihan sesuai bidang masing-masing. Saya sendiri mengajar bidang Teknisi Komputer dan Operator Komputer. Selain juga berminat di bidang rewinding, teknik refrigerasi domestik dan jahit. Jadi saya kira jelas sekali apa yang saya ajarkan. Melatih memang ada suka dan dukanya sebagaimana profesi yang lain. Tapi di sini saya akan paparkan saja sukanya. Daripada terkesan mengeluh.

Dengan paket pelatihan yang hanya sekitar 1,5 bulan maka tiap tahun setidaknya bisa mengajar setidaknya 6 kelas. Awal tahun dan akhir tahun biasanya belum dan sudah tidak ada pelatihan. Secara otomatis saya akan mengenal setidaknya 6 x 16 orang setiap tahunnya. Belum lagi itu siswa di luar kejuruan saya. Nah yang saya suka dari mengenal banyak orang adalah menambah teman dan jaringan. Kan lumayan itu. Apalagi tersebar di seluruh kabupaten Sleman. Setidaknya ketika nanti kebetulan bepergian ke Prambanan maka ada teman di sana. Pergi ke Berbah, Moyudan, Minggir dan kecamatan-kecamatan lain di Sleman maka ada teman di sana yang mana jika terjadi sesuatu bisa dimintai tolong. Ya bagaimanapun kalau sudah tidak diajar kan jadinya teman. Bukan siswa lagi. Dan inilah keuntungan dari profesi yang berhubungan dengan masyarakat banyak.

Keuntungan kedua dan ini sih tidak bisa diharapkan ada. Artinya kalau pas beruntung ya dapat kalaupun tidak juga tidak apa-apa. Apa itu? Kenang-kenangan. Sudah beberapa kali saya mendapat kenang-kenangan dari siswa pelatihan. Biasanya di akhir pelatihan mereka memberikan sesuatu kepada instrukturnya. Katanya sih sekedar kenang-kenangan, tapi ya tetap perlu disyukuri. Tapi tentu itu tidak usah diharapkan karena tidak semua kelas begitu. Hanya kadang-kadang saja. Yang belum lama ini saya mendapat sarung plus sajadah. Yang dulu-dulu pernah dapat mug hadiah ulangtahun, baju batik, jam dinding dan yang lainnya. Dan instrukutr juga tidak pernah meminta sehingga ketika mendapat barang-barang tersebut ya disyukuri saja. Dan inilah yang saya sebut bonus sampingan tadi. Melalui blog ini saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang pernah menjadi siswa saya yang telah memberikan kenang-kenangan. Semoga mendapat ganti yang lebih baik. Sekian dan terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s