Catatan Juma’t Barakah

Sebenarnya sih saya tidak tahu mesti menulis apa. Bukan karena tidak ada materi, bukan itu. Justru terlalu banyak materi yang bisa saya tulis, tapi kembali lagi kehilangan arah mau menulis darimana. Ibarat jalan, saya tahu tempat-tempat yang hendak dituju tetapi saya lupa jalan mana yang harus saya lalui. Parah.. Mohon maaf jika mungkin terlalu hiperbolis. Ya sudah saya mulai saja dari apa yang terlintas di benak saya dan mungkin jika ada materi yang ‘ndak’ nyambung yang mohon dimaafkan. Tapi yang pasti semoga ada sedikit hikmah yang bisa diambil.

Hari ini jumat tertanggal 08 agustus 2014. Bagaimana menurut anda hari ini? Indah, menyenangkan, mengejutkan , mempesonakan? Kok yang baik-baik semua? Iya biar kita selalu mendapat kebaikan. Semoga ya… Nyaris dua minggu lamanya saya tidak menulis di blog ini. Kalau seperti pernah saya bilang menu di meja makan (baca:blog) saya sudah basi. Itu-itu saja tidak ada yang baru. Kesibukan akhir ramadhan yang sayang jika dilewatkan, kemudian momen lebaran yang sungguh menguras energi belum lagi menyisakan badan yang kurang fit serta tugas-tugas kantor yang cukup menyita perhatian. Meja makan memang saya lihat hampir setiap hari tetapi tak jua berniat memasak (menulis) menu baru. Bahkan momen hari lahir tanggal 03 kemarin juga tak meninggalkan jejak berupa tulisan. Ya itu bisa disiasati dengan tulisan setelah ini.😀

Hari ini tepat 31 bulan sejak saya mengikrarkan janji suci. Janji yang mengguncangkan ‘arsy dan membuat setan lari terbirit-birit. Tentu sudah tahu kan ya janji apa itu. Sudahlah tidak perlu saya jelaskan. Waktu 31 bulan bisa jadi bukan waktu yang sebentar atau boleh saja dikatakan waktu yang cukup singkat. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Menengok kembali niatan ketika hendak menikah. Salah satu alasan saya menikah waktu itu adalah untuk menjaga izzah, menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik terutama terkait hubungan dengan lawan jenis. Mohon jangan salah diartikan. Dan memang benar adanya bahwa ketika kita menyadari sepenuhnya arti dari pernikahan maka kitapun akan sadar bahwa dengan menikah, kita akan merasa lebih terjaga. Kenapa? Karena kita sudah memiliki pendamping yang mana dengannya kita akan dapat menyalurkan keinginan kita sehingga melemahlah keinginan yang sama terhadap lawan jenis yang tidak halal. Apakah hal ini otomatis terjadi begitu akad terucap? Saya sebenarnya tidak berani menjawab. Kita tentu paham bahwa lika-liku hidup manusia kadang tidak tertebak. Ada saja jalan, cara, situasi yang tidak ideal yang tidak kita inginkan. Toh itu terjadi juga. Entah karena kealpaan atau karena memang kesadaran sedang pergi entah kemana, ada saja hal yang membuat kita belajar bagaimana menjaga diri itu. Tentu saja pembelajaran itu kita peroleh ketika kesadaran itu sudah pulang kembali. Ada rasa sakit, kecewa atau apapun itu terkait kejadian, peristiwa yang terjadi selama kealpaan itu mendera. Tetapi bagaimanapun, perlu bersyukur ketika kesadaran itu sudah pulang kembali. Dan silahkan ambil pelajaran dari apa yang terjadi. Kalau orang kata “Masa lalu itu jangan dilupakan dan jangan pula diingat-ingat. Ia sudah berlalu. Ia sudah habis ditelan waktu. Tapi ia jugalah yang membentuk kita sekarang. Ambil yang baik darinya dan tinggalkan yang buruk”. Berbicara tentang masa lalu, siapa sih yang tidak punya masa lalu? Semua pasti punya. Lalu?

Jumat hari raya bagi segenap malaikat dan bagi kita laki-laki muslim ada kewajiban untuk shalat jumat. Jangan telat apalagi sampai tidak jumatan. Kalau sampai tiga kali tidak jumatan maka Allah akan mengunci mati hati kita. Kemarin, kamis, ada pengumuman yang menggembirakan. Jadi judulnya kabar gembira untuk saya. Tentu bukan kulit manggis yang kini ada ekstraknya. Tetapi pengumuman beasiswa S2 saya yang alhamdulillah diterima di TE UGM. Syukur tentu saya panjatkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan rejeki berupa beasiswa S2. Tinggal bagaimana mengurus administrasi. Posisi saya sebagai abdi negara tentu saja berbeda ketika bukan sebagai abdi negara. Perlu mengurus ijin formal sehingga nantinya bisa berjalan dengan baik secara kedinasan dan dapat diakui secara dinas. Dan semoga saja diberikan kemudahan (lagi) oleh ALLAH SWT.

Beberapa hari yang lalu juga ada kabar gembira bahwa ijin HO sudah jadi. Tepatnya 5 agustus 2014 dan langsung saja diikuti dengan mengurus SIA. Kembali lagi berharap semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan. Terkait SIA semoga bisa segera turun ijinnya, tentu saja sebelumnya berharap segera bisa disurvey. Semoga bisa menjadi tambahan penghasilan yang barakah apalagi selama saya tugas belajar nanti penghasilan dari gaji otomatis sedikit terkurangi oleh tunjangan saya sebagai instruktur. Dan ini juga menjadi pertimbangan saya agar sesegera mungkin Apotek kami bisa beroperasi. Selain tentu saja untuk menyenangkan istri. Karena sudah lama dia mengharapkan memiliki apotek sendiri. Ya insya Allah sebentar lagi harapan itu terwujud.

Waktu menunjukkan 10:53 wib sehingga perlu segera diakhiri sesi tulis menulis ini untuk kemudian bersiap melaksanakan shalat jumat. Jumat bukanlah hari yang pendek karena masih tetap 24 jam. Tetapi jeda kewajiban shalat jumat membuatnya tidak fleksibel untuk berlama-lama dalam aktifitas dunia. Mari kita hadiri shalat jumat, sebelum khutbah dimulai diusahakan sudah hadir dan pastikan pulang setelah shalat. Ya iyalah maksud loooo?😀 Sekian saja dulu kawan-kawan. Insya Allah sambung lain waktu.

Kalau ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Boleh saya menumpang mandi lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s