Maaf, “maaf” pun belum cukup!

Maaf. Betapa sebuah kata yang cukup singkat ini mampu memberi makna yang besar bagi sebuah hubungan antar manusia. Sebuah kata yang termasuk dalam tiga kata yang sulit diucapkan oleh manusia (maaf, tolong dan terima kasih -red). Kata yang mampu membuat kita harus melupakan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang lain kepada kita atau setidaknya tidak mengungkit-ungkit lagi. Ataupun kata yang membuat kita berharap agar orang lain melupakan kesalahan kita.

Maaf, sungguh kata yang mulia, bahkan orang yang minta maaf dan memberi maaf mendapat kebaikan dan pahala, meskipun derajat orang yang memberi maaf lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang meminta maaf. Ini berlaku bila pihak yang meminta maaf benar-benar melakukan kesalahan, bukan sebaliknya. Karena ada kasus dimana sebenarnya orang lain yang berbuat salah kepada kita, namun dia tidak mengakui dan menyadari sehingga dari pihak kitalah yang meminta maaf agar hubungan kembali baik. Bagi saya, barang siapa yang mengawali meminta maaf berarti dia ingin memperbaiki hubungan yang ada, meluruskan segala kesalahan yang ada. Tapi sayangnya di masyarakat kita, siapa yang meminta maaf duluan maka dialah yang dianggap bersalah. Mungkin karena inilah meminta maaf merupakan hal yang paling sulit dilakukan sebagian masyarakat kita.

Dalam banyak hal kata “maaf” mampu untuk meredam amarah pihak-pihak yang berselisih. Namun dalam beberapa hal tertentu kata “maaf” pun tak cukup. Teringat penggalan dialog sebuah drama asia ” kalau minta maaf berguna, buat apa ada polisi..”. Mungkin ada benarnya bahwa kadang “maaf” pun tak mampu menyelesaikan masalah.

Banyak hal terutama berkaitan dengan hati, sulit untuk diselesaikan hanya dengan dengan kata maaf. Semisal, ketika kita menyakiti hati teman kita, atau ketika kita berbuat buruk kepada tetangga atau bagi yang sudah berkeluarga membiarkan anggota keluarganya terlantar. Semua itu tak cukup dengan kata maaf tetapi harus diikuti dengan perubahan sikap. Ketika kita menyakiti hati seorang teman, maka mungkin pada saat kita minta maaf belum tentu langsung dimaafkan. Kadang kita harus menunggu beberapa waktu dan selama itu kita harus menunjukkan itikad baik bahwa kita sudah mulai berubah. Atau ketika tetangga kita merasa dizholimi oleh kelakuan buruk kita, maka maaf pun tak cukup. Kita harus mampu merubah sikap kita dengan nyata. Dalam kehidupan rumah tangga akan lebih jelas lagi. Seorang kepala keluarga yang tidak mau bekerja sehingga anggota keluarganya menjadi kelaparan dan kekurangan, apakah cukup dengan minta maaf maka semuanya akan tercukupi? Tentunya tidak. Lapar tak akan menjadi kenyang dengan kata maaf. Kebutuhan pakaian dan rumah tak akan terpenuhi hanya dengan kata maaf. Memang kesalahan dalam menjalani hidup ini tak semuanya bisa diselesaikan dengan kata maaf, terutama berkaitan dengan orang lain.

Lalu, bila ada orang bertanya “apakah kita tidak boleh berbuat salah?” Maka kita menjawab “memangnya bisa?”. Selama kita mejadi manusia maka kesalahan itu pasti ada. Bahkan kalaupun kita tidak berinteraksi dengan siapapun maka kesalahan terhadap orang lain pun tetap ada. Kok bisa? Bukanlah orang yang baik itu bukanlah semata-mata orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, namun justru orang yang baik adalah orang yang pernah melakukan kesalahan kemudian menyadarinya, meminta maaf dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Sekali lagi, bahwa dalam beberapa hal tertentu kata maaf” belum cukup menyelesaikan masalah. Perlu kita iringi dengan perubahan sikap. Selamat berjuang saudaraku untuk mengejar maaf itu!!!Sejauh mana kau kejar maaf…Tak perlu malu untuk minta maaf dan jangan terlalu angkuh untuk tidak mau memberi maaf. Semoga Alloh menuntun kita semua meniti jalan-Nya.

2 thoughts on “Maaf, “maaf” pun belum cukup!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s