Gaya Mendidik Warisan Orang Tua. Bagaimana menyikapinya?

Setiap orang tua memiliki gaya mendidik anak yang berbeda-beda antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Bahkan antara suami dan istri tidak jarang memiliki gaya yang berbeda dalam hal mendidik anak. Sebagian besar keluarga meniru gaya orangtuanya dalam mendidik anak. Mereka akan meniru cara orang tua mendidik mereka ketika masih kecil. Terlebih lagi pada komunitas dimana tingkat pertukaran informasi sangat rendah sehingga informasi yang diperoleh terkait mendidik anak hanya diperoleh dari orang tuanya dan lingkungan sekitarnya. Belum lagi bagi yang masih tinggal bersama orang tua dan belum ada kesepakatan bersama (antara orangtua anak dan kakek-neneknya) dalam mendidik anak maka dominasi kakek-nenek biasanya akan lebih besar daripada kedua orangtua.

Setidaknya ada tiga cara penyikapan yang biasa dilakukan oleh keluarga terhadap gaya mendidik warisan orangtua ini.

1. Meniru penuh gaya mendidik warisan orangtua.

Memang lebih mudah jika kita meniru gaya mendidik orangtua. Selama kita tumbuh dalam keluarga maka selama itu pulalah kita mempelajari dan menyerap apa yang diajarkan oleh orang tua. Ketika tiba saatnya mendidik anak maka kita tinggal meniru saja bagaimana orang tua mendidik kita. Cara ini relatif lebih mudah apalagi jika kita masih tinggal serumah dengan orang tua. Apa yang kita lakukan akan didukung penuh oleh orangtua kita. Meniru penuh gaya mendidik orangtua kita memang tidak sepenuhnya salah tapi juga tanpa resiko. Jika gaya mendidik orangtua kita baik maka tidak ada salahnya jika kita ingin meniru secara penuh. Cara mudahnya lihatlah diri kita. Inilah hasil dari gaya mendidik orangtua kita. Bisa jadi ketika kita meniru cara orangtua kita maka hasilnya seperti kita juga. Tetapi perlu pertimbangkan juga bahwa anak-anak kita hidup di jaman yang berbeda dengan kita. Sehingga mungkin saja akan ada perbedaan hasil, tetapi tidak akan jauh-jauh dari hasil nyata yang kita lihat yaitu diri kita.

2. Menolak sepenuhnya gaya mendidik warisan orangtua

Saya melihat bahwa sebagian besar menerapkan cara penyikapan seperti ini. Sebagian menganggap bahwa cara mendidik ala orangtua kita kurang baik. Boleh jadi ada trauma-trauma masa lalu, kekecewaan terhadap orangtua dan lain sebagainya sehingga tidak mau jika anak-anaknya mengalami hal serupa. Oleh sebab itu cara paling jitu adalah dengan menolak cara yang orangtua kita lakukan. Jika dulu kita merasa dikekang semasa kecil, tidak boleh ini, tidak boleh itu maka ketika menjadi orangtua kita akan lebih permisif terhadap banyak hal. Tapi juga sebaliknya ada yang ketika kecil diperlakukan dengan lemah lembut tetapi ternyata menjadikan dirinya anak yang juga lemah maka ketika menjadi orangtua akan bersikap lebih keras agar anak-anak menjadi orang yang kuat.

3. Mengambil sisi baik gaya mendidik warisan orangtua

Tipe cara penyikapan yang ketiga adalah mengambil sisi baik gaya mendidik ala orangtua kita. Tentu dalam setiap diri dan apa yang dilakukan oleh orang lain pasti ada sisi baik yang bisa diambil. Termasuk dalam hal ini adalah gaya atau cara mendidik anak yang dilakukan oleh orangtua kita. Nah memang cara yang terbaik menyikapi gaya mendidik warisan orangtua adalah dengan mengambil sisi baiknya dan menghindari sisi buruknya. Kita bisa mengambil cara-cara atau metode apa saja sih yang baik dari orangtua kita untuk kemudian kita terapkan kepada anak-anak kita. Misalnya orangtua kita mendidik dengan lemah lembut, jauh dari kekerasan maka kita perlu untuk meniru hal tersebut. Kemudian kita juga harus menghindari cara-cara yang tidak baik. Semisal orangtua mendidik dengan sangat keras atau justru malah tidak disiplin maka kita perlu menolak hal tersebut.

Dengan banyak belajar maka insya Allah kita akan lebih tahu bagaimana cara terbaik dalam mendidik anak. Mengambil yang baik dari orangtua maupun lingkungan merupakan salah satu cara belajar kita. Mari kita nikmati peran sebagai orangtua. Butuh kesabaran? Itu pasti. Butuh perjuangan? Sudah barang tentu. Mudah? Tidak juga. Sulit? Bisa dibuat mudah juga kok. So… selamat menikmati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s