Sebuah Episode Bernama : Kuliah (Lagi)

Episode kehidupan manusia memang tidak bisa ditebak. Bahkan sesuatu yang terencana pun belum tentu terlaksana seperti apa yang direncanakan. Tetapi apa yang kemudian terjadi tak jarang membuat kita begitu terkejut. Kejutan-kejutan yang memberikan senyum. Namun di lain kesempatan membuat kita seikit kecut.

Salah satu episode yang sekarang saya jalani boleh jadi menjadi salah satu bukti dari pernyataan dalam paragraf pertama tadi. Sebuah mimpi yang menjelma menjadi nyata. Kuliah (lagi). Pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya bahwa saya pernah bermimpi untuk bisa kuliah di Teknik Elektro.Dan alhamdulillah mimpi itu terwujud. Yup, kini sejenak saya tanggalkan status sebagai PNS aktif untuk kemudian memakai baju bernama mahasiswa. Sebuah kejutan yang manis yang Allah anugerahkan di penghujung Ramadhan kemarin.

Menjalani episode baru dengan status baru dan tentu saja harus diiringi oleh semangat baru. Menjadi mahasiswa S2 tentu saja berbeda dengan mahasiswa S1. Apalagi sudah tidak berpredikat freshgraduated. Dengan masa kuliah yang cukup singkat ‘hanya’ 3 semester saja mengharuskan diri untuk berlari. Tak bisa (boleh) bersantai-santai. Setiap masa sangat berharga. Secara satu semester saja bayar 10 juta. Berarti setiap keterlambatan harus dibayar. Bahkan berstatus mahasiswa beasiswa juga tidak boleh bersantai karena kalau telat tentu saja beasiswa sudah tidak didapat dan wajib membayar sendiri. Selain juga wujud tanggungjawab kepada pemberi beasiswa untuk menyelesaikan tepat waktu.

Berlari dan berlari. Bagaimanapun harus ditempuh. Tidak boleh tidak.Tapi apakah berlari ‘hanya’ untuk mengejar target 3 semester selesai? Bisa iya bisa juga tidak. Tetapi saya memilih tidak. Tidak boleh waktu yang demikian luas (dalam rentang waktu kesempatan) terkuras habis untuk mengejar 3 semester lulus. Mohon untuk tidak salah persepsi. Tentu saja target 3 semester lulus harus tercapai tetapi tidak hanya terfokus pada satu tujuan tersebut. Masih ada lagi target-target yang juga bisa dicapai secara berdampingan untuk meningkatkan kualitas diri.

Menjadi mahasiswa S2 berarti secara kualitas pemikiran ‘jelas’ harus lebih baik. Nah saya ingin tidak ‘hanya’ sebatas itu. Tetapi ingin juga kepribadian meningkat, keimanan dan ketakwaan semakin mantap, ibadah semakin baik, hafalan semakin banyak, pendapatan bertambah dan masih banyak lainnya. Dan waktu yang 3 semester ini wajib dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga bisa dan insya Allah yakin bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s