Pahamilah doa untuk kedua orangtua sebelum engkau mengajarkan pada anakmu.

Menjadi orangtua itu berjuta tugasnya. Mulai dari merawat semenjak lahir, mendidik sedari kecil dan menjadi kawan serta penasehat sepanjang hidup anak. Salah satu yang paling gampang dijumpai adalah mengajarkan anak untuk berdoa. Doa sebelum makan, doa sesuadah makan dan masih banyak yang lain. Tak lupa doa untuk kedua orangtua juga diajarkan. Tentu kita berharap bahwa ketika si anak yang suci tanpa dosa mendoakan maka akan mudah dikabulkan oleh Allah.

Tentu kita hafal doa untuk kedua orangtua kita bukan? Doa yang juga akan diajarkan kepada anak-anak kita. Doa yang artinya kurang lebih demikian “ Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil “ Saya yakin bahwa banyak diantara kita berfokus kepada bagian pertama doa tersebut yaitu bagian memohon ampunan dosa. Tetapi apakah kita juga memperhatikan bagian kedua dari doa tersebut?

Beberapa lama ini saya sempat merenung, dan entah darimana sesuatu yang saya rasa mencerahkan datang begitu saja ke dalam alam pikiranku. Berpikir tentang bagian kedua dari doa untuk kedua orangtua tersebut. Tentu saya berpikir dengan saya berposisi sebagai orangtua. Bisakah kita membedakan antara bagian pertama dan kedua dalam doa tersebut?

Bagian pertama “Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku… “

Bagian kedua “…dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil “

Bagian pertama tidak mensyaratkan sesuatu. Artinya doa agar dosa kedua orangtua diampuni bagaimanapun keadaannya. Tapi lihatlah di bagian kedua. Ada syarat atau permintaan agar dilakukan hal serupa yaitu agar Allah mengasihi (memperlakukan) mereka (orangtua) sebagaimana mereka mengasihi (memperlakukan) kita (anak) sewaktu kecil.

Dari sini ada sesuatu yang membuat dahi berkenyit. Ada syarat dalam doa tersebut. Ada hal yang jika kita lakukan kepada anak-anak maka hal serupa jugalah yang akan Allah lakukan pada kita. Dari sini saya mengambil suatu hal yang berharga yaitu bahwa bila kita ingin Allah mengasihi kita, maka kasihilah anak-anak dengan sebaik-baiknya, perlakukan dengan seelok-eloknya, didiklah dengan didikan yang bagus. Tidak memperlakukan anak semena-mena, ringan tangan kepada anak, suka membentak, melakukan kekerasan fisik dan verbal. Kesemuanya terkait bahwa apa yang kita lakukan kepada anak, maka itulah yang akan Allah lakukan pada kita.

Maka dari itu mari kita mulai untuk berlaku baik kepada anak. Sayangilah mereka, didiklah mereka dengan benar. Semoga dengan lantaran anak hidup kita akan lebih bahagia. Anak yang bisa menjadi penyejuk mata, bukan penguras harta. Anak bisa menjadi penjaga di masa tua, bukan anak yang menunggu warisan dibagi rata. Anak yang bisa membuat bangga, bukan anak yang menyebabkan cela keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s